Hari Pers Nasional, ‘Presiden Yusri’ Dapat Sepeda dari Presiden Jokowi

Presiden RI, Joko Widodo saat memberikan sambutan di puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Padang, Jumat (9/2/2018) (repro TVRI)

LINGKARPAPUA.COM, PADANG— Yusri, seorang wartawan senior dari Surabaya yang sudah menjalani profesi wartawan selama 40 tahun lebih mendapatkan hadiah satu unit sepeda dari Presiden Jokowi setelah bertukar peran dengan Presiden RI Joko Widodo, dimana Yusri memerankan sosok Presiden sedangkan Jokowi memerankan sosok wartawan, dalam puncak acara Hari Pers Nasional 2018 yang di langsungkan di Danau Cimpago, Pantai Padang, Sumatera Barat, Jumat (9/2/2018).

Dimana Presiden Jokowi menceritakan pengalamannya saat di cecar pertanyaan wartawan yang melakukan wawancara mendadak (door stop) dengan jumlah yang bisa mencapai 80 wartawan lebih, sehingga Presiden mengaku kadang kesulitan untuk menjawab karena pertanyaannya semua sulit – sulit dan harus segera di jawab saat itu juga.

“saya sering kelabakan kalau di keroyok wartawan saat doorstop, jumlahnya puluhan, dan semuanya bertanya, sulit – sulit lagi, sekarang saya ingin satu orang wartawan maju ke depan untuk gantian saya wawancarai”, kata Presiden Jokowi yang kemudian memilih salah satu dari sekian puluh wartawan yang unjuk tangan untuk maju ke depan, dalam siaran langsung yang ditayangkan oleh TVRI Nasional, Jumat (9/2/2018).

Baca Juga:  Enam Perwakilan Suku di Nabire Nyatakan Dukung LUKMEN Jilid II

Akhirnya Presiden Jokowi memilih Yusri, wartawan yang mengaku dari Surabaya dan sudah mengabdi sebagai wartawan 40 tahun lamanya, dengan penuh percaya diri Yusri menerima peran menjadi “presiden dadakan” dan mempersilahkan Presiden Jokowi yang sedang beperan sebagai wartawan untuk melontarkan pertanyaannya, sehingga aksi Yusri yang penuh percaya diri itu disambut gerrrr (tertawa lebar) dari para undangan.

“percaya diri banget nih, saya saja nggak pernah berani begitu loh”, kata Presiden Jokowi yang di sambut tawa seluruh undangan.

Pertanyaan pertama Jokowi sebagai wartawan, dari sekian banyak menteri – menteri yang di miliki Presiden, menteri mana yang paling penting menurut ‘Presiden Yusri’, yang awalnya di jawab secara diplomatis oleh ‘Presiden Yusri’ bahwa semua Menteri yang ada penting, namun terus di kejar oleh Jokowi seperti layaknya seorang wartawan yang mencecar narasumber.

Baca Juga:  "35 TAHUN TANAH KAMI DI RAMPAS DENGAN TIPU DAYA OLEH PEMERINTAH DAN PTPN II ARSO"

“Pak Presiden jawabnya to the point dong, jangan muter – muter begitu, langsung aja Menteri yang mana yang penting menurut Pak Presiden ?”, kejar Jokowi, dan akhirnya ‘Presiden Yusri’ mau mengakui dan menjawab bahwa Menteri yang membawahi wartawan (Kominfo) yang lebih penting karena menurutnya segala informasi tentang pemerintahan di sebar luaskan melalui Kominfo, sampai ke pedalaman, termasuk kinerja dan kegiatan seluruh Menteri lainnya juga di sebarluaskan oleh Kominfo, sehingga masyarakat menerima informasi yang benar tentang pemerintahan.

Pertanyaan kedua Presiden Jokowi sebagai wartawan adalah media apa yang paling menyebalkan menurut “Presiden Yusri”, selama menjalankan tugas sebagai Presiden karena di lingkungan istana banyak sekali wartawan dari berbagai media yang ‘ngantor’ di lingkungan istana.

Baca Juga:  Di Papua, Ada Calon Wakil Bupati Diduga Masih Berstatus PNS ?

Awalnya ‘Presiden Yusri’ mencoba menjawab diplomatis, bahwa wartawan dari media abal – abal yang menyebalkan, namun Presiden Jokowi mendesak terus untuk menyebutkan nama media yang menurut ‘Presiden Yusri’ menyebalkan, karena kadang bertanya hal yang itu – itu terus.

Akhirnya ‘Presiden Yusri’ menyerah dan menyebutkan nama Rakyat Merdeka sebagai salah satu media yang menurutnya ‘menyebalkan’ dan di sambut tawa lebar oleh Presiden Jokowi dan celetukan, “kok sama dengan yang saya rasakan”, dan di sambut tepuk tangan dan tertawa lepas seluruh undangan yang hadir.

Setelah Presiden Jokowi menarik kembali status presiden dari Yusri, kemudian Presiden Jokowi menghadiahi satu unit sepeda kepada Yusri, dan menerimanya dengan suka cita dan menyalami seluruh pejabat negara yang duduk di kursi depan sebelum memboyong sepeda hadiah dari Presiden Jokowi kembali ke tempat duduknya. (***)

Reporter         : Walhamri Wahid
Sumber           : Siaran Langsung TVRI

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*