Antisipasi Konflik Pilkada 2018, Polda Papua Minta Tambah Pasukan dari Polda Papua Barat

Kombes (Pol) Akhmad Mustofa Kamal, Kabidhumas Polda Papua. (Foto : Faizal / Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA— Guna mengantisipasi kemungkinan timbulnya gangguan keamanan jelang pelaksanaan Pilkada serentak di Provinsi papua tahun 2018 ini, dimana ada 7 kabupaten dan 1 provinsi yang menggelar hajatan Pilkada, Polda Papua telah meminta tambahan pasukan kepada Kapolri, dan sesuai petunjuk pasukan yang akan di geser dari Polda Papua Barat.

Hal itu di sampaikan Kabid Humas Polda Papua, Kombes (Pol) Ahmad Musofa Kamal, Kamis (9/2/2018) kepada sejumlah wartawan di Abepura.

Menurutnya pengamanan di momen Pilkada menjadi salah satu hal penting, untuk itu Polda Papua akan kerahkan kekuatan penuh  mengantisipasi gangguan keamanan saat Pilkada 2018 di Papua, dengan mengoptimalisasi kekuatan pasukan yang ada di tambah dengan pasukan tambahan.

Baca Juga:  Pangdam Minta Maaf, Satu Orang Ditetapkan Tersangka Dalam Kasus Dugaan Terbakarnya Alkitab

“Sekarang, pejabat utama kita sudah diploting untuk ke daerah-daerah ini. Selanjutnya melakukan pemetaan kerawanan dan bekerjasama dengan jajaran di wilayah setempat,” kata Kamal saat ditemui di Abepura, Kamis (9/2/2018).

Selanjutnya, pengamanan akan ditambah jelang hari penghitungan suara Juni nanti dengan backup personil Polri dari Polda Papua Barat.

“Kami sudah menyurat ke Kapolri terkait permintaan bantuan keamanan, dan dipilih dari Polda Papua Barat,” katanya.

Dijelaskan, pertimbangan dipilihnya Polda Papua Barat dalam pengamanan Pilkada karena dinilai telah memahamil karakteristik dan budaya Provinsi Papua.

“Kan dulunya Papua Barat juga masuk di kita Papua sebelum dimekarkan ke Polda Papua Barat, jadi pertimbangan itu, kami minta backup pengamanan Pilkada dari Polda Papua Barat,” katanya.

Baca Juga:  Dominasi Generasi Millennial di Era Demografi Indonesia Dalam Konteks Marketing Politik

Kabidhumas juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga keamanan saat Pemilu, baik Gubernur maupun Pemilu Bupati Juni mendatang.

“Jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu yang tidak betul  yang akhirnya bisa merugikan kita, mari bergandengan tangan untuk Pilkada damai di Papua ini,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, pada Juni mendatang, 8 daerah di Papua akan melakukan pemilihan kepala daerah baik Gubernur maupun Bupati. Yakni Provinsi Papua, Kabupaten Mamberamo Tengah, Kabupaten Paniai, Kabupaten Puncak, Kabupaten Deiyai, Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Biak Numfor, dan Kabupaten Mimika. (fnw/r1)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*