‘Perang Bintang’ di Pilgub Sulsel 2018

Sulawesi Selatan

Empat pasang calon yang akan bertarung di Pilgub Sulsel 2018, (kiri atas) pasangan Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman, (kiri bawah) Nurdin Halid – Aziz Qahar Muzakkar, (kanan atas) Ichsan Yasin Limpo – Andi Muzakkar, (kanan bawah) Agus Arifin Nu’mang – Tanri Bali Lamo. (Foto : dok. karebatoraja.com)

LINGKARPAPUA.COM, MAKASSAR— Komisi Pemilihan Umum (KPU Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) resmi menetapkan 4 (empat) pasangan calon yang akan berlaga di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018 dalam Rapat Pleno Terbuka di salah satu hotel di Kota Makassar, Senin (12/2/2018) yang dilanjutkan dengan penarikan nomor urut keesokan harinya, Selasa (13/2/2018).

Empat pasang yang dinyatakan lolos yakni pasangan Nurdin Halid – Aziz Qahhar Mudzakkar yang mendapatkan nomor urut 1, pasangan ini di usung Golkar, Nasdem, Hanura, PKB, PKPI (35 kursi) yang terkenal dengan tagline “sama – sama ki bangun kampung”.

Siapa yang tidak kenal Nurdin Halid (59 tahun), politisi tangguh kelahiran Watampone itu namanya besar sejak zaman Orde Baru, sempat meredup karena tersangkut sejumlah kasus korupsi mulai dari penyelundupan impor gula, distribusi minyak goreng dan pelanggaran kepabeanan impor beras dari Vietnam, namuj vonis tertinggi yang ia terima hanya 2 tahun 6 bulan, juga pernah menjadi Ketum PSSI (2003 – 2011) dan juga anggota DPR RI dari Partai Golkar (1999 – 2004).

Wakilnya, Aziz Qahhar Muzakkar, adalah anggota DPD RI selama tiga periode, sejak 2004 – 2009, 2009 – 2014, 2014 – 2019. Ia juga pernah ikut Pilgub Sulsel pada tahun 2007 sebagai Calon Gubernur berpasangan dengan Mubyl Handaling tetapi kalah, dan di tahun 2013 kembali maju berpasangan dengan Ilham Arief Sirajuddin sebagai Wakil Gubernur, juga kalah, dan ini adalah kali ketiga maju di Pilgub Sulsel.

Baca Juga:  Kasus Postingan di Facebook, Polda Papua Akan Hadirkan 3 Saksi Ahli, Saly Maskat Ngaku Diundang Klarifikasi

Selanjutnya pasangan Agus Arifin Nu’mang  – Tanri Balilamo yang diusung Gerindra, PPP, PBB (19 kursi) yang mendapatkan nomor urut 2 dengan taglinenya ‘Lanjutkan Pembanguna !

’Agus Arifin Numang (54 tahun) adalah Wakil Gubernur incumbent selama dua periode, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Sulsel sebelum mencalonkan diri sebagai Wagub pada tahun 2008 lalu.

Sedangkan Mayjen TNI (Purn) Drs. Tanri Bali Lamo (65 tahun) yang saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Kesbangpol di Kemendagri, ia punya pengalaman menjabat sebagai Penjabat Gubernur sebanyak 4 kali, salah satunya sebagai Penjabat Gubernur Papua Barat (2011 – 2012), juga pernah menjabat sebagai Penjabat Gubernur Sulsel, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara.

Untuk nomor urut 3 berhasil di cabut oleh pasangan Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman (NA – ASS) yang di usung PAN, PDI-P, dan PKS (20 kursi) yang memilki tagline ‘Prof Andalan’ ini termasuk pasangan calon yang di unggulkan baik dari segi kualitas, kompetensi termasuk juga elektabilitasnya.

Prof. Dr. Ir. H.M. Nurdin Abdullah, M.Agr (54 tahun) adalah salah satu Bupati Berprestasi di Indonesia, dua periode menjabat sebagai Bupati Bantaeng mendapat penghargaan “Tokoh Perubahan” pada tahun 2015.

Mantan Dosen di Universitas Kyushu Jepang yang mahir tiga bahasa, Inggris, Jepang dan Cina itu berhasil menyulap wajah Kabupaten Bantaeng dari tiada menjadi ada, ia mengangkat kesejahteraan masyarakat Bantaeng hampir di semua sektor, sehingga perekonomian Bantaeng tumbuh dari 5,3 persen jadi 8,9 persen pertahun, dengan meningkatkan Indeks Pendapatan Per Kapita warga Bantaeng dari Rp 5 juta menjadi Rp 14,7 juta.

Baca Juga:  Dugaan KKN di Proyek Jalan Pendekat Patung Yesus Kristus, Kadinas Ancam Akan Penunjukan Langsung, Gapensi Minta Oknum Pokja Yang Nakal Diproses Hukum

Konsep Agri – Marine Economynya benar – benar memajukan Kabupaten Bantaeng sehingga daerah itu dalam 6 tahun kepemimpinan Nurdin Abdullah berhasil mendapatkan 50 penghargaan dari berbagai lembaga dan pemerintah, 4 kali berturut – turut dapat Adipura, 3 tahun berturut – turut dapat Otonomi Award dan memenangkan Innovative Government Award (IGA) tahun 2013.

Salah satu layanan unggulan Nurdin Abdullah di Bantaeng adalah layanan kesehatannya yang terkenal dengan nama Brigade Siaga Bencana (BSB), dimana kalau warga sakit cukup menelpon BSB di Hotline 113, dalam 20 menit ambulans lengkap dengan dokter dan perawat datang ke rumah pasien untuk menjemput dan gratis semuanya, sehingga mampu menurunkan kematian ibu melahirkan menjadi NOL dari sebelunya 12/100.000 kematian per tahun.

Layanan BSB siaga 24 jam dengan 20 dokter, 16 perawat dan 8 unit mobil ambulasn berfasilitas emergency, RSUD Bantaeng berstandar internasional 8 lantai.

Wakilnya Andi Sulaiman Sudirman (34 tahun) adalah adik kandung Amran Sulaiman, Menteri Pertanian di Kabinet Jokowi saat ini, adalah tokoh muda dan professional murni yang memiliki segudang prestasi dan telah malang melintang di perusahaan pertambangan multinasional dengan berbagai jabatan.

Penerima beasiswa PT. Thiess Indonesia penyedia jasa pertambangan terbesar di dunia itu adalah orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Deputy Project Manager DP2 DSV Saturation dan Air Diving di PT Offshore Service Indonesia / MES yang membawahi lebih dari 60 tenaga asing asar Inggris, Rusia dan India serta negara lainnya padahal usianya masih 33 tahun sebagai Tenaga Ahli Utama.

Baca Juga:  Kantor Bupati Keerom yang Terlantar Segera Difungsikan

Ia juga pernah bekerja di PT. Petrtosea, perusahaan multinasional asal Australia yang bergerak di jasa kontrak pertambangan padahal ketika itu usianya masih 27 tahun.

Pasangan berikutnya yang mendapatkan nomor urut 4 adalah Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar yang daftar melalui jalur perseorangan dengan berhasil mengumpulkan 501.046 dukungan KTP, yang terkenal dengan tagline ‘Punggawa – Macakka’ yang artinya Pemimpin Bercahaya.

Ichsan Yasin Limpo (56 tahun) adalah Bupati Gowa dua periode, juga adalah adik kandung Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo salah satu prestasinya selama menjabat adalah penerapan program Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB) sebuah pendekatan yang berupaya mengoptimalkan pelayaanan pendidikan dengan memaksimalkan semua kompoonen pembelajaran dan manajemen sekolah secara efektif, dimana semua anak didil wajib ikut pendidikan dasar.

Sedangkan Wakilnya adalah Andi Muzakkar yang akrab di panggil Cakka adalah Bupati Luwu dua periode, adik dari Aziz Qahar Muzakkar (Wagub Nurdin Halid-Red) tapi lain ibu itu termasuk salah satu Bupati Terbaik Indonesia Top 15 pada tahun 2017 kemarin, ia juga mendapatkan sejumlah penghargaan dari Presiden, menteri Kesehatan dan sejumlah lembaga lainnya.

Menariknya dalam Pilgub Sulsel kali ini adalah dua saudara lain ibu (saudara tiri) anak dari salah satu tokoh besar di Sulawesi Selatan yang juga dulu terkenal sebagai pengawal Soekarno – Hatta yakni Aziz Qahar Muzakkar yang berpasangan dengan Nurdin Halid, dan Andi Muzakkar yang menjadi wakil dari Ichsan Yasin Limpo (***)

Penulis            : Walhamri Wahid
Sumber           : diolah dari berbagai sumber

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*