Motif Khas Toraja Ini Tersohor Hingga ke Dubai

Desainer Decy Ramona bersama model – modelnya. (Foto : dok. Decy Ramona)

Pa Tangke Lumu Situru, artinya keluarga yang hidup rukun, Tangke berarti cabang atau tangkai, Lumu’ artinya lumut dan Situru artinya sejalan dengan tujuan

Oleh    : Narada Putra / Walhamri Wahid
Satu lagi kekayaan khazanah Nusantara berhasil go public di dunia fashion internasional, kali ini motif dari Tanah Toraja yang terkenal dengan keunikan adat istiadatnya, motif busana khas Toraja pa tangke lumu’ toraja karya perancang busana yang sering mengangkat motif khas Sulawesi Selatan, Decy Ramona ditampilkan dalam ajang internasional, Dubai International Fashion Week 2018, Sabtu (7/4/2018) kemarin.

Seperti di lansir antaranews.com, bukan kali ini saja Decy Ramona memperkenalkan motif – motif khas Sulawesi Selatan ke manca negara, sebelumnya pada September 2017, ia juga sudah memperkenalkan motif Barre Allo (Matahari Terbit) di Amerika Serikat dengan brand Tyramona.

Baca Juga:  GEGER....... MAYAT BAYI DI TEMPAT SAMPAH

“koleksi saya ditujukan untuk menengah ke atas di Dubai”, kata Decy Ramona dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/4/2018) pekan lalu, dikutip dari antaranews.com.

Dalam lansiran kumparan.com juga, Decy menjelaskan makna dari pada pengertian Pa’ Tangke Lumu Toraja yaitu diambil dari kata ‘Lumut’ pengertian dalam masyarakat Toraja adalah, keharmonisan keluarga untuk hidup rukun. Dimana tangke’ berarti cabang atau tangkai, sedangkan lumu’ artinya tanaman lumut, yang banyak berkeliaran di daerah tropis dan berbagai daerah lainnya. Terangkatnya motif ini membuat ketertarikan satu sama lain saling terikat.

“Motif (Toraja) ini memiliki daya tarik tersendiri. Saya coba untuk bisa perkenalkan di dalam negeri dan luar negeri. Supaya mereka bisa mengenal kalau Indonesia itu luas dan masih banyak yang bisa digarap,” papar Decy kepada kumparanSTYLE di Restoran Seroeni, Jakarta Selatan, Senin (2/4) di kutip dari kumparan.com.

Baca Juga:  "35 TAHUN TANAH KAMI DI RAMPAS DENGAN TIPU DAYA OLEH PEMERINTAH DAN PTPN II ARSO"

Mengusung motif tradisional, Decy mencoba mengkreasikan motf pa tangke lumu’  dengan sedikit berbeda, lebih mewah dan elegan dengan sentuhan payet-payet dan desain yang lebih modern, dengan motif daun sirih dan daun bolu agar lebih hidup berwarna.

Desain yang ia buat modern tanpa meninggalkan sifat-sifat cultural yang kuat, sehingga yang memakai desain tersebut dapat merasakan makna serta membawa berkat bagi masyarakat umum.

Menurut Decy, setiap desain besar yang dirancangnya selalu dimulai dengan melakukan riset yang mendalam, mulai dari motif  tradisional yang akan diangkat, pemilihan bahan hingga desain baju itu sendiri.

“Motif ini memiliki arti di baliknya, sesuatu yang penting untuk masyarakat Toraja. Setiap motif ada story di baliknya,” tambah Decy, di kutip dari kumparan.com

Baca Juga:  Ini Penyebab Palang Parkir Otomatis Bandara Sentani Hanya Jadi Hiasan

Proses pembuatan keseluruhan busana yang dipamerkannya di Dubai International Fashion Week 2018 memakan waktu satu bulan.

Decy merupakan salah satu perancang busana yang selalu mengangkat motif-motif khas Toraja. Sebelum tampil dalam ajang pagelaran busana di New York, Amerika Serikat dan Dubai, ia juga pernah tampil di pergaan busana internasional di Belanda dan Malaysia.

Decy Ramona mulai merintis di dunia pagelaran busana sejak tahun 2011. Selama 7 tahun berkarir di dunia mode, Decy selalu konsisten mengangkat tema tema motif khas Toraja, Bugis dan Mandar. (***)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*