Seminggu, Polres Jayapura Kota Tangkap Lima Ibu Rumah Tangga Terkait Perjudian

AKBP Gustav R. Urbinas, Kapolres Jayapura Kota ketika memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan di Mapolresta terkait penangkapan kasus perjudian di Kota Jayapura dalam sepekan. (Foto : faizal/ Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA—Hasil operasi Polres Jayapura Kota dalam sepekan ini, dari 13 kasus perjudian yang berhasil di gerebek, dari 28 orang tersangka yang di amankan beserta barang bukti, 5 tersangka diantaranya berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT), bahkan ada satu kasus pelaku perjudian adalah suami – istri, sehingga sang istri harus di tangguhkan penahananya karena masih memiliki anak kecil.

Dimana menurut pengakuan beberapa IRT yang terlibat dalam kasus perjudian alasan mereka terpaksa harus terlibat dengan perjudian dikarenakan tuntutan ekonomi, yang awalnya sekedar iseng dan ingin mencari tambahan pemasukan untuk keluarga, namun akhirnya menjadi ketagihan dan dijadikan profesi tetap.

Baca Juga:  Keputusan DPP, Musda DPD Golkar Papua Akhir Bulan Ini di Jakarta

“sejak 31 Januari – 7 Februari 2018 ini kita berhasil tangkap pelaku perjudian di beberapa lokasi di Kota Jayapura, tersangkanya semua ada 28 orang, dan 5 diantaranya adalah Ibu Rumah Tangga (IRT), jadi mereka tertangkap tangan terlibat dalam perjudian”, kata AKBP Gustav R. Urbinas, Kapolres Jayapura Kota, Kamis (8/2/2018).

Urbinas mengungkapkan, 22 orang pelaku perjudian saat ini ditahan di rumah tahanan (rutan) Mapolres Jayapura Kota, dan 5 orang lainnya di tahan di Rutan Mapolsek Abepura.

“Jenis perjudiannya, judi togel 9 kasus dengan melibatkan 12 tersangka, judi dadu 2 kasus dengan 5 tersangka, judi domino 1 kasus dengan 6 tersangka dan judi joker 1 kasus dengan 4 tersangka”, kata AKBP Gustav. R. Urbinas lagi.

Baca Juga:  PEJABAT DAERAH ANTARA DISKRESI DAN KORUPSI

Sementara 1 orang tidak ditahan dan diberikan wajib lapor karena pertimbangan kemanusiaan, namun dilakukan proses lanjut terhadapnya.

“Dari 28 orang tersangka itu, 27 dikenakan penahanan, 1 dikenakan wajib lapor karena pertimbangan kasus-kasus yang sedang dialami suami istri dan kendala tanggung jawab terhadap anak kecil,” terangnya.

Kata Kapolres dari kasus judi togel tersebut, 4 diantaranya bandar, kemudian 8 lainnya pengecer atau pengepul. Sementara penyidikan masih pada tahap 4 orang bandar, untuk pembuktian.

Adapun barang bukti yang ditemukan yakni uang tunai senilai Rp.12.398.000, kartu joker, kartu domino, dadu 2 biji, kertas-kertas rekapan togel, kalkulator, bolpoint, stempel beserta bantalannya, handphone, serta spanduk-spanduk Togel.

Mengenai penanganan terhadap tersangka perempuan, Kapolres mengatakan bahwa pihaknya sudah mempunyai fasilitas khusus.

Baca Juga:  Ketua Umum-nya di Fitnah, Demokrat Papua Bereaksi, Dukung SBY Laporkan Pengacara Setnov ke Mabes Polri

Pihaknya juga konsisten dan akan menindak tegas siapapun pelaku berbagai jenis judi yang berpotensi meresahkan masyarakat di Kota Jayapura.

“Tetap semua nanti akan kita pantau, berdasarkan kebiasaan lama dimana tempatnya, polres jayapura kota akan tetap melakukan perlakuan yang sama,” tegas Gustav.

Para tersangka ini dijerat  dengan pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. (fnw/r1)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*