Status KLB Dicabut, Babinsa Tetap Melayani

Babinsa Koramil 1707-10/Pari Kodim 1707/Merauke Serda Ahmad Maulidi saat memberikan makanan tambahan kepada salah satu ibu di Kabupaten Asmet. (Foto : dok. Pendam XVII/Cen)

LINGKARPAPUA.COM, ASMAT – Bupati Asmat Elisa Kambu, Senin 5 Febuari telah mencabut status Kejadian Luar Biasa campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat. Pencabutan itu sendiri berdasarkan laporan tim medis yang melakukan pelayanan kepada masyarakat, dimana terjadi penurunan temuan penderita campak dan gizi buruk.

Namun dicabutnya status KLB bukan berarti Bintara Pembina Desa atau yang biasa dikenal Babinsa bisa “berhela-hela”, namun sesuai dengan intruksi Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI George Elnandus Supit memerintahkan kepada Babinsa untuk turut melakukan sosialisasi pentingnya imunisasi dan hidup sehat, babinsa wajib untuk terus melakukan pelayanan kepada masayarakat.

Baca Juga:  PSU Puncak Jaya, Ketua Timses Klaim Suara Enam Distrik Untuk Henock Ibo – Rinus Telenggen

Itu pula yang dilakukan Babinsa Koramil 1707-10/Pari Kodim 1707/Merauke Serda Ahmad Maulidi yang tetap membantu petugas kesehatan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Kami lega status KLB sudah dicabut dan berharap hal itu tidak terjadi lagi. Untuk itu kami babinsa tetap membantu puskesmas dalam pelayanan dan juga berikan sosialisasi kepada masyarakat, sesuai perintah Bapak Pangdam,” ujar Serda Ahmad Maulidi disela-sela pelayanan kesehatan yang dilakukan ditiga kampung di Distrik Der Koumur Kabupaten Asmat, Kamis (8/2).

Pelayanan kesehatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Der Koumur Maria Goreti, dilakukan dengan cara mendatangi setiap kampung, sehingga masyarakatn tidak perlu berusah payah untuk ke pusat distrik demi mendapatkan pelayanan kesehatan.

Baca Juga:  Tiga Tahun Belajar, Dua Siswa Gagal Ikut UNBK, Diduga Ijazah SMP Palsu ?

“Dengan harapan masyarakat dapat merasakan pelayanan kesehatan yang merata dan mereka lebih peduli lagi terhadap kesehatannya,” ujar Maria Goreti.

Selain pelayanan kesehatan, para petugas medis yang dibantu babinsa, memberikan makanan tambahan bergizi untuk bayi dan anak, hal itu untuk mencegah terjadinya kembali gizi buruk.

“Kami juga berikan sosialisasi kepada masyarakat bagaimana hidup bersih, anak harus rajin diimunisasi dan bagaimana mengolah sumber alam sekitar rumah untuk dijadikan makanan bergizi,” ungkap Babinsa Serda Ahmad Maulidi menambahkan.

“Intinya kami Babinsa akan terus melakukan hal ini bersama-sama dengan puskesmas agar pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik. Kami berharap KLB tidak terjadi lagi di Kabupaten Asmat,” tutupnya. ***

Baca Juga:  Bobol Bank Gunakan Nasabah Palsu, Mantan Pimpinan Bank Syariah Mandiri Divonis 8 Tahun Denda 10 Miliar

Penulis            : Alfred Kaempe
Sumber           : Pendam XVII/Cenderawasih

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*