Petani Keluhkan Gabah Murah dan Irigasi, JWW Janji Tidak Akan Datangkan Beras Dari Luar Kalau Jadi Gubernur

Calon Gubernur Papua Nomor Urut 2, John Wempi Wetipo, SH, MH saat bersama – sama Wakil Bupati Merauke, Sularso melakukan panen padi di Distrik Semangga, Merauke. (Foto : Tim JOSUA/ Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, MERAUKE— Calon Gubernur Papua nomor urut 2, John Wempi Wetipo (JWW) berjanji tidak akan mendatangkan beras dari luar Papua, kalau dirinya terpilih menjadi Gubernur, karena menurutnya produksi dan hasil panen dari Kabupaten Merauke sebenarnya selama ini sudah cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan beras di Papua.

“saya sudah pernah tanya kepada Kadivre Bulog Papua, kenapa kita tidak membeli hasil beras dari Merauke seluruhnya, pada hal Bulog sendiri masih membeli beras dari Makassar dan Surabaya, kalau Merauke sanggup, ngapain kita datangkan dari luar”, kata JWW dalam kampanye tatap muka dan pertemuan terbatas dengan para petani di Kampung Semangga Jaya, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Selasa (13/3/2018) kemarin.

Baca Juga:  Generasi Muda Terjangkit Narkoba, Kota Jayapura Kok Belum Ada BNN ya ?

Menurut JWW, sepengetahuannya produksi beras dari Kabupaten Merauke mencapai 100 ton per tahun, tetapi Bulog hanya mampu membeli 50 ton saja itu juga dengan harga Rp. 7.000 / Kg, yang berdasarkan keluhan warga masyarakat harga jual gabah tersebut masih sangat murah bagi para petani.

“kalau kita bisa beli dengan harga Rp. 9.000 / Kg sesuai keinginan para petani, kenapa tidak, kalau memang produksi Merauke masih cukup untuk kebutuhan seluruh Papua untuk apa kita harus datangkan dari luar, harusnya produksi dari Merauke ini yang kita distribusikan ke kabupaten bahkan sampai ke pegunungan dan seluruh Papua, tidak perlu lagi datangkan dari luar, jadi harga gabah naik, petani untung, dan kita bangga konsumsi beras hasil produksi papua sendiri, kalau saya jadi Gubernur itu akan saya wujudkan”, kata JWW di sambut tepuk tangan para petani yang hadir.

Baca Juga:  Ini Cara Rakyat Malaysia Bantu Pemerintahnya Bayar Hutang Negara Rp. 3.500 Triliun

Kampanye tatap muka pasangan calon nomor urut 2, John Wempi Wetipo – Habel Melkias Suwae (JOSUA) di Kampung Semangga Jaya selain dilakukan tatap muka dan dialog, JWW juga berkesempatan melakukan panen padi bersama para petani, dalam tatap muka sejumlah keluhan di sampaikan para petani kepada Calon Gubenrur Nomor urut 2 tersebut secara langsung.

“sebagai anak petani, orang tua kami sering mengeluh kesulitan untuk memperoleh uang, karena hasil panen yang kurang bagus karena kurang air, demikian juga dengan harga beras sangat murah, tidak sebanding dengan biaya dan tenaga yang di keluarkan”, kata Surtyningsih, salah satu mahasiswi mewakili orang tua dan para petani lainnya menyampaikan keluh kesah dan kesulitan yang dihadapi oleh para petani selama ini.

Baca Juga:  Tolak Ngantor di Kantor Bupati Baru, Watae Mau Kembali Ke Titik Nol

Surtyningsih berharap jika JWW – HMS terpilih nanti, para petani di kampung Semangga dan di Merauke tidak lagi ada keluhan masalah pertanian.

“Sejak saya tiba di Tanah Animha ini, para petani sudah banyak menyampaikan keluhan kepada saya, kalau Tuhan berkenan kami berdua jadi Gubernur – Wakil Gubernur maka Merauke menjadi perhatian khusus, karena Merauke adalah lumbung padi nasional dan untuk Papua”, jkata JWW di hadapan masyarakat Kampung Semangga Jaya, Selasa (13/3/2018).

Menurut JWW, visi misinya dengan HMS adalah Papua Cerdas dan Sejahtera, dimana untuk mencapai hal tersebut program – program yang di susun berorientasi bagaimana menjawab kebutuhan dan persoalan yang dihadapi oleh masyarakat Papua berbasis wilayah adat, karena tiap daerah pasti memiliki karaktersitik dan persoalan yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang berbeda pula. (***)

Penulis            : Faizal Narwawan
Editor             : Walhamri Wahid
Sumber           : Release Tim JOSUA

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*