Ini Solusi Bupati Markum Untuk Beasiswa Mahasiswa Yang Belum Terbayarkan

Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM ketika menerima aspirasi dari mahasiswa Keerom yang mempertanyakan soal beasiswa, Selasa (17/4/2018) dimana Bupati berjanji akan mencari solusi pendanaan untuk membantu meringankan beban studi mahasiswa, meskipun dana Otsus yang diharapkan belum bisa di cairkan. (Foto : Alfred/ Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, KEEROM— Menjawab aspirasi dan tuntutan sejumlah mahasiswa yang mendatangi kantor Bupati Keerom, Selasa (17/4/2018) dan mempertanyakan kepastian pembayaran dana beasiswa yang belum terbayarkan, Bupati Keerom Muh. Markum, SH, MH, MM memastikan bahwa dana beasiswa untuk mahasiswa Keerom akan dibayarkan minggu depan, meskipun belum ada kepastian soal pencairan dana Otsus, tetapi Bupati Markum berkomitmen untuk merapatkan dengan SKPD terkait guna mencari solusi agar meringankan beban mahasiswa Keerom yang tengah menuntut ilmu.

“pembiayaan beasiswa sumbernya dari dana Otsus, dan hingga kini dana Otsus belum cair tapi dalam minggu ini kami proses entah saya pinjamkan dulu dari dana mana itu nanti kita lihat, kalau hari ini bisa mungkin bisa juga tidak, tergantung nanti keuangan (Badan Keuangan dan Aset Daerah-Red), tapi kalau minggu ini saya jamin kita akan carikan solusi untuk kelangsungan studi adek – adek sekalian”, kata Muh. Markum, SH, MH, MM, ketika menerima ratusan mahasiswa yang melakukan aksi damai duduk di halaman depan kantor Bupati Keerom, Selasa (17/4/2018) meminta kepastian soal beasiswa mereka.

Baca Juga:  Rapimnas Demokrat, SBY Kasih Sinyal Dukung Jokowi di 2019, DPD Papua Hadir Tanpa Enembe

Bupati Keerom Muh. Markum, SH, MH, MM yang baru tiba dari penanaman padi di Kampung Jaifuri Arso III mengetahui adanya aksi sejumlah mahasiswa langsung menemui para mahasiswa untuk mendegar langsung aspirasi yang diinginkan.

“Ini masalahnya hanya beasiswa saja atau ada masalah lainnya. Kalau beasiswa sekitar dua minggu lalu saya sudah lihat datanya ada 436 mahasiswa asli Papua yang menggunakan dana Otonomi Khusus (Otsus) dan sampai sekarang dana Otsus belum dikucurkan,” ujar Bupati Keerom saat menemui para mahasiswa.

Dengan kondisi keuangan seperti itu, Bupati tidak bisa secara pasti memenuhi tuntutan mahasiswa agar dana beasiswa dicairkan hari itu juga. Namun Bupati menjamin akan mencairkan dana tersebut dalam minggu ini.

Bupati Keerom juga menjelaskan dari data yang masuk ke Pemerintah Kabupaten Keerom belum sepenuhnya valid, karena masih ada susulan data mahasiswa yang masuk sehingga harus diproses kembali. Padahal tujuan validasi data agar pemberian beasiswa tepat sasaran kepada mahasiswa.

Baca Juga:  Pro Kontra Sayembara Ala Walikota Jayapura Tangkap Jambret

“Ada 100 sekian yang belum terdata, jangan menyalahkan semuanya dari Dinas P dan P dan Keuangan itu ada tanggung jawabnya masing-masing, kalau tidak salah dari bulan dua saya meminta data yang valid, sampai sekarang semua belum valid, bahkan ini ada susulan, itu juga belum valid”, kata Bupati menjelaskan kondisi yang dihadapi oleh Pemda Keerom saat ini.

Kedepan, lanjut Bupati, pihaknya tidak lagi dapat merealisasikan beasiswa mahasiswa kepada perorangan, namun akan dibayarkan langsung melalui rekening Perguruan Tinggi masing-masing. Hal ini bertujuan agar pemerataan dan tepat sasaran saluran beasiswa dapat terwujud.

“Kedepan saya tidak bisa kasih lagi perorangan tiap mahasiswa, harus langsung masuk ke rekening, ini semua dengan aturan, tidak bisa lagi saya kasih satu-satu nanti disitu ada kolusi, tidak merata, nanti datanya kita minta langsung dari Perguruan Tinggi dan kita transfer langsung ke Perguruan Tinggi”, kata Bupati Keerom lagi.

Untuk itu Bupati berharap seluruh mahasiswa Keerom untuk menempuh perkuliahan dengan baik dan benar demi kemajuan sumber daya manusia di Kabupaten Keerom. Karena dalam pembangunan sangat dibutuhkan generasi muda yang mampu melanjutkan roda pemerintahan.

Baca Juga:  Calon Tunggal Yang Tak Tertandingi

“Saya berterima kasih adik-adik bisa memberikan aspirasi, ini menjadi tolak ukur untuk saya bisa mengambil langkah kedepan untuk mahasiswa”, kata Muh. Markum lagi.

Karena belum menerima beasiswa di tahun 2018 bahkan sejumlah mahasiswa harus melakukan cuti kuliah karena belum membayar uang kuliah, membuat mahasiswa Keerom mendatangi Kantor Bupati Keerom menuntut dibayarnya beasiswa, Selasa (17/4/2018) kemarin.

Dalam orasinya, Boas Sumel, perwakilan mahasiswa Keerom mengungkapkan sudah hampir setahun para mahasiswa belum menerima beasiswa yang memang dikucurkan oleh Pemerintah Kabupaten Keerom. padahal kebutuhan mahasiswa untuk memasuki Tahun Ajaran baru maupun urusan perkuliahan lainnya sangat banyak.

“Kami seperti tidak ada orang tua, sudah hampir setahun kami belum terima beasiswa, Dinas Pendidikan dan Pengajaran harus bertanggungjawab dan kami minta Bupati segera menjawab masalah kami”, kata Boas Sumel.

Mahasiswa yang berjumlah kurang lebih 100 orang ini melakukan aksi duduk didepan Kantor Bupati Keerom dan berjanji tidak akan beranjak jika Bupati Keerom Muh. Markum, SH, MH, MM tidak mengambil langkah untu mencairkan dana beasiswa pada hari itu juga.

Setelah mendapatkan penjelasan dari Bupati Keerom, dan janji bahwa dana beasiswa tersebut akan dicarikan solusinya agar dapat di bayarkan pada pekan depan sekalipun belum ada pencairan dari dana Otsus, akhirnya mahasiswa bubar dengan tertib satu persatu. (***)

Reporter         : Alfred Kaempe
Editor             : Walhamri Wahid

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*