Pigai : Berkat Program Gerbang Mas LUKMEN, Kopi Enauto dan Muanemani Dilirik Investor Asing

Frans Pigai, mentor dua Kelompok Tani di Kabupaten Dogiyai yang berhasil mengembangkan kopi Dogiyai berkat dukungan dari Pemerontah Provinsi Papua melalui Program Gerbang Mas Hasrat Papua yang di gagas oleh pasangan calon LUKMEN di periode pertama kepemimpinan mereka. (Foto : Titie/ Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, DOGIYAI—  Pengembangan komoditas unggulan kopi di Kabupaten Dogiyai selama ini tidak lepas dari campur tangan Pemerintah Provinsi Papua melalui Program Gerbang Mas Hasrat Papua yang di gagas oleh pasangan calon Gubernur – Wakil Gubernur nomor urut 1, Lukas Enembe – Klemen Tinal di periode pertama lalu untuk mendorong tumbuh kembangnya produk local yang berkualitas ekspor.

Hal tersebut di akui oleh salah satu mentor dan pendamping dua kelompok tani di Kabupaten Dogoyai yang selama ini konsen mengembangkan produk kopi yakni Kelompok Tani Enauto dan Kelompok Tani Muanemani Kabupaten Dogiyai.

Baca Juga:  PEJABAT DAERAH ANTARA DISKRESI DAN KORUPSI

“belum lama ini ada investor asing dari Inggris yang datang langsung dan meminta sampel produk yang dihasilkan oleh dua kelompok tani tersebut, hal itu tidak lepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Papua lewat program Gerbang Mas Hasrat Papua yang telah memfasilitasi bangunan pengolahan dan 12 unit mesin pengolah kopi, sehingga waktu pengolahan lebih cepat, hygienes dan mendekati standar kopi yang di harapkan, waktu itu bantuan diterima petani lewat Dinas UKM Dogiyai tahun 2016 lalu”, kata Frans Pigai, pendamping dua kelompok tani yang mengembangkan kopi di Dogiyai kepada Lingkar Papua saat ditemui di kantornya yang tidak jauh dari Bandara Muanemani, Dogiyai, Selasa (13/3/2018) kemarin.

Menurut Frans Pigai, awal – awal mentoring dirinya belum berani melakukan promosi gencar terhadap produk yang dihasilkan oleh para petani, namun dengan adanya dukungan nyata dari Pemerintah Provinsi Papua melalui Program Gerbang Mas Hasrat Papua yang di gagas oleh Gubernur – Wakil Gubernur Lukas Enembe – Klemen Tinal sehingga terjadi peningkatan kapasitas produksi, adanya kepastian produksi sehingga dirinya memberanikan diri mempromosikan produk para petani melalui berbagai medium, salah satunya lewat social media.

Baca Juga:  Pembakaran 22 Rumah Warga di Keerom, Kapolres Bantah Lakukan Pembiaran.

“Dengan bantuan mesin dari Pemprov Papua pada 2016 lalu itu sangat membantu, sehingga saya memberanikan diri untuk mulai mempromosikan hasilnya kepada publik khususnya masyarakat di luar Papua bahkan luar negeri, dan sudah ada dari Inggris yang datang mengambil sampel dan lakukan survey potensi kopi, kita masih menunggu hasil dari mereka”, kata Frans Pigai yang mengaku pernah mengikuti pelatihan di Bondowoso

Untuk itu ia berharap, ke depan perhatian dari Pemerintah baik kabupaten maupun Provinsi akan lebih besar lagi sehingga terjadi peningkatan produksi para kelompok tani dan mampu menjawab permintaan pasar tentunya.

“Memang saat ini hasil yang kami peroleh dari pengelolaan kopi hanya bisa untuk di konsumsi secara lokal dan terbatas, sehingga jika ada dorongan dari pemerintah tentunya kami akan menjaring semua petani kopi di Dogiyai agar dapat memanfaatkan sumber ini sebagai mata pencaharian,” jelasnya.

Baca Juga:  Pasca Insiden 25 Mei Padang Bulan, Penghuni Asrama Mahasiswa Waropen Mengungsi Semua

Menurutnya, bantuan mesin dari Program Gerbang Mas Hasrat Papua yang di gagas LUKMEN di Jilid I sangat membantu Kelompok Tani Kopi, terutama mempersingkat produksi kopi yang sebelumnya membutuhkan waktu 30 – 60 hari, menjadi 14-20 hari.

“jadi kalau dulu kami proses pembuatan dilakukan manual bisa sampai sebulan bahkan dua bulan, sekarang hanya membutuhkan waktu dua pekan lebih”, dan berharap program LUKMEN di Jilid I tetap di lanjutkan lagi apabila keduanya terpilih menjadi Gubernur – Wakil Gubernur di periode ini. (***)

Reporter         : Titie
Editor             : Walhamri Wahid

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*