Polemik (Plt) Bupati Biak, Gubernur Sudah Usul Tiga Nama, Mendagri Belum Jawab

Sekda Papua, Herry TEA. Dosinaen dan Alex Baransano, Ketua KKIB Biak. (Foto : Titie / Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA— Sekda Provinsi Papua, Herry T.E.A Dosinaen menegaskan dengan majunya Wakil Bupati Biak, Herry Ario Naap sebagai Calon Bupati Biak periode 2018 – 2023, sedang sebelumnya bersangkutan juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati, karena Bupati Biak Thomas Ondi tersandung masalah korupsi, maka otomatis Herry Ario Naap harus mengambil cuti di luar tanggungan negara selama masa kampanye.

Dan agar roda pemerintahan di Kabupaten Biak tetap berjalan, Herry Ario Naap selaku Wakil Bupati dan (Plt) Bupati telah menunjuk Sekda Kabupaten Biak, Markus O Mansnembra sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kabupaten Biak sampai dengan ditetapkannya Penjabat Bupati Biak oleh Mendagri melalui usulan dari Provinsi Papua.

Sebagaimana diatru dalam UU Nomor 30 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah disebutkan perbedaan mendasar antara Pelaksana Tugas (Plt) adalah melaksanakan tugas rutin dari pejabat definitive yang berhalangan tetap, sedangkan Pelaksana Harian (Plh) melaksanakan tugas rutin dari pejabat definitive yang berhalangan sementara.

Baca Juga:  Misteri Rute Jayapura – Sarmi di Proyek Penerbangan Perintis Senilai Rp 21,3 Miliar

Tetapi sesuai aturan baik Plt maupun Plh sama – sama tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan dan atau tindakan yang bersifat stargeis yang berdampak pada perubahan status hukum pada aspek organisasi, kepegawaian ataupun alokasi anggaran.

Sehingga dengan kondisi tersebut, beberapa elemen masyarakat yang tergabung dalam Komite Insos Kabor Byak (KIKB) mendesak agar Pemerintah Provinsi Papua segera melantik Plt Bupati Biak yang definitive agar roda pemerintahan di Kabupaten Biak bisa berjalan normal kembali, mengingat Sekda sebagai (Plh) Bupati tentunya memiliki kewenangan yang terbatas.

KIKB meminta Pemerintah Provinsi agar segera melakukan pelantikan (Plt) Bupati Biak dalam pekan ini, untuk menghindari rencana demo besar – besaran masyarakat Biak di Kantor Gubernur Papua dalam waktu dekat.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi pemerintahan Kabupaten Biak sekarang, dan ini bukan rahasia karena pelaksanaan roda pemerintah pincang, terlebih untuk penggunaan anggaran pemerintah yakni defisit besar, tapi karna kami masih menghargai proses pemerintahan yang berjalan, maka kami berharap Pemerintah Provinsi dapat mengambil sikap”, kata Alex Baransano, Ketua KIKB Biak – Raja Ampat kepada awak media, Minggu (15/4/2018).

Baca Juga:  Jurus Promosi Usaha Kuliner di Media Sosial

Alex mempertanyakan mengapa sampai berkalai – kali usulan nama dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Papua kepada Mendagri, tetapi kok hingga saat ini tidak ada kepastian siapa yang akan di tunjuk sebagai (Plt) Bupati Biak.

“Yang kami pertanyakan, mengapa sudah ada pengusulan dua kali gagal, bahkan hingga ke empat kali juga belum ada nama yang dikeluarkan sebagai (Plt) Bupati, ini kan bahaya, apalagi terkait dengan kebijakan keuangan di Biak numfor, takutnya akan mengganggu proses Pilkada nantinya”, kata Alex Baransano.

Terkait dengan polemik tersebut, Sekda Provinsi Papua. Herry TEA Dosinaen yang di konfirmasi Lingkar Papua, mengatakan Pemerintah Provinsi sudah mengusulkan tiga nama pejabat eselon II kepada Mendagri.

“Ya untuk (Plt) Bupati Biak, pak Penjabat Gubernur sudah mengusulkan tiga nama, jadi kita tinggal menunggu keputusan Mendagri”, kata Sekda kepada awak media di kantor Gubernur, Senin (16/4/2018) kemarin.

Baca Juga:  Sudah Dua Minggu Obat Malaria ‘Menghilang’ dari RSUD Kwaingga Keerom ?

Menyangkut pelaksanaan pemerintahan pasca Plt Bupati sebelumnya, Herry Naap mengambil ijin cuti sebagai peserta Pilkada, menurut Sekda, saat ini tugasnya diemban oleh Pelaksana Harian (Plh) yang juga Sekda Kabupaten Biak Numfor yakni Markus O Mansnembra.

“Sementara ini pelaksanaan pemerintahan masih di pimpin oleh Pelaksana Harian (Plh) yang diemban oleh Sekda Biak,” kata Herry singkat.

Sekedar diketahui, Pelaksana tugas (Plt) Bupati Biak Numfor,Herry Ario Naap efektif 15 Januari 2018 izin cuti di luar tanggungjawab negara untuk mengikuti tahapan kampanye Pilkada serentak Juni 2018.

Ia maju di Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Biak Numfor berpasangan dengan Nehemia Wospakrik.

“Sesuai aturan, maka hari ini saya terakhir menjabat Plt Bupati Biak Numfor dan mulai cuti hingga 23 Juni 2018, selanjutnya berdasarkan  keputusan Menteri Dalam Negeri, pejabat sementara (Pjs) Plt Bupati Biak Numfor yaitu Sekretaris Daerah,saudara Markus Mansnembra,” ujar Herry Ario Nap di Biak, Rabu (14/2/2018). (***)

Reporter         : Titie
Editor             : Walhamri Wahid

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*