Calon Wakil Kepala Daerah Termiskin se-Indonesia Dari Paniai, Berikut Daftar Harta Lima Paslon di Pilkada Paniai 2018

Yunus Gobai – Markus Boma saat mendaftar, pasangan calon nomor urut 4 di Pilkada Paniai ini maju lewat jalur perseorangan, dimana Markus Boma, sesuai data LHKPN di KPK tercatat sebagai Calon Wakil Bupati termiskin se- Indonesia. (Foto : dok. Nabire.Net)

LINGKARPAPUA.COM, NABIRE— Dari sekitar 1.164 Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang akan berlaga di 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten, terdapat sejumlah Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang telah ditetapkan oleh KPUD ternyata memiliki modal pas – pasan, di bawah Rp. 100.000.000, bahkan bisa di katakan sangat minim, untuk hajatan Pilkada yang dipastikan membutuhkan modal miliaran rupiah.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di laman resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dari sejumlah calon yang akan berlaga di 171 provinsi/ kota/ kabupaten ternyata Calon Wakil Bupati termiskin berasal dari Kabupaten Paniai, atas nama Markus Boma dengan jumlah harta kekayaan yang di laporkan hanya sebesar Rp. 10.832.415 yang maju lewat jalur perseorangan berpasangan dengan Yunus Gobai sebagai Calon Bupatinya.

Sedangkan nama Nursalam dari Kota Baubau, Sulawesi Tenggara tercatat sebagai Calon Walikota yang termiskin, dengan laporan harta kekayaannya di KPK sebesar Rp. 5.000.000, separuh dari harta Markus Boma.

Di urutan kedua Calon Wakil Kepala Daerah termiskin lainnya adalah Denny Nur Ilham, Cawabup Langkat dengan jumlah harta kekayaan yang di laporkan sebesar Rp. 15.100.000, sedangkan Calon Kepala Daerah termiskin kedua lainnya adalah Maritunus, Calon Bupati Kubu Raya dengan jumlah harta hanya sebesar Rp. 22.000.000.

Baca Juga:  Kemarin Dikukuhkan, Ini Lima Program Utama Tim 7 Jokowi Centre Papua

Dari kelima pasangan calon yang sudah ditetapkan oleh KPUD Kabupaten Paniai pada 12 Februari 2018 lalu, bila di akumulasi jumlah kekayaan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati, pasangan calon Yunus Gobai – Markus Boma yang mendapat nomor urut 4 adalah yang paling sedikit harta kekayaannya, dengan total Rp. 513.832.415, dengan rincian harta kekayaan Yunus Gobai sebesar Rp. 503.000.000, dan harta Markus Boma sebesar Rp. 10.832.415.

Sedangkan total harta kekayaan nomor urut 1 yang diusung 7 partai Golkar, Demokrat, PBB, PKPI, PAN, PPP dan Gerindra, Calon Bupati incumbent Hengky Kayame tercatat sebesar Rp. 6.743.822.507, sedangkan pasangannya Yehezkiel Tenouye tercatat memiliki harta sebesar Rp. 320.250.000.

Bila dibandingkan dengan LHKPN Hengky Kayame pada tahun 2012, sebelum menjabat sebagai Bupati Paniai periode 2013 – 2018, terjadi peningkatan harta kekayaan Hengky Kayame selama 5 tahun menjabat sebesar Rp. 4.955.801.080, dimana per 20 Februari 2012, saat hendak mencalonkan diri 5 tahun lalu, harta kekayaan yang di laporkan Hengky Kayame ke KPK sebesar Rp. 1.788.021.427.

Baca Juga:  Tiga KPU di Papua “Masih Rahasiakan” Dokumen Pencalonan Pasangan Calon ?

Dalam laman KPK, Bupati incumbent yang juga saat ini sebagai Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Papua itu tercatat dua kali melaporkan harta kekayaannya ke KPK, yang pertama pada 10 September 2006 ketika itu Hengky Kayame masih tercatat sebagai Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Paniai dengan jumlah harta kekayaan sebesar Rp. 1.018.021.427.

Dimana pada September 2006 lalu, Hengky Kayame melaporkan hartanya terdiri dari tanah dan bangunan di Kota Jayapura senilai Rp. 330.000.000, harta bergerak senilai Rp. 108.000.000, yang terdiri dari 1 unit mobil Mitsubishi Kuda senilai Rp. 90.000.000, dan sebuah motor Kawasaki Ninja 18.000.000, selain itu juga di laporkan harta bergerak lainnya yang tidak disebutkan jenisnya senilai Rp. 6.500.000, sedangkan jumlah giro dan setara kas lainnya senilai Rp. 573.521.427.

Sedangkan saat mencalonkan diri pada Pilkada 2012 lalu, tidak ada penambahan item jenis dan bentuk harta kekayaan Hengky Kayame yang dilaporkan ke KPK, namun terjadi peningkatan nilai harta kekayannya menjadi Rp. 1.788.021.427 atau naik sebesar Rp. 770.000.000, dimana terjadi peningkatan nilai jual tanah dan bangunannya yang sebelumnya di takasir Rp. 330.000.000 menjadi Rp. 1.100.000.000.

Sedangkan jumlah kendaraannya tetap satu unit Mitsubishi Kuda dan Kawasaki Ninja yang justru menyusut nilainya yang sebelumnya di taksir Rp. 108.000.000 menjadi Rp. 90.000.000 saja, demikian juga jumlah giro dan setara kas lainnya tidak bertambah ataupun berkurang tetap Rp. 573.521.427.

Baca Juga:  Ini Dukungan Bupati Untuk ‘Pahlawan Pangan’ di Nabire Menuju Swasembada Pangan

Sedangkan untuk LHKPN tahun 2018 ini hingga berita ini di naikkan KPK belum mempublikasikan rincian jumlah harta kekayaannya terdiri dari apa saja yang bertambah menjadi Rp. 6.743.822.507 naik sebesar Rp. 4.955.801.080 bila dibandingkan tahun 2012 lalu.

Sedangkan pasangan calon nomor urut 2 Naftali Yogi – Marthen Mote yang maju lewat jalur perseorangan memiliki total harta kekayaan sebesar Rp. 3.912.626.756 yang terdiri dari harta kekayaan Naftali Yogi senilai Rp. 3.454.000.000, dan harta kekayaan Marten Mote senilai Rp. 458.626.756.

Naftali Yogi yang pernah menjabat sebagai Bupati Paniai periode 2007 – 2012 tercatat sekali melaporkan harta kekayaannya saat hendak maju pada Pilkada 2006 lalu, tepatnya per 6 September 2006 dengan total harta kekayaan sebesar Rp. 320.237.479, dengan rincian tanah dan bangunan sebanyak dua bidang di Nabire dengan nilai masing – maisng Rp. 310.000.000 dan Rp. 10.000.000, giro dan setara kas lainnya senilai Rp. 50.237.479.

Pasangan calon lainnya yang mendapatkan nomor urut 3, Meki Nawipa yang di usung Partai Nasdem & PKB tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp. 4.198.182.357, sedangkan Calon Wakilnya Oktopianus Gobai tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp. 2.508.177.187.

Sedangkan pasangan calon Yehuda Gobay – Yan Tebay yang maju lewat jalur perseorangan dan mendapat nomor urut 5, masing – masing tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp. 331.639.770 dan Rp.2.495.653.447. (***)

Reporter         : Walhamri Wahid
Editor              : Walhamri Wahid

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*