Ketua Umum-nya di Fitnah, Demokrat Papua Bereaksi, Dukung SBY Laporkan Pengacara Setnov ke Mabes Polri

Pengurus DPD Partai Demokrat Papua saat memberikan keterangan pers Selasa (6/2/2018) malam, (ki-ka) Kevin Enembe, Habel Sawaki, Carolus Boly, SE, MM, dan Apendius Mote. (Foto : Titie / Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA— Upaya pencemaran nama baik terhadap Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketua Umum DPP Partai Demokrat yang dilakukan oleh pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya yang mengkait – kaitkan nama SBY yang ketika itu menjabat sebagai Presiden RI Ke- 6 dalam proyek e-KTP, mendapat reaksi keras dari DPD Partai Demokrat Provinsi Papua.

“kami seluruh DPD se- Indonesia, khususnya di Demokrat Papua tidak menerima upaya penggiringan opini yang dilakukan oleh pengacara Setya Novanto baik di dalam persidangan maupun di luar sidang yang terkesan ingin menggiring opini publik dan  menyebarkan fitnah terhadap Ketua Umum kami, DPD Demokrat Papua mengutuk keras tindakan Firman Wijaya, dan kami semua akan bergerak untuk mendukung langkah SBY yang telah melaporkan pengacara itu ke Mabes Polri hari ini”, kata Carolus Boly, SE, MM, Sekretaris DPD Demokrat Papua, saat jumpa pers di kantor DPD Demokrat Papua di Dok IV Jayapura, Selasa (6/2/2018) malam.

Carolus Boly meyakini bahwa apa yang sedang di mainkan oleh pengacara Setya Novanto yang berupaya menyeret nama SBY ke dalam pusaran kasus e-KTP adalah fitnah yang keji dan bagian dari konspirasi untuk mencoreng nama baik SBY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dan juga nama baik Partai Demokrat baik di pusat maupun di daerah apalagi jelang pelaksanaan sejumlah agenda Pilkada di daerah dan jelang Pileg 2019.

Baca Juga:  Pelantikan Pejabat di Keerom, Sudah Masa Pensiun Kok Dilantik Jadi Kepala Bappeda

“Secara terstuktural apa yang dilakukan oleh pengacara setya Novanto kepada Ketua Umum kami sangat melukai hati kami seluruh kader Demokrat di Indonesia, khususnya kader Demokrat di Papua”, kata Carolus lagi.

Demokrat Papua merasa perlu untuk membuat ketegasan serta dukungan agar fitnah yang dilayangkan kepada SBY untuk dituntaskan secara hukum.

“kami tidak akan tinggal diam, menghadapi fitnah ini, apalagi saat ini kita sedang berada di tengah musim Pilkada di seluruh daerah,  ini adalah fitnah kesekian lagi bagi SBY dan ini sangat melukai Demokrat,” kata Carolus menambahkan tugas DPD menjaga eksistensi partai, dan mengantisipasi segala sesuatu,  sebab Demokrat tetap dukung SBY untuk melaporkan yang bersangkutan kepada Mabes Polri.

Tentunya, kata Carolus akibat fitnah terhadap SBY sangat berdampak di daerah, sebab ada sinyalemen atau upaya yang masif dan terstruktur untuk menjatuhkan partai Demokrat menuju tahun pesta demokrasi.

Baca Juga:  Harga Tomat ‘Mencret’, Harga Cabe ‘Tak Pedas Lagi’

“Pastinya akan ada imbas di daerah, partai ini struktural dari pusat hingga daerah, jika Ketua Umum terluka sama saja melukai kami semua di daerah, dan kejadian ini sudah sering terjadi kepada SBY, kali ini kita tidak akan tinggal diam, kita bereaksi dan lawan fitnah”, kata Carolus Boly dengan nada geram di damping pengurus DPD Demokrat Papua lainnya.

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa (6/2/2018) tadi sekitar pukul 16.50 WIB dengan di damping istrinya Ani Yudhoyono dan Tim Pengacaranya Ferdinand Hutahaean telah mendatangi Bareskrim Mabes Polri di Jakarta guna membuat laporan atas Firman Wijaya, pengacara Setya Novanto, dengan sangkaan telah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik dan fitnah, pasal 310 – 322 juncto Pasal 27 (3) Undang – Undang ITE.

“Saya sebagai warga negara yang menaati hukum, tetapi juga ingin mencari keadilan. Secara resmi hari ini saya mengadukan Sdr Firman Wijaya yang saya nilai telah melakukan fitnah dan mencemarkan nama baik saya berkaitan dengan permasalahan e-KTP,” kata SBY kepada wartawan seusai membuat laporan, seperti di kutip dari kompas.com, Selasa (6/2/2018).

Laporan SBY diterima Bareskrim Polri dengan Laporan Polisi Nomor LP/187/II/2018/Bareskrim tertanggal 6 Februari 2018, menurut tim hukum SBY, Ferdinand Hutahaean, Firman Wijaya telah dengan inisiatif mengembangkan keterangan Mirwan Amir dalam persidangan, dan disampaikan di luar persidangan.

Baca Juga:  PDRI Minta Pilwalkot Jayapura di Ulang, MK Tolak Karena Tak Punya Legal Standing

Menurutnya Mirwan Amir tidak pernah menyebut tokoh besar, orang besar mengintervensi dalam kesaksiannya selama persidangan, namun Firman Wijaya dengan sadar dan inisiatif sendiri memberikan keterangan ke media bahwasanya ada keterangan Mirwan Amir yang menyebut ada intervensi, ada tokoh ebsar, ada orang besar dan mengkaitkannya dengan pemenang Pilpres 2009 dan penguasa yang arahnya jelas ingin menggiring opini dan menyerang SBY.

Dalam laporannya, pihak SBY menyerahkan barang bukti berupa video dan salinan berita dari media online. Ferdinand mengatakan, laporan ini dibuat untuk membersihkan nama SBY.

“Iya (membersihkan nama). Kan, tujuannya mencari kebenaran. Selama ini, beliau sudah berulang kali menjadi korban fitnah, dan beliau kali ini sudah tidak bisa menerima fitnah ini terus-menerus”, kata Ferdinan seperti di lansir kompas.com semalam.

Sebelumnya, SBY di kantor DPP Partai Demokrat menegaskan bahwa penyebutan namanya dalam kasus e-KTP penuh dengan rekayasa.

“Tiba-tiba ada percakapan antara pengacara dengan saksi, saudara Firman Wijaya dan saksi, saudara Mirwan Amir yang out of context, tidak nyambung. Menurut saya, penuh dengan nuansa set up, rekayasa,” ujar SBY di kantor DPP Partai Demokrat, Selasa (6/2/2018) dalam lansiran kompas.com. (***)

Reporter         : Titie
Editor              : Walhamri Wahid

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*