Rumah Dibakar Massa, Keberadaan Bupati Masih Misteri ?

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Mustofa Kamal. (Foto: dok. Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA— Aksi anarkisme kembali terjadi di Provinsi Papua, tepatnya di Kabupaten Pegunungan Bintang, tidak tanggung – tanggung, kali ini yang jadi korban kebrutalan massa yang anarkhis adalah rumah pribadi Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang, Costan Otemka.

“benar om, rumah Pak Bupati dibakar, rumah pribadinya sih, bukan rumah dinas, tapi sehari – hari beliau tinggal di situ sih, amuk massa, tadi itu habis kegiatan dalam rangka HUT kabupaten, ada kayak gerak jalan begitu, katanya sih massa marah karena sudah cape gerak jalan jauh, tapi konsumsi yang di janjikan tidak ada, katanya soal hadiah juga tidak sesuai kah, apinya sudah mulai padam, dan setahu saya tidak ada korban, ada satu rumah pedagang juga yang kena imbasnya sih, ikut terbakar”, pengakuan seorang warga yang berdomisili di Oksibil, ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang melalui pesan singkat kepada Lingkar Papua, Jumat (13/4/2018).

Kurang lebih 5.000 an massa, masyarakat Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin), Kamis (12/4/2018) sekitar pukul 09.00 WIT, mengamuk dan melakukan pembakaran terhadap rumah tinggal (kediaman) Bupati Pegubin, Constan Oktemka.

Baca Juga:  Pansus, KPU, dan Dugaan Ijazah Palsu ?

Pembakaran kediaman Bupati itu, diduga kuat sebagai imbas kekecewaan masyarakat, lantaran tidak adanya Bupati saat masyarakat hendak meminta klarifikasi terkait tidak adanya konsumsi makanan dan hadiah bagi peserta devile acara jalan santai dalam rangka acara syukuran HUT Kabupaten Pegubin ke- 15.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Mustofa Kamal yang dikonfirmasi membenarkan kejadian itu.

“Ya informasi yang kami terima dari Kapolres Pegunungan Bintang seperti itu, dimana kediaman Bupati di bakar dan hangus tanpa tersisa, namun tidak ada korban jiwa saat kejadian”, kata A.M. Kamal menjawab SMS konfirmasi yang dikirimkan Lingkar Papua, Kamis (12/42/2017) sore.

Menurut laporan sementara yang diterima Polda Papua, kata Kabidhumas, kejadian berawal dari kegiatan HUT Kabupaten Pegunungan Bintang di Distrik Oksibil, saat itu ada kegiatan devile yang rencananya di tutup dengan ibadah syukur.

“Saat para peserta devile tiba di tempat kegiatan, ternyata di situ belum tersedia konsumsi makanan, bahkan hadiah doorprice yang sebelumnya di janjikan oleh panitia pelaksana kegiatan juga tidak ada, karena massa kecewa dengan kondisi itu mungkin, entah siapa yang memulai, dan akhirnya massa mendatangi kediaman Bupati, dan terjadilah insiden tersebut”, kata Kabidhumas Polda Papua lagi menambahkan sebelum massa merangsek ke kediaman Bupati massa sempat merusak tenda dan panggung yang ada di lokasi kegiatan.

Baca Juga:  ‘Sakit Parah’, BUMD Milik Pemprov Papua Ini Sudah 11 Bulan Belum Gaji Karyawan

Menurut informasi yang di himpun Lingkar Papua, sesampainya ratusan massa di kediaman Bupati rupanya mereka tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, bahkan kabarnya Bupati juga sedang tidak berada di kediamannya, sehingga amuk massa terjadi.

“dalam kegiatan tersebut sebenarnya hadir Wakil Bupati, dan Kapolres, meski sudah coba di tenangkan dan kasih penjelasan, massa tidak puas, makanya mereka mendatangi kediaman Bupati langsung, belum ada keterangan jelas apakah saat itu Bupati ada di rumah, ataukah menyelamatkan diri lebih dahulu mengetahui massa menuju ke rumahnya, tapi yang pasti tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materiil saja”, kata A.M. Kamal lagi.

Dari beberapa informasi yang berhasil di himpun Lingkar Papua, massa yang kalap juga sempat menjarah dagangan subsidi milik Pemerintah Daerah yang saat itu digelar di lokasi kegiatan.

“Mungkin pihak penyelenggara belum dapat menyediakan, atau mungkin ada keterlambatan konsumsi, yang pasti hadiah yang di janjkan panitia tidak ada, tapi untuk lebih jelaskan bisa diklarifikasi lagi kepada pihak penyelenggara,” jelas Kamal

Baca Juga:  Temukan Kejanggalan di Proyek Jalan Enarotali – Sugapa II Senilai Rp. 57 Miliar, LBH Ini Lapor KPK !

Lebih lanjut dikatakan Kamal, saat ini polisi sudah melakukan olah TKP dan mengumpulkan informasi awal. Pihak pemerintah daerah juga, dalam hal ini Wakil Bupati, sudah mengambil langkah dengan melakukan pertemuan bersama para tokoh adat disana.

“situasi saat ini sudah mulai berangsur tenang, massa juga sudah bisa dikendalikan dan Pemerintah Daerah sudah mengambil langkah,” aku Kamal yang mengaku saat pembakaran rumah kediaman Bupati, diketahui rumah tersebut tidak ada orang termasuk saat ini belum diketahui keberadaan Bupati sedang di mana.

“informasi di kediaman Bupati tidak ada orang, apakah orangnya sudah lari, untuk kerugian belum diketahui pasti. Dan hingga saat ini belum ada informasi keberadaan Bupati,” katanya.

Hingga berita ini di naikkan belum ada keterangan resmi tentang keberadaan Bupati Pegunungan Bintang, apakah ada di Oksibil ataukah memang sedang tidak berada di Oksibil. (***)

Reporter              : Titie
Editor                   : Walhamri Wahid

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*