Digugat Mantan Anak Buahnya, Kapolda Papua Barat Kalah di PTUN Jayapura

Yulianto, SH, MH, kuasa hukum Bripda Rafani Surya Harahap, anggota Polwan yang di pecat Kapolda Papua Barat karena dugaan kasus perselingkuhan. (Foto : dok. FB Yulianto)

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA— Tiga Majelis Hakim yang memimpin sidang di Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) Jayapura, Selasa (16/1/2018) lalu memutuskan Kapolda Papua Barat, Brigjen (Pol) Rudolf Albert Rodja harus mencabut Surat Keputusan Kapolda Papua Barat Nomor : Kep/328/IX/2017 tertanggal 27 September 2017 Tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat dari Dinas Polri terhadap Bripda Rafani Surya Harahap.

“sudah ada putusannya, menurut PTUN Jayapura, SK pemberhentian oleh Kapolda Papua Barat dinyatakan batal, dan pengadilan TUN mewajibkan Kapolda Papua Barat mencabut surat tersebut, dan juga mewajibkan Kapolda untuk menerbitkan SK baru berupa penjatuhan sanksi saja”, kata Yulianto, SH, kuasa hukum Bripda Rafani Surya Harahap dalam releasenya ke Lingkar Papua, Selasa (6/2/2018) kemarin.

Baca Juga:  Ada Laporan Catut Nama Pejabat Untuk Menangkan Tender, DPRP akan Panggil LPSE dan Dorong Perda Khusus Pengusaha OAP

Tiga Hakim yang memutus perkara antara Kapolda Papua Barat dengan mantan bawahannya yang adalah seorang Polwan itu adalah Singgih Wahyudi, SH (ketua) dan dua Hakim Anggota, H. Al’an basyier, SH, MH dan Firman, SH, MH, dalam salinan putusannya yang diterima Lingkar Papua menyebutkan bahwa SK Pemberhentian yang di keluarkana oleh Kapolda Papua Barat batal sehingga Kapolda Papua Barat di wajibkan untuk mencabut SK dimaksud.

Selain itu juga, Kapolda Papua Barat, Brgjen (Pol) Rudolf Albert Rodja diwajibkan untuk menerbitkan SK baru berupa penjatuhan sanksi kepada Bripda Rafani Surya Harahap berupa dipindah tugaskan ke wilayah berbeda yang bersifat demosi selama 2 (dua) tahun sesuai dengan putusan Sidang Komite Etik Profesi Polri Nomor : PUT-PP/07/II/2017/KKEP, tertanggal 2 Februari 2017.

Selain itu juga Majelis Hakim menghukum Kapolda Papua Barat untuk membayar biaya yang timbul dalam sengketa dimaksud sebesar Rp. 489.000.

Baca Juga:  Garam Hitam Ala Suku Koroway, Bukan Penyedap Rasa Biasa !

Terkait putusan tersebut, hingga kini belum ada keterangan resmi dari Polda Papua Barat apakah banding ataukah menerima putusan PTUN Jayapura dimaksud.

Menurut Yulianto, SH, MH, gugatan yang di layangkan kliennya tersebut berawal karena Bripda Rafani Surya Harahap yang adalah seorang anggota Polwan di Polda Papua Barat diberhentikan oleh Kapolda Papua Barat, Brigjen (Pol) Rudolf Albert Rodja karena di duga melakukan perselingkuhan dengan atasannya, Endro Kiswanto, yang ketika itu menjabat sebagai Karo SDM Polda Papua Barat, berdasarkan laporan dari istri Endro Kiswanto, Sriyar Priyudanti Dianan.

Dimana berdasarkan putusan Sidang Kode Etik Profesi Nomor : PUT-PP/07/II/2017/KKEP, tertanggal 2 Februari 2017, Bripda Rafani Surya Harahap di hukum sanksi demosi selama dua tahun, tetapi Kapolda Papua Barat melalui SK Nomor : Nomor : Kep/328/IX/2017 tertanggal 27 September 2017 memberhentikan yang bersangkutan dengan tidak hormat (pecat-Red) bersama dengan 11 anggota Polri lainnya pada 27 September 2017, termasuk Karo SDM, Endro Kiswanto.

Baca Juga:  Sudah Daftar di Tiga Partai, Kamaniel Kiwak Semangat dan Harapan Baru Mimika

Seperti di lansir oleh beberapa media local, di awal – awal gugatan ini bergulir di PTUN Jayapura di bulan November 2017 lalu, Kapolda Papua Barat, Brigjen (Pol) Rudolf Albert Rodja mengaku siap menghadapi gugatan dari mantan anak buahnya itu.

Menurut Brigjen Kapolda Papua Barat, pihaknya kuat secara hukum dan siap menghadapi gugatan dimaksud, dan menurutnya itu hak dari Bripda Rafani Surya Harahap yang sebelumnya adalah Sekpri Karo SDM Polda Papua Barat, Endro Kiswanto sebelum di pecat.

Hingga berita ini dimuat, Lingkar Papua belum berhasil mengkonfirmasi kepada Kapolda Papua Barat ataupun kuasa hukumnya terkait langkah hukum apa yang akan di ambil menindaklanjuti putusan PTUN Jayapura dimaksud. (***)

Reporter         : Walhamri Wahid
Editor               : Walhamri Wahid

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*