Sebulan Tak Pernah Komunikasi, Giliran Ada Kabar, Berita Duka Yang Diterima

KABUPATEN BANJAR, JAWA BARAT

Toyib (54 tahun) memperlihatkan foto (Alm) anaknya, Pratu Sandi Novian yang gugur menjalankan tugas di Papua, tewas tertembak oleh sekelompok orang yang di duga Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Pasar Sinak, Kabupaten Puncak, Papua. (Foto : dok. radartasikmalaya.com)

“Teu gaduh firasat awon (gak punya firasat buruk, Red). Saya menyadari konsekuensinya harus ikhlas karena anak saya seorang prajurit yang gugur dalam tugas”

Oleh    : Walhamri Wahid

Hanya sepenggal kata itu yang bisa di keluarkan oleh Toyib (54 tahun), Ayah dari Pratu Sandi Novian, anggota Tim Khusus (Timsus) Satgasban XV Kopassus Pos Sinak, Papua yang tewas tertembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat ditemui wartawan radartasikmalaya.com di kediamannya di Dusun Randegan 1 RT 03 RW 01 Desa Raharja Kecamatan Purwaharja Kota Banjar, Jawa Barat.

Seperti dikutip dari radartasikmalaya.com, Toyib, Ayah Pratu Sandi Novian mendapatkan berita duka itu dari Babinsa Kodim 0613 Ciamis, Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar. Toyib yang sehari – harinya berprofesi sebagai petani itu mengaku sempat syok mendengar berita duka dimaksud, namun ia belajar untuk ikhlas dan sabar menerima bahwa itu adalah konsekuensi sebagai prajurit.

Seperti dilansir SERUJI.com, Babinsa Kodim 0613 Ciamis Desa Raharja yang enggan disebutkan namanya mengaku mengetahui kabar duka gugurnya Pratus Sandi Novian dari salah satu anggota Kopassus melalui pesan WhatsApp.

Baca Juga:  Lima Hari Lagi Kopdar Mimika, PSI Di Daerah Sudah Boleh ‘Main Terbuka’ di Pilkada 2018

Seperti penuturan Toyib kepada radartasikmalaya.com, keluarga tidak memiliki firasat buruk sebelumnya, meski sebulan lebih tidak pernah ada komunikasi dengan anak bungsunya dari tiga bersaudara itu, karena ia mengetahui anaknya bertugas di pedalaman yang tidak ada jaringan telekomunikasi.

Menurutnya Pratu Sandi Novian sudah setahun bertugas di Papua, sebelumnya bertugas di Bogor di Batalyon 14/Bhadrika Sena Baladika atau Yon 14.

“Terakhir pulang ke rumah saat cuti, atau sebelum berangkat ke Papua,” tutur Toyib seperti di lansir radartasikmalaya.com.

Pratu Sandi Novian, anggota Satgas Ban Timsus Sinak Group I Kopassus di tembak dari jarak dekat oleh sekelompok orang yang di duga Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat Almarhum tengah berbelanja kebutuhan Pos Satgas bersama tiga anggota lainnya di pasar Sinak, Senin (12/2/2018) saat ia memisahkan diri untuk membeli keperluan pribadi.

“4 anggota logistik Satgas Pengamana Pos Sinak Puncak bermakasud belanja kebutuhan anggota Pos Satgas di Pasar Sinak, di tengah keramaian pasar lima orang bersenjata tajam berupa parang dan pistol menyerang Pratu Sandi Novian yang ketika itu memisahkan diri dari rombongan untuk berbelanja keperluan pribadi, di serang mendadak, di tembak bagian telinga kiri dan senjatanya di rampas”, kata Kolonel (Inf) Muhamad Aidi, Kapendam XVII/ Cenderawasih dalam releasenya, Senin (12/2/2018).

Baca Juga:  Tes Urine di BNN Papua, Lukas Enembe Yakin Bebas Narkoba

Menurut Kapendam, setelah menembak Pratus Sandi Novian dan merampas pistol jenis G2 buatan Pindad, kelompok penyerang langsung kabur melarikan diri ke Kampung Akenggeng, Distrik Sinak.

Mendengar bunyi tembakan, tiga orang anggota TNI-AD lainnya yang di pimpin Lettu (Inf) Iqbal memberikan bantuan dan melakukan pengejaran ke arah kaburnya para penyerang, namun mendapat perlawanan berupa tembakan dari para penyerang, sehingga sempat terjadi kontak tembak antara anggota TNI-AD rekan Pratus Sandi Novian dengan kelompok penyerang.

“para penyerang berhasil meloloskan diri sambil melepas tembakan, mereka lari berpencar kearah hutan”, kata Kolonel (Inf) Muahamad Aidi.

Dari beberapa informasi yang berhasil di himpun oleh Lingkar Papua, Senin (12/2/2018) sekitar 7 anggota TNI-AD Satgas Ban Kopassus tiba di Pasar Sinak sekitar pukul 09.50 WIT yang di pimpin oleh Serka Sukiswo untuk berbelanja, dan korban memisahkan diri dari rekan – rekan lainnya.

Baca Juga:  DPD Golkar Papua Dukung Munaslub dan Pencalonan Airlangga Hartarto Maju Ketum

Dan tanpa disadari oleh korban, 5 orang warga setempat menghampiri dari arah belakang, salah satu diantaranya mengeluarkan pistol dari dalam noken dan langsung menembak ke bagian kepala korban dari jarak dekat, sehingga korban langsung menghembuskan nafas terakhirnya di tempat kejadian.

Korban lalu di evakuasi ke Puskesmas Sinak, sedangkan sekitar 15 anggota Satgas Ban Kopassus dan Satgas Yon 751/Reader melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang melarikan diri kea rah hutan, dan hingga kini berita ini di naikkan, masih di lakukan pengejaran terhadap para pelaku. (***)

Penulis / Editor  : Walhamri Wahid
Sumber               : radartarikmalaya.com, SERUJI.com

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*