Lukas Enembe dan Klemen Tinal Cuti Kampanye Hingga April, Hari Ini Mendagri Lantik Mantan Pejabat BIN Jadi Pjs Gubernur Papua

Mendagri Tjahjo Kumolo ketika melantik Mayjen TNI (Purn) Soedarmo sebagai Pjs Gubernur Papua, hari ini, Senin (26/2/2018). (Foto : ist)

LINGKARPAPUA.COM, JAKARTA—Meski masa jabatan Lukas Enembe dan Klemen Tinal sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Papua hingga bulan April 2018 mendatang, namun karena keduanya telah di tetapkan sebagai Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Papua Periode 2018 – 2023 sehingga sesuai aturan keduanya harus mengambil cuti selama menjalani masa kampanye.

Dan demi berjalannya roda pemerintahan di Provinsi Papua per hari ini, Senin (26/2/2018), Mendagri telah melantik Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Papua hingga bulan April 2018, saat masa cuti di luar tanggungan negara Lukas Enembe – Klemen Tinal selesai, dan juga sekaligus masa jabatan keduanya berakhir di bulan yang sama.

Seperti dikutip Lingkar Papua dari laman https://asn.id/berita/11990/hari-ini-kemendagri-lantik-dua-pejabat-penting selain Mayjen TNI (Purn) Soedarmo, hari ini Mendagri juga melantik Hadi Prabowo sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri, dimana sebelumnya ia menjabat sebagai Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), dan juga pernah menjadi Penjabat Gubernur Kalimantan Tengah (2015-2016).

Sedangkan Mayjen TNI (Pur) Soedarmo saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Dirjen Polpum) Kementerian Dalam Negeri, dimana sebelum menduduki posisi Dirjen Polpum Kemendagri pada tahun 2015 lalu, Soedarmo merupakan Perwira Tinggi Badan Intelijen Negara (BIN), sebagai Staf Ahli bidang Ideologi dan Politik BIN.

Baca Juga:  Djuli Mambaya Akhirnya Angkat Bicara

Ini bukan kali pertama Soedarmo di dipercaya menduduki posisi Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur, pada 27 Oktober 2016 ia juga di lantik Mendagri, Tjahjo Kumolo sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh selama empat bulan, karena Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh ketika itu ikut Pilkada.

Hadir dalam pelantikan Soedarmo sebagai Pjs Gubernur Papua, Senin (26/2/2018) hari ini Gubernur Papua, Lukas Enembe, Kapolda Papua Irjen (Pol) Boy Rafli Amar dan sejumlah pejabat teras Papua lainnya.

“Karena Gubernur dan Wakil Gubernur Papua cuti kampanye, sampai April dalam melaksanakan kebijakan politik pembangunan di Papua, Pak Soedarmo harus bisa tetap berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Pak Lukas, sekaligus membangun konektivitas dengan Gubernur Papua Barat,” kata Tjahjo dalam sambutannya di Jakarta, Senin (26/2/2018) seperti di kutip dari laman https://asn.id

Gubernur Papua, Lukas Enembe dalam sambutannya mendukung penunjukan Soedarmo sebagai Pjs Gubernur Papua, karena dengan segudang pengalamannya di militer khususnya di bidang intelijen, Gubernur berharap mantan pejabat teras BIN itu mampu meredam potensi konflik yang berpotensi muncul selama hajatan Pilkada di Provinsi Papua, dimana selain Pemilihan Gubernur Papua, juga ada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di 6 kabupaten lainnya.

Baca Juga:  6% Dana Otsus Untuk Adat, Perempuan dan Agama Kemana ?

“Kami, masyarakat Papua, mendukung penuh penunjukan oleh Pak Mendagri, dengan ditunjuk Dirjen Polpum itu tepat bagi masyarakat Papua. Beliau berpengalaman dalam menjalankan pemerintahan,” kata Lukas Enembe dalam sambutannya.

Penelusuran Lingkar Papua dari berbagai sumber, Mayjen TNI (Purn) yang lahir di Tulung Agung, Jawa Timur, 28 September 1956 itu lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) tahun 1983 itu mempunyai pengalaman luas di bidang pertahanan dan intelijen.

Ia tercatat pernah berdinas di Pusat Intelijen Angkatan Darat (Pusintelad) dan menjalankan tugas operasi pertahanan di Dili, Timor Timur dan Irian Jaya bersama Gatot Nurmantyo, yang sekarang menjabat sebagai Panglima TNI.

Ayah dari dua orang putra dan dua putri tersebut kemudian berkiprah di luar negeri sebagai Atase Pertahanan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura dari tahun 1995 hingga 1998, dan Staf Bidang Hukum dan Keamanan KBRI Malaysia dan Atase Pertahan di KBRI Bangkok, Thailand dari tahun 2003 hinga 2006.

Baca Juga:  Hilirisasi Tambang Dorong Indonesia-sentris

Setelah bertugas di berbagai negara dalam bidang pertahanan dan keamanan, Soedarmo kemudian bergabung dengan BIN dengan posisi sebagai Direktur Sumatera dan Kalimantan Deputi II BIN sebelum kemudian dilantik sebagai Kepala BIN Daerah (Kabinda) Kalimantan Timur pada 6 Maret 2012, dan Staf Ahli Bidang Ideologi dan Politik BIN pada 15 September 2014.

Terhitung sejak 26 Juni 2015, suami dari Ida Yuliati Soedarmo itu mengakhirinya karirnya di BIN dan TNI setelah mendapat kepercayaan untuk mengisi jabatan sebagai Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri.

Belum genap setahun menjabat di Kementerian Dalam Negeri, Soedarmo mendapat apresiasi dari berbagai pihak terhadap kinerjanya, terutama menyangkut dengan keberhasilan penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) serentak di 269 daerah di Indonesia pada 9 Desember 2015 silam.

Sebagai seorang dengan latar belakang pendidikan militer, Soedarmo selalu menjalankan tugasnya dengan tingkat kedisiplinan yang tinggi serta menjunjung tinggi dasar negara, hukum dan pemerintahan tanpa terkecuali. (***)

Penulis             : Walhamri Wahid
Editor               : Walhamri Wahid

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*