Ada Yang Beda di Perayaan HUT Keerom Ke- 15 Tahun Ini

Bupati Keerom Muh. Markum, SH, MH, MM bersama Ketua DPRD Keerom Syahabuddin, SP didampingi Sekretaris Daerah Keerom Drs. Blasius Waluyo Sejati, MM, Wakil Ketua II DPRD Keerom Nahor Sibiar dan Ketua PKK Cici Mintarsih Markum saat melakukan pemotonga tumpeng sebagai puncak dari perayaan HUT Kabupaten Keerom ke 15 Tahun. (Foto: Alfred/Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, KEEROM—Berbeda dengan perayaan – perayaan HUT Kabupaten Keerom di tahun sebelumnya, pada perayaan HUT Keerom Ke- 15 tahun ini nuansa keragaman dan kebhinekaan jelas sekali terasa dari tamu undangan yang hadir, di samping sejumlah prestasi dan pencapaian yang telah di capai dalam 15 tahun ini tentunya.

Perbedaan dalam perayaan HUT Keerom ke- 15 yang di lakukan dalam bentuk upacara bendera tersebut terlihat dalam busana yang digunakan oleh tamu dan undangan serta peserta upacara bendera, dimana semua hadir menggunakan pakaian adat daerah masing – masing, termasuk para pejabat teras di lingkungan Pemda Keerom.

“Ini memang dibuat panitia untuk memperlihatkan bahwa Keerom ini banyak dihuni suku bangsa namun kita semua menyatu disini dan bertujuan sama yaitu membangun Keerom. Memang didalam undangan kita intruksikan untuk menggunakan baju adat masing-masing”, kata Drs. Irwan, MMT, Ketua Panitia HUT Keerom ke-15, Kamis (12/4/2018).

Baca Juga:  Keputusan DPP, Musda DPD Golkar Papua Akhir Bulan Ini di Jakarta

Terlihat Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM meski menggunakan jas resmi namun tetap memadukannya dengan batik khas Jawa, Ketua DPRD Keerom Syahabudin, SP hadir dengan pakaian adat Sulawesi Selatan, sedangkan Wakil Ketua II DPRD Keerom hadir dengan mengenakan pakaian adat Papua.

“penggunaan baju adat sebagai lambang berbagai suku bangsa yang ada di Kabupaten Keerom dan menjadi satu kesatuan untuk suatu tujuan”, kata Drs. Irwan, MMT lagi.

Merayakan hari ulang tahun Kabupaten Keerom dengan melakukan upacara bendera  dan pemotongan tumpeng, Bupati Keerom Muh. Markum, SH, MH, MM meminta seluruh stekholder di Kabupaten Keerom untuk terus bekerja keras untuk pembangunan yang lebih maju.

Menurutnya diumur 15 tahun Keerom masih terbilang muda, namun telah banyak keberhasilan pembangunan yang telah dicapai, baik itu pembangunan infastruktur, ekonomi, sumber daya manusia dan kesehatan. Namun dibalik semua itu dinilainya juga masih ada kekurangan dan belum memenuhi harapan seluruh masyarakat.

Baca Juga:  Ham Pagawak – Yonas Kenelak, ‘Pahlawan Pemilu’ dari Mamberamo Tengah, Papua

“Diusia yang relatif remaja, dengan semangat Tamne Yisan Kefase (bersatu, bersepakat untuk membangun) telah banyak hasil pembangunan yang telah kita capai namun tetap terdapat juga tantangan yang kita hadapi, oleh karena itu momentum ulang tahun ini akan kita jadikan sebagai momen introspeksi dan evaluasi untuk menentukan dan mengambil langkah-langkah kebijakan strategis yang lebih baik untuk mempercepat penyelesaian permasalahan yang ada secara bertahap dan berkesinambungan sehingga masyarakat dapat merasakan akan kehadiran pemerintah daerah,” ujar Bupati Keerom saat memberikan sambutan dalam perayaan HUT Kabupaten Keerom ke 15 Tahun di lapangan Swakarsa Kamis (12/04/2018).

Bupati Markum juga dalam sambutannya menjabarkan sejumlah keberhasilan yang berhasil diraih Kabupaten Keerom hingga ke 15 tahun, yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 63,43% di tahun 2015 meningkat pada tahun 2016 menjadi 64,25%,

Baca Juga:  Pemprov Papua Ngaku Sudah 17 Miliar Dikucurkan Untuk Bayar Hak Ulayat Lokasi Jembatan Holtekamp

“Harapan Lama Sekolah tahun 2016 mencapai 11,62%, Rata-Rata Lama Sekolah ditahun 2017 sebesar 7,24% lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang hanya 6,85%”, kata Muh. Markum dalam sambutannya.

Selain itu juga terjadi perubahan pada Angka Harapan Hidup (AHH) di tahun 2015 hanya 66,09% meningkat pada tahun 2016 menjadi 66,19%, Tingkat Kemiskinan selama periode 2011 – 2016 turun dari 21,98% pada tahun 2011 menjadi 17,15% ditahun 2016, Rata-Rata Pertumbuhan Ekonomi 2011 hingga 2016 mencapai 8,18%.

PDRB perkapita 2012 – 2016 mencapai 58,87%, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja tahun 2016 mencapai 74,10%.

“Demi mewujudkan harapan-harapan itu bersama kepemimpinan saya untuk sisa tiga tahun kedepan diperlukan semangat kerja yang lebih baik guna terwujudnya jati diri masyarakat Keerom yang mandiri dan bersahaja sebagai beranda terdepan NKRI, hal ini selaras dengan motto pembangunan Kabupaten Keerom yakni Keerom Bersahaja (Berkarya, Bersatu, Handal dan Sejahtera),” kata Muh. Markum.

Upaya mempercepat pemerataan pembangunan infastruktur kata Bupati, masih menjadi program prioritas Pemerintah Kabupaten Keerom. Begitu juga untuk peningkatan pelayanan kesehatan, peningkatan ekonomi kemasyarakatan, dan pendidikan adalah tujuan ditahun-tahun mendatang.

“kemajuan dibidang kesehatan merupakan syarat mutlak dalam peningkatan produktivitas dan daya saing sumber daya manusia,” kata Bupati Markum. (***)

Reporter         : Alfred Kaempe
Editor             : Walhamri Wahid

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*