Peresmian TPU Muslim Buper Oleh Walikota Jayapura Diwarnai Aksi Protes Warga Sekitar

Sekelompok warga yang mengajukan protes terkait keberadaan TPU Muslim Buper yang lokasinya berada di atas permukiman dan sumber air yang di gunakan ketika mendapat arahan dari Kapolres Jayapura Kota (foto kiri), Walikota Jayapura Dr. Benhur Tomi Mano, dan Wakil Walikota, Ir. Rustam Saru ketika melakukan pencanangan operasional TPU Muslim Buper Waena seluas 10 hektar (foto kanan). (Foto : Faizal / Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA—Sejumlah kelompok masyarakat yang menamakan dirinya Gerakan Masyarakat Pembangunan Papua (GMPP) mendatangi lokasi Taman Pemakaman Umum (TPU) Muslim Buper Waena saat prosesi peresmian TPU tersebut oleh Walikota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano hendak dilangsungkan, Selasa (6/2/2018) kemarin.

“Kalau air bersih belum disiapkan, TPU juga tidak boleh diresmikan, perjanjiannya TPU diresmikan, air juga diresmikan dan masuk ke rumah-rumah warga, kalau tidak mayat pertama kami angkat taru di Pemkot Jayapura nantinya,” ujar Widi Kogoya saat bertemu Walikota Jayapura Dr. Benhur Tomi Mano sesaat sebelum peresmian TPU tersebut.

Sejumlah kelompok masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi TPU keberatan, karena lokasi TPU yang berada di ketinggian bukit, sedangkan permukiman warga berada di bawahnya sehingga mereka khawatir nantinya mayat – mayat yang di kuburkan di lokasi tersebut bisa mengkontaminasi air tanah yang mereka konsumsi selama ini.

Baca Juga:  Serahkan DPA 2018, Markum Ingatkan OPD Segera Bekerja

“Ini tidak wajar, ada TPU di atas mata air yang sehari-harinya digunakan warga yang tinggal di Buper sini”, kata Widi Kogoya lagi.

Menanggapi aspirasi tersebut, Walikota Jayapura menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura akan segera merealisasikan bak penampungan air bersih seperti yang di minta oleh warga setempat.

Walikota juga menegaskan bahwasanya pembangunan TPU tersebut sudah melalui kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), sehingga kekhawatiran akan terkontaminasinya sumber air dan air tanah di kawasan tersebut tidak akan terjadi, meskipun lokasi TPU berada di atas ketinggian permukiman warga sekitar.

“Tanah ini sudah beres dan tidak ada masalah, ini sah, saya tepati janji saya kepada warga muslim di Kota Jayapura. Permintaan warga di sini juga akan saya bantu, mereka butuh air bersih dan hari ini saya akan lihat di mana akan dibangun bak air bersih itu,” kata BTM dalam sambutannya di acara syukuran pencanangan TPU Muslim Buper Waena kemarin.

Baca Juga:  Ada Laporan Catut Nama Pejabat Untuk Menangkan Tender, DPRP akan Panggil LPSE dan Dorong Perda Khusus Pengusaha OAP

Menurut Walikota pembangunan dan pemilihan lokasi TPU Muslim Buper Waena sudah melalui serangkaian kajian mendalam dengan berbagai disiplin ilmu, sehingga Walikota menjamin apa yang dikhawatirkan oleh warga sekitar tidak mungkin terjadi, Walikota juga meminta agar warga sekitar bisa hidup bertetangga dan bersahabat dengan warga lainnya, termasuk juga menjamin keamanan di sekitar lokasi TPU nantinya.

“Mari bersahabat dengan saya atas tempat tinggal yang kami beri sebagai anak pemilik tanah ini. Pemerintah Kota Jayapura sudah melakukan AMDAL dengan baik, tahapan dan pengujian sudah dilewati, layak tidaknya tempat ini sudah diperhitungkan, tanah ini juga sudah kami bayar 5 hektar dan tinggal 5 hektar, setelah lunas semua fasilitas akan disediakan di sini”, tegas BTM kepada seluruh warga muslim yang hadir dan juga kelompok masyarakat yang datang menyampaikan aspirasi.

Setelah mendapat arahan dari Kapolres Jayapura Kota, AKBP Gustav Urbinas, kelompok warga sekitar yang awalnya menolak, akhirnya ikut bersama mengikuti prosesi syukuran pencanangan TPU Muslim Buper hingga selesai.

Baca Juga:  Dalam Sebulan 23 Anak Tewas Akibat Gizi Buruk di Pegunungan Bintang ?

“Kalau memang mau air bersih masuk ke rumah-rumah bicarakan baik-baik, tadi juga Bapak Walikota sudah menjawab dan akan bangun fasilitas itu. Dan lagi, tak bermasalah kuburan ada di sini, semua sudah melewati prosedur”, kata Kapolres Jayapura Kota, memberikan arahan kepada sekelompok warga yang menolak.

Mochtar Unu, salah satu Ketua Pengurus Masjid di Kota Jayapura berharap Pemkot bisa menuntaskan masalah yang kemungkinan muncul nantinya, karena warga muslim yang ada di Kota Jayapura tidak ingin saat ada prosesi pemakaman harus terhambat gara – gara urusan yang belum kelar dengan warga sekitar.

“kita terima kasih karena Pak Walikota sudah menepati janjinya waktu kampanye untuk bangun TPU bagi warga muslim yang ada di Kota Jayapura, karena selama ini biaya sewa tanah untuk pemakaman di Kota Jayapura sangat mahal bisa sampai Rp 15 juta per kuburan, untuk di TPU sini nantinya tidak ada biaya alias gratis, hanya ada ongkos gali kuburan untuk orang dewasa sebesar Rp 1 juta, untuk anak – anak Rp 750 ribu, kalau gali sendiri yah, gratis”, katanya sumringah.

TPU Muslim tersebut disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura dikarenakan mahalnya kuburan per satu jenazah di Kota Jayapura. Sebut saja TPU Muslim Abepantai yang per kuburan orang dewasa yang bertarif hingga 15 juta rupiah. (fnw/r1)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*