Serahkan 50 Unit Rumah Translok, Bupati Markum Berharap Perekonomian Senggi Terus Berkembang

Bupati Keerom Muh. Markum, SH, MH, MM saat menyerahkan kunci rumah kepada salah satu transmigrasi lokal di SP2 Kampung Woslay dan sambutan yang dilakukannya ditengah-tengah masyarakat yang hadir. (Foto Alfred/Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, KEEROM – Sebanyak 50 unit rumah transmigrasi lokal (translok) diserahkan Bupati Keerom Muh. Markum, SH, MH, MM kepada penghuninya di SP 2 Kampung Woslay Distrik Senggi. Bupati berharap dengan berdirinya kawasan transmigrasi lokal sejalan dengan pengembangan perekonomian di Distrik Senggi.

Pemerintah Kabupaten Keerom, kata Bupati Markum, telah melakukan pendatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan beberapa perusahaan swasta dan Kementrian Desa, untuk mengembangkan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades). Nantinya akan ada berbagai investasi yang masuk untuk mengembangkan berbagai usaha yang cocok untuk setiap distrik di Kabupaten Keerom.

Baca Juga:  Ada Cerita Orang Ketiga Dibalik Gugatan Cerai Istri Sule ?

Khusus untuk Distrik Senggi akan dikembangkan peternakan sapi, karena dari kondisi geografis sangat menunjang pengembangan usaha tersebut. Selain itu ada juga pengembangan perkebunan kakao dan pencetakan 50 hektar sawah.

“Senggi ini telah dihitung berada di ketinggian 700 meter diatas permukaan air laut dan itu sangat cocok untuk peternakan sapi. Karena daerah yang cocok itu harus diketinggian minimal 700 dan maksimal hingga 1000 meter diatas permukaan air laut,” beber Markum saat memberikan sambil berdiri ditengah-tengah masyarakat yang hadir dalam penyerahan rumah pada Minggu (18/03/2018).

Sedangkan untuk pencetakan sawah, kata Bupati lagi, akan bekerjasama dengan TNI untuk membantu pengerjaannya. “Senggi kedepan memiliki potensi pengembangan ekonomi yang menjanjikan, saya berharap bapak dan ibu terus mendukung berbagai program yang turun disini,” bebernya.

Baca Juga:  SMANKOR JAYAPURA, SEKOLAH ATLIT TANPA FASILITAS OLAHRAGA

Dalam kesempatan itu, Bupati Markum juga bercerita, sebenarnya pendirian pemukiman transmigrasi lokal dapat mencapai 500 rumah setiap tahunnya namun pada saat itu Pemerintah Kabupaten Keerom tidak mampu dengan dana sharing yang diwajibkan Pemerintah Pusat sebesar 50 persen.

“Beban APBD kita tidak mampu jika harus dilakukan langsung 500 unit karena kita juga harus bangun bidang yang lain. Makanya dilakukan secara bertahap,”ungkapnya.

Namun untuk tahun ini, lanjutnya, telah ada keringanan dari Pemerintah Pusat soal dana sharing tersebut yang turun mencapai 20 persen. “Tapi syaratnya juga tetap ada, kalau dibangun  500 rumah harus  dipastikan yang menempati itu ada. Kalau dibangun tidak ada yang tempati itu sama saja,” paparnya.

Baca Juga:  Cerita Dibalik Simbol Ukiran Asmat

Dalam kesempatan itu Bupati Keerom juga menyempatkan diri meresmikan gedung SD Negeri Soom Distrik Senggi.

Reporter      : Alfred Kaempe
Editor           : Alfred Kaempe

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*