Dapat Dukungan Penuh di Mimika, Ini Makna Kemandirian Versi Klemen Tinal

Calon Wakil Gubernur Nomor Urut 1, Klemen Tinal, SE, MM saat melakukan kampanye pertemuan terbatas di salah satu hotel di Timika, Jumat (16/3/2018) pekan kemarin. (Foto : Titie/ Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, MIMIKA— Kemandirian itu bukanlah sebuah kondisi dimana seseorang hidup mewah, atau tampil berkelas, tetapi sebuah kondisi dimana seseorang hidup tanpa di bebani oleh sejumlah hutang – piutang, meskipun penghasilan mereka pas – pasan.

Itulah definisi kata mandiri bagi Calon Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal saat menjelaskan visi – misinya yakni Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera di periode II.

“mandiri itu artinya masyarakat Papua harus mampu berkarya dengan kemampuannnya sendiri, yang LUKMEN mau, walaupun kita sederhana dengan penghasilan halal, walaupun cuma 3 juta sebagai tukang ojek, tetapi kalau kita bisa mengelolanya dengan baik sampai bulan berikutnya masih ada simpan dan bisa menabung, tidak ada utang, tidak ada beban, itulah mandiri. Mandiri artinya mampu dan semua orang semua orang di Mimika mampu berdiri, berkarya dengan kemampuannya sendiri”, kata Klemen Tinal dalam orasi politiknya dalam kampanye pertemuan terbatas di salah satu hotel di Timika, Jumat (16/3/2018) kemarin.

Menurutnya masyarakat Papua jangan tertipu dengan janji manis hanya karena melihat penampilan luar, sebab kata Mandiri bukan hanya karena si A punya mobil, rumah besar atau pakai dasi.

Klemen Tinal menegaskan bahwa LUKMEN tidak ingin menjual program atau janji-janji politik kepada masyarakat Papua, khususnya di Kabupaten Mimika, bagi LUKMEN masyarakatlah yang bisa menilai dan merasakan apa yang sudah dilakukan LUKMEN di era kepemimpinan sebelumnya.

“LUKMEN mau bicara juga semua sudah dilakukan lima tahun, jadi kita bicara fakta, fakta dan fakta, memang fakta tidak selalu sempurna, ada yang kurang ada juga yang lebih, yang lain cuma imaginer, khayalan tapi LUKMEN jual fakta”, kata Klemen Tinal dalam orasi politiknya.

Klemen Tinal meyakini apa yang telah dirasakan masyarakat Mimika khususnya dan Papua umumnya adalah kebenaran, sebab orang yang punya niat baik selalu diberikan jalan dan jalan itulah yang diberikan LUKMEN untuk masyrakat Papua.

Baca Juga:  Wabah Campak dan Gizi Buruk di Asmat, Kodam XVII/ Cenderawasih Turunkan 53 Paramedis, 6 Ton Alkes dan Sembako

Ia lalu mencontohkan, saat ia turun ke Pasar, tinjau pembangunan bertemu masyarakat, disitulah ada tanda dan jejak LUKMEN.

“kamu jalan seluruh Timika, semua tidak perlu munafik, ada jejak LUKMEN disana, ada tanda-tanda saya disana, saya ke Pomako, ke pasar, ke jembatan semuanya ada tanda-tanda bekas kerja LUKMEN,” kata Klemen.

Ia berpesan agar seluruh simpatisan, pendukung, dan kader Tim Koalisi Papua Bangkit tidak bosan – bosannya untuk menceritakan apa yang sudah di buat LUKMEN dalam lima tahun sebelumnya.

“Jika ada yang memberikan janji ini dan itu, dan sangat manis terdengar dan enak ditelinga, tapi ingat, apa yang didengar baik belum tentu benar, dan benar sudah pasti baik, faktanya, selama lima tahun sebelumnya, LUKMEN bekerja dan semua berjalan baik, walaupuna belum sempurna, jadi saya mau jual apalagi ? semua sudah ada, kalau sempurna belum, pasti ada yang kurang, jelek-jelek LUKMEN itu penting, jelek-jelek LUKMEN itu selalu diingat, dan jangan lupa nomor 1 !”, kata Klemen dalam orasinya berapi – api.

Didepan pendukungnya, Klemen mengajak seluruh masyarakat Mimika untuk selalu bersyukur dan mengakui kebaikan orang lain dan janganlah menabur kebencian, menurutnya, jika ada yang tidak suka Klemen atau Lukas secara pribadi, sisihkan itu sebagai nomor dua, dan fokuskan kebanggan orang Timika untuk LUKMEN sebagai nomor satu.

“karena ini bukan soal pribadi Klemen dengan kamu, ini bukan pribadi Lukas dengan kamu, tapi ini harga diri orang Mimika, orang Mimika rasa bangga tidak, kabupaten yang baru lahir 2001 bisa memimpin Papua yang sebesar ini ?  banggalah !, Tuhan punya rencana yang indah buat Papua melalui LUKMEN, kita  hanya manusia yang tidak sempurna, tapi kita sebagai alat, menjadi jalan, jembatan agar seluruh rakyat di Papua bisa menyeberanginya menuju keadilan, menuju kesejahteraan”, kata Klemen Tinal memotivasi simpatisan dan pendukungnya.

Ia mengatakan, semua yang hadir disini adalah kader, relawan, yang tentunya sudah memiliki komitmen dalam hati untuk dukung LUKMEN. Komitmen itu, lanjutnya, akan sangat berarti dan memberikan nilai tambah, jika setelah dari tempat ini, sampaikan berita baik kepada handai taulan, keluarga, teman dan sahabat untuk bersama-sama memilik LUKMEN.

Baca Juga:  Panti Asuhan SHALOM Arso VIII, Tempat Memprihatinkan, Tapi Tak Pernah Kelaparan

“jangan simpan dihati saja, sampaikan kepada mereka di rumah, apa yang kita dengar, kita yakini, mari coblos nomor satu,

Klemen Tinal mengucapkan terimakasih untuk Tim Koalisi Papua bangkit yang sudah bersama-sama berjuang untuk pasangan calon nomor 1, menurutnya akan berlaku hukum tabur tuai.

“saat ini menabung maka besok pasti akan menuai, bila hari ini kita kerja keras untuk menangkan LUKMEN, di tempat saudara masing – masing, maka parpol dan kadernya akan menuai pada Pileg 2019, hari ini partai memanggil kalian untuk menangkan LUKMEN, partai tidak minta apa – apa, karena partai hanyalah jembatan saja untuk mengantarkan anda semua ke kursi parlemen, jadi kalau saat ini kita semua kerja, maka 2019 kita akan menuai”, kata Klemen Tinal di hadapan pengurus partai politik yang tergabung dalam Koalisi Papua Bangkit II di Kabupaten Mimika.

Pada kesempatan itu juga sejumlah pernyataan dukungan disampaikan oleh simpatisan dan relawan LUKMEN.

“kenapa harus lanjutkan ? karena hanya LUKMEN yang bisa memperjuangkan aorang Papua, hanya LUKMEN yang tahu isi hati orang Papua, khususnya masyarakat Mimika, kita semua dukung LUKMEN”, kata Martinus Walio, Ketua Koordinator Tim Relawan Koalisi Papua Bangkit II.

Martinus menyebutkan salah satu prestasi dan upaya LUKMEN yang tidak terbantahkan salah satunya adalah kepemilikan saham PT. Freeport Indonesia sebesar 10%.

“bertahun – tahun lamanya kita hanya menonton orang memperebutkan saham PT. FI, karena perjuangan LUKMEN, hingga akhirnya Pemprov dapatkan saham 10%, dan sebesar 7% diantaranya diserahkan ke Mimika dan kabupaten sekitar, ini prestasi, yang sudah terbukti dan teruji, kita harus tahu itu, dan LUKMEN harus menang di Mimika, karena LUKMEN sudah menangkan kita orang Mimika”, kata Martinus Walio dalam orasi politiknya.

Ketua DPD PKPI Papua, Ramses Wally yang juga tampil sebagai Juru Kampanye pada pertemuan terbatas di Mimika pekan kemarin dalam orasinya mengajak seluruh masyarakat di Mimika untuk tidak ragu lagi memilih pasangan calon nomor urut 1, LUKMEN, karena menurutnya pada dasarnya SK Pelantikan LUKMEN sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Papua sudah di siapkan untuk keduanya.

Baca Juga:  Pelatih Persipura Optimis Osvaldo Lolos Timnas

“Sebenarnya SK Mendagri Gubernur/Wakil Gubernur 2018-2023 sudah disiapkan untuk Lukas-Klemen, kita tinggal tunggu tanda-tangan pengesahaannya saja”, kata Ramses Wally optimis dan di sambut tepuk tangan seluruh simpatisan yang hadir.

Kata Ramses Wally, pasangan LUKMEN adalah pasangan yang sudah diberkati dan menyatu dengan alam Amungsa, ia mencontohkan saat beberapa kali pelaksanaan kampanye cuaca di lokasi kampanye selalu mendukung.

“Di Kabupaten Nabire misalnya, sebelum dilakukan kampanye cuaca mendung, tapi setelah Lukas Enembe tiba di lokasi kampanye cuaca langsung cerah, demikian pula di Sentani, Dogiyai dan  Enarotali, bahkan saat Klemen Tinal blusukan di Pasar Sentral Mimika, cuaca sangat cerah dan hujan turun setelah Klemen selesai menyapa masyarakat di Pasar tersebut, jadi ini tanda alam, alat ukur kita yang masih terikat dengan alam, jadi tidak usah ragu, dan pilih yang lain lagi, Nomor 1 saja, LUKMEN”, kata Ramses Wally dalam orasi politiknya.

Jurkam lainnya, Paskalis Kossay, sebagai Ketua Harian DPD Golkar Papua kepada seluruh kader partai politik yang tergabung dalam Koalisi Papua Bangkit II yang ada di Mimika, meminta semua bekerja keras dan bergandeng tangan dengan relawan maupun tim lainnya agar paling sedikit bisa meraih 70% suara di Mimika untuk pasangan LUKMEN.

“suara Mimika minimal 70 persen, itu harus !”, kata Paskalis Kossay dan di jawab oleh simpatisan yang hadir bahwa bukan 70% tapi 100%.

Ketua DPC PKS Kabupaten Mimika, H. Madumau dalam orasi politiknya juga menegaskan bahwa pasangan calon LUKMEN bukan sekedar menebar janji manis, tapi keduanya sudah membuktikan karya nyata.

“LUKMEN sudah terbukti nyata dan fakta, yang memperjuangkan nasib orang Papua, mulai dari pembagian Otsus 80 ; 20, bahkan saham divetasi Freeport 10 persen, dimana tujuh persennya di kelola oleh Kabupaten Mimika, sudah ada bukti, kenapa kita mau pilih yang masih coba – coba dan katanya lagi”, kata Ketua DPC PKS Mimika yang disambut tepuk tangan dan sorak setuju. (***)

Reporter         : Titie
Editor             : Walhamri Wahid

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*