Bupati Keerom: Gereja Salah Satu Pioner Perintis Perubahan

Bupati Keerom (baju putih) ketika mengikuti acara Konsolidasi Persatuan Kaum Bapak (PKB) Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua, Provinsi Papua dan Papua Barat yang dipusatkan di Arso XVIII. (Foto: Alfred/Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, KEEROM – Bupati Keerom Muh. Markum, SH, MH, MM mengungkapkan pelayanan gereja selama ini sangat membantu dan memudahkan program kerja pemerintah. Dimana pada beberapa tempat pelayanan gereja telah hadir lebih dahulu dalam memberikan perubahan kepada masyarakat.

Untuk itu Bupati merasa sudah sepantasnya peran serta gereja dapat disebutkan sebagai salah satu pioner perubahan di masyarakat.

“Pemerintah mengakui gereja-gereja di Tanah Papua turut serta dalam pembangunan di masyarakat. Banyak tempat dan daerah di Papua yang terlebih dahulu dibuka oleh penginjil, guru jemaat dan pendeta atau pastor lalu pemerintahan masuk melaksanakan pembangunan sehingga tidak salah kalau kita katakan kalau gereja dapat menjadi pioner dalam merintis perubahan di masyarakat,” ujar Bupati Keerom dalam acara Konsolidasi Persatuan Kaum Bapak (PKB) Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua, Provinsi Papua dan Papua Barat yang dipusatkan di Arso XVIII, Rabu (21/03/2018).

Baca Juga:  5 Alasan Backpacker Adalah Cara Traveling Paling Asyik

Peran agama, kata Bupati, sangat dibutuhkan didalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa maupun bernegara. Dimana dengan kehidupan beragama manusia akan belajar dan mengerti tentang keadilan, persatuan, kasih damai sejahtera, dan hidup yang toleran demi kemajuan dimasa yang akan datang.

Pemerintah Kabupaten Keerom yang memiliki visi terwujudnya jati diri masyarakat Keerom yang mandiri dan bersahaja sebagai beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia, menurut Bupati Markum, sangat membutuhkan peran serta seluruh agama untuk melaksanakan visi tersebut.

“Sebagai pemerintah kami juga menyadari bahwa Klasis Keerom barulah efektif tahun 2016 tapi proses pelajaran Injil Kristen protestan sudah berjalan jauh sebelumnya. Sejak tahun 1936 di Arso, 1947 di Senggi dan tahun 1984 diwilayah transmigrasi. Dan itu sangat membantu tugas kami selaku pemerintah,” ucap Bupati dalam kegiatan yang akan digelar selama tiga hari tersebut.

Baca Juga:  Langkah Membuka Usaha Kafe

Untuk itu kedepan Bupati Markum memastikan pihaknya akan terus bekerjasama dan menjadi mitra gereja dalam menjalankan proses pembangunan di Kabupaten Keerom. Terutama pemerintah akan mendukung pelayanan yang dilakukan gereja dalam memberitakan Injil kepada seluruh umat Nasrani yang ada di Kabupaten Keerom.

“Saya sangat mengingat apa yang selalu dipegang teguh oleh Almarhum Bapak Celsius Watae. Beliau bilang untuk bangun Keerom ada tiga hal yang tidak bisa terpisah yaitu pemerintah, agama dan adat. Tiga tungku ini harus bersatu padu dan ini yang saya pelajari dari beliau dan akan saya lanjutkan hal itu,” ungkap Markum.

Untuk itu Bupati berharap, gereja terus berkarya memberitakan Injil yang holistik sebagai wujud gereja yang dewasa, mandiri dan misioner.

Baca Juga:  Ada Aksi Protes ASN Asli Keerom di Pelantikan 531 Pejabat Eselon III dan IV

Reporter      : Alfred Kaempe
Editor           : Alfred Kaempe

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*