Hebatnya Calon Bupati Ini, Punya Dua Ijazah SMP dan Dua Ijazah SMA Dipake Mendaftar Pilkada di Periode Berbeda

Eltinus Omaleng, Bupati Mimika yang di duga gunakan ijazah SMP dan SMA palsu mendaftar sebagai Calon Bupati Mimika pada tahun 2013 lalu maupun di Pilkada 2018 ini. (Foto : dok. Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, SENTANI– Pada Pilkada 2013 ia mendaftar gunakan ijazah SLTP Negeri 9 Jayapura dengan Nomor Seri : OA ob 0074657 kelulusan tahun 1991, dan ijazah SMA Negeri I Sentani dengan Nomor Seri : 18 OB oc 0806410 kelulusan tahun 1995.

Meski di goyang isu ijazah palsu bahkan sampai di makzulkan oleh DPRD lewat Hak Angket Pansus DPRD yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (incraht) oleh Mahkamah Agung melalui putusan Nomor : 01 P/KHS/2017 tertanggal 9 Maret 2017, tapi ia tidak tersentuh tangan hukum, bahkan Mendagri pun tak kuasa melengserkannya dari kursi Bupati Mimika, dan ia menuntaskan masa jabatannya sampai lima tahun.

Dan pada Pilkada 2018 tahun ini, yang bersangkutan kembali maju sebagai Calon Bupati untuk periode kedua, anehnya ijazah SMP dan SMA yang digunakan untuk mendaftar bukan ijazah SMP Negeri 9 Jayapura dan SMA Negeri I Sentani lagi tapi menggunakan ijazah SMP Walio dan SMA Swasta Ilham Diuakui Ujung Pandang, namun untuk ijazah SMA Ilhamnya tahun kelulusannya 1994 lebih cepat setahun dari kelulusan di ijazah SMA Negeri I Sentaninya yang sebelumnya dikatakan palsu.

Akibat kekisruhan dokumen ijazahnya itulah, meski berhasil menyapu bersih semua dukungan partai politik di DPRD Kabupaten Mimika, sehingga di dukung oleh 9 partai politik, namun Bakal Pasangan Calon Eltinus Omaleng yang berpasangan dengan Johannes Rettob (Omtob) harus menerima kenyataan bahwa dirinya dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) melalui Pleno Penetapan KPUD Mimika yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Sentani, ibukota Kabupaten Jayapura, Minggu (18/2/2018).

Dimana menurut hasil verifikasi faktual yang dilakukan oleh KPUD Mimika, Bakal Calon Bupati Eltinus Omaleng yang juga adalah Bupati Mimika (petahana-Red) tidak memenuhi salah satu syarat calon yakni keabsahan ijazah, namun hingga kini belum ada penjelasan resmi dari KPUD Mimika, ijazah Bupati di pendidikan apa yang dianggap tidak memenuhi syarat untuk digunakan sebagai persyaratan calon Bupati.

Terkait putusan KPUD Mimika tersebut juga, dari informasi yang diterima Lingkar Papua, Eltinus Omaleng dan timnya tengah mempersiapkan gugatan ke Bawaslu.

Dari 7 bakal pasangan calon yang mendaftar di KPUD Mimika beberapa waktu lalu, hanya 4 bakal pasangan calon yang ditetapkan Memenuhi Syarat, dan keempatnya dari jalur perseorangan, sedangkan dua pasangan calon lainnya yang juga lewat jalur perseorangan juga dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Keempat pasangan calon lewat jalur perseorangan yang ditetapkan oleh KPUD Mimika adalah Petrus Yanwarin – Alpius Edoway (Petraled), Hans Magal – Abdul Muis (HAM), Robert Waoropea – Albert Bolang (RnB) dan Wilhelmus Pigai – Athanasius Allo Rafra (MUSA), sedangkan dua pasangan calon perseorangan lainnya yang digugurkan oleh KPUD Mimika diantaranya Philipus Wakerkwa – H. Basri (PhilBas) dan Maria Florida Kotorok – Yustus Way (MariYus), dimana menurut verifikasi KPUD Mimika jumlah dukungan kedua pasangan calon tersebut tidak memenuhi syarat minimal dukungan 22.273 KTP.

Kasus dugaan ijazah palsu yang mengganjal Eltinus Omaleng sebenarnya bukan kasus baru, karena sebelumnya sudah ada putusan incraht dari Mahkamah Agung RI yang menguatkan putusan Pansus Hak Angket DPRD Mimika tentang pemakzulan Eltinus Omaleng dari jabatannya sebagai Bupati Mimika karena terbukti menggunakan ijazah palsu saat mendaftar pada Pilkada 2013 lalu.

Baca Juga:  Enembe Pimpin Ratas DPD Demokrat Semalam, Tiga DPC Ditunjuk Pelaksana Tugas ?

Namun Bupati yang satu ini terkesan kebal hukum sehingga meski sudah ada putusan Mahkamah Agung yang incraht, tidak ada tindakan dan sanksi dari Kemendagri untuk memberhentikannya sebagai Bupati Mimika sampai akhir masa jabatannya, termasuk juga proses hukum terhadap dugaan ijazah palsunya itu terkesan ‘ di diamkan” oleh Polda Papua dengan alasan kekurangan bukti alias tidak ada bukti yang cukup.

Berdasarkan data dan keterangan Komisioner KPU Mimika kepada Pansus Hak Angket DPRD Mimika, saat mendaftar lewat jalur perseorangan pada 10 Juli 2013 lalu sesuai dengan lampiran data Model B-KWK Perseorangan, Eltinus Omaleng melampirkan ijazah SMP dengan Nomor Seri : OA ob 0074657 tahun 1991 yang dikeluarkan oleh SLTP Negeri 9 Jayapura, sedangkan ijazah SMA-nya menggunakan ijazah yang dikeluarkan oleh SMA Negeri I Sentani dengan Nomor Seri : 18 OB oc 0806410 tahun kelulusan 1995.

Seperti yang terungkap dalam Salinan Putusan Mahkamah Agung Nomor : 01 P/KHS/2017 tertanggal 9 Maret 2017 bahwasanya sebelum menggunakan kewenangannya untuk impeachment atau memakzulkan (melengserkan-Red) Eltinus Omaleng dari kursi 01 Mimika melalui SK DPRD Nomor 4 Tahun 2016 tertanggal 24 November 2016, DPRD Mimika telah membentuk Pansus Hak Angket yang tugasnya adalah melakukan penyelidikan terkait dugaan ijazah palsu yang dituduhkan kepada Eltinus Omaleng, Bupati Mimika periode 2014 – 2019.

Dari penyelidikan Pansus Hak Angket tersebut terungkap ijazah SMP Eltinus Omaleng dengan Nomor Seri : OA ob 0074657 tahun 1991 yang dikeluarkan oleh SLTP Negeri 9 Jayapura, dimana yang menanda tangani ijazah dimaksud adalah Dra. Yuyun Nariah, dimana dugaan sementara waktu itu, bahwasanya di duga Eltinus Omaleng bersekolahnya di SMP Yayasan Pendidikan 45, namun saat mengikuti ujian digabungkan dengan SMA Negeri 9 Jayapura.

Pansus Hak Angket DPRD Mimika yang berkunjung langsung dan berjumpa dengan Kepala Tata Usaha Yayasan Pendidikan 45 Jayapura pada 29 September 2016 di dapati keterangan bahwa ijazah SMP yang digunakan Eltinus Omaleng di duga palsu atau di palsukan dengan mencatut nama sekolah dimaksud.

Dalam jawaban tertulisnya melalui surat Nomor : 421.3/101a/2016 tertanggal 1 Oktober 2016, Kepala Sekolah SMP Yayasan Pendidikan 45 Jayapura, Sdr. Langgau, S.Pd, M.Pd  menjelaskan bahwa Eltinus Omaleng tidak pernah bersekolah di SMP Negeri 9 Jayapura, dan bila melihat tahun kelulusan di ijazah yang mencantumkan tahun 1991, padahal tahun 1991 itu SMP tersebut belum ada.

“nama Kepala Sekolah yang tanda tangan ijazah tertera Yuyun Nariah pada tahun 1991, sedangkan Yuyun Nariah baru menjabat sebagai Kepala Sekolah pada tahun 1993 dimana SMP Yayasan Pendidikan 45 Jayapura baru bergabung dalam pelaksanaan Ujian Akhir Nasional”, kata Langgau, S.PD, M.Pd, Kepala Sekolah SMP Yayasan Pendidikan 45 Jayapura ketika itu

Terkait ijazah SMA Negeri I Sentani Pansus Hak Angket pada 29 September 2016 telah bertemu dengan Kepala Sekolah SMA Negeri I Sentani yang beralamat di Jalan Kemiri – Sentani, yang dulunya bernama SMA Negeri III Sentani.

Baca Juga:  Timnas U-19, Dua Kali Uji Coba Kalah Melulu, Ini Tanggapan Indra Sjafri

Dominggus Marani, Kepala Sekolah SMA I Sentani melalui surat Nomor : 271/SMA I/JPR memastikan bahwa ijazah SMA yang digunakan oleh Eltinus Omaleng adalah ijazah palsu atau dipalsukan oleh yang bersangkutan dengan mencuri data – data alumni SMA Negeri I yang lulus pada tahun dimaksud.

“Sdr. Eltinus Omaleng tidak pernah bersekolah di SMA Negeri I Sentani yang dahulu bernama SMA Negeri III Sentani, nama dimaksud juga tidak terdaftar dalam Buku Induk Siswa yang lulus pada tahun 1995”, kata Dominggus Marani memberikan jawaban tertulis kepada Pansus Hak Angket saat itu.

Ia juga mengungkap kepalsuan dari ijazah yang digunakan Eltinus Omaleng, dimana Nomor Induk Siswa (NIS) yang dicantumkan pada ijazah palsu tersebut yakni NIS 2842 sebenarnya adalah NIS milik orang lain, yang terdaftar atas nama Sdri. Fransina Pikindu, sedangkan Nomor Seri Ijazah nya, 18 OB oc 0806410 terdaftar atas nama milik Sdr. David Moses.

Pansus Hak Angket DPRD Mimika juga menemui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua, dimana sesuai aturan saat mendaftar sebagai Calon Bupati semua ijazah yang dilampirkan wajib di legalisir oleh SKPD terkait sebagai bukti keabsahan.

Melalui surat nomor : 420/1323 tertanggal 3 Oktober 2016 Kadinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua juga menguatkan bahwa ijazah yang digunakan oleh Eltinus Omaleng di duga adalah ijazah palsu atau di palsukan.

“melihat fotokopi ijazah SMP Tahun 1991 Nomor Seri OA ob 0074657 atas nama Eltinus Omaleng bentuk atau model dan ketebalan tulisan tangannya berbeda dengan ijazah orang lain pada sekolah dan tahun yang sama, padahal seharusnya sama karena biasanya penulisan ijazah dilakukan oleh satu orang, juga nama sekolah dan stempelnya berbeda dimana nama sekolahnya adalah SLTP Negeri 9 Jayapura sedangkan capnya adalah SLTP Negeri 3 Jayapura”, jelas Kadinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua.

Demikian juga dengan bentuk / model fisik Ijazah SMA yang digunakan Eltinus Omaleng yang dikeluarkan tahun 1995, ketebalan tulisan tangannya berbeda dengan ijazah lainnya yang dikeluarkan oleh sekolah yang sama pada tahun yang sama pula.

Berdasarkan temuan data dan fakta tersebutlah sehingga Pansus Hak Angket DPRD Mimika meyakini bahwa ijazah yang digunakan Eltinus Omaleng saat mendaftar sebagai Calon Bupati lewat jalur perseorangan pada 10 Juli 2013 lalu adalah ijazah palsu atau dipalsukan, sehingga yang bersangkutan telah melakukan pembohongan publik, penipuan, pemalsuan surat dan dokumen dan melanggar Pasal 184 UU Nomor 8 Tahun 2015 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota dengan sanksi pidana yang menanti maksimal 6 tahun dan denda Rp 72 juta.

Secara politis dan pejabat negara, Bupati Mimika juga di duga melanggar sumpah / janjinya, dan melanggar Pasal 80 dan Pasal 82 UU Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah, dengan sanksi pemberhentian dari jabatan, namun sayangnya hingga kini putusan impeachment DPRD Mimika tersebut tidak pernah di eksekusi.

Terkait dugaan ijazah palsu yang di alamatkan kepadanya, Eltinus Omaleng punya cerita sendiri soal ikhwal ijazahnya itu, seperti di lansir AntaraNews.com, Selasa, 16 Januari 2018 dan sejumlah media lainnya Eltinus Omaleng menuturkan bahwa saat mendaftar di Pilkada 2013 lalu ia menggunakan ijazah S1 dengan gelar Sarjana Ekonomi dari Perguruan Tinggi Adi Niaga Bekasi.

Baca Juga:  Ini Tanggapan Ketua DPRP Terkait Ancaman PDI P dan Gerindra Tarik Diri dari Pansus

Eltinus mengaku menamatkan pendidikan Sekolah Dasar di Tembagapura dan kemudian melanjutkan SMP di Fakfak.

“Saya sekolah sampai kelas III SMP di Fakfak. Karena situasi saat itu (sekitar tahun 1980-an) susah, saya kembali ke Tembagapura. Saya sempat bekerja sebagai supir bus Freeport di Pelabuhan Cargo Dok Portsite Amamapare mengikuti orang tua angkat saya bernama Sukri,” tutur Eltinus seperti di lansir AntaraNews.com.

Selanjutnya, Eltinus bersama Sukri berangkat menuju Makassar. Di Kota Daeng itu, Eltinus melanjutkan pendidikan SMP di SMP Waliyo Panakukang, Makassar hingga tamat. Dimana Eltinus mengaku hanya bersekolah selama 6 bulan di SMA Waliyo Panakukang Makassar dan mendapatkan ijazah SMP.

Beberapa tahun kemudian, Eltinus melanjutkan pendidikan SMA Swasta Ilham Diakui Ujung Pandang di Makassar, dan berbekal ijazah SMA Swasta Ilham Diakui Ujung Pandang itulah ia melanjutkan studi di Perguruan Tinggi Adi Niaga Bekasi hingga mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi.

Dengan dasar cerita itulah sehingga pada Pilkada 2018 kali ini, Eltinus Omaleng kembali maju di Pilkada Mimika 2018 dan telah mendaftar menggunakan ijazah SMP Walio Panakukkang Makassar dan ijazah SMA Swasta Ilham Diakui Ujung Pandang.

Dari copian ijazah Eltinus Omaleng yang di keluarkan oleh SMA Swasta Ilham Diakui Ujung Pandang yang beredar di masyarakat tercantum Eltinus Omaleng lulus dari SMA Swasta Ilham Diakui Ujung Pandang tahun 1994, dimana kelulusannya ditetapkan melalui Keputusan Kepala Kantor Wilayah Depdikbud Provinisi Sulawesi Selatan Nomor : 058/Kep/106/H/1994  tertanggal 2 Maret 1994.

Sebagaimana tercantum dalam ijazah dimaksud, Eltinus Omaleng kelahiran 15 Oktober 1972 disebutkan terdaftar sebagai siswa di sekolah itu dengan Nomor Induk Siswa : 91003, ijazahnya sendiri di tanda tangani oleh Dra. H. Saleha tertanggal 23 Mei 1994.

“hasil verifikasi di lapangan, sekolah sekolah itu sudah di tutup dari Dinas P dan P setempat juga telah mengeluarkan surat pernyataan bahwasanya ijazah atas nama Eltinus Omaleng tersebut tidak bisa di terima untuk di tindak lanjuti”, kata Theodora Ocepina Magal, SKM, Ketua KPUD Mimika kepada wartawan terkait alasan keputusan KPUD menggugurkan pasangan Eltinus Omaleng – Johhanes Rettob sebagai pasangan calon karena di duga menggunakan ijazah palsu.

Sepeti dilansir kabarmakassar.com, pada Rabu, 31 Januari 2018 lalu Ketua KPUD Mimika, Theodora Ocepina Magal bersama Panwaslu Mimika telah melakukan verifikasi faktual dengan bertemu langsung Ismunandar, Kadinas Pendidikan Kota Makassar untuk memastikan keabsahan ijazah SMP Wolio dan SMA Swasta Ilham Diakui Ujung Pandang yang di miliki oleh Eltinus Omaleng.

Kepada kabarmakassar.com, Ketua KPUD Mimika mengakui telah bertemu dengan Ketua Yayasan SMA Swasta Ilham Diakui Ujung Pandang, dan pihak yayasan ketika itu memberikan surat keterangan bahwasanya benar Eltinus Omaleng pernah bersekolah di SMA Swasta Ilham Diakui Ujung Pandang.

Namun sayangnya pihak Yayasan tidak mampu memberikan bukti – bukti pendukung kebenaran surat keterangan yang dikeluarkannya itu dengan alasan dokumen pendukung di maksud sudah musnah karena banjir, dan ketika pihak sekolah di minta menunjukkan bukti pendukung lainnya berupa menyebutkan 3 orang saksi hidup yang seangkatan dengan Eltinus Omaleng, pihak sekolah juga tidak bisa menghadirkan data pendukung dimaksud. (***)

Penulis            : Walhamri Wahid
Sumber           : diolah dari berbagai sumber

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*