Kasus Postingan di Facebook, Polda Papua Akan Hadirkan 3 Saksi Ahli, Saly Maskat Ngaku Diundang Klarifikasi

Dir Reskrimsus Polda Papua, Kombes (Pol) Edy Swasono. (Foto : dok. Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA– Reserse Pidana Khusus (Reskrimsus) Polda Papua berencana akan menghadirkan tiga saksi ahli sebagai second opinion (pendapat kedua-Red) guna pembanding terhadap kasus dugaan pelanggaran UU ITE dan pencemaran nama baik sebagaimana laporan pasangan Calon Gubernur Papua, John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae (JHOSUA) bulan lalu.

“Untuk ahli sendiri kita juga ada second opinion dari ahli pidana, ahli bahasa termasuk ahli media sosial atau telematika” kata Direskrimsus Polda Papua, Kombes (Pol) Edy Swasono kepada Lingkar Papua via selularnya, Senin (17/4/2018)

Dijelaskan saksi ahli ini penting sebab keterangan para saksi ahli inilah yang menjadi kunci, apakah bentuk tulisan atau gambar sudah benar-benar di buktikan atau masuk dalam kategori pencemaran nama baik, atau berita bohong, atau fitnah dan sejenisnya.

Baca Juga:  Berkas Bakal Cagub – Cawagub Papua ‘Hanya Lewat’ di DPRP, Pansus Pilgub Protes

Saksi ahli sendiri, Lanjut Kombes (Pol) Edy Swasono diambil Polda dari eksternal, seperti ahli IT mungkin saja diambil dari kalangan akademisi Uncen, ahli pidana juga intinya nanti ada second opinion bahkan jika perlu sampai ke tingkat pusat.

“Karena ini kasus IT jadi jangan dianggap sederhana banyak sekali penyidikan dan kesaksian. Intinya sejauh ini sudah enam saksi yang dimintai keterangannya”, kata Edy Swasono yang juga membenarkan adanya surat undangan yang dilayangkan Penyidik ke Saly Maskat untuk di interview terkait kasus tersebut.

“Ya memang Polda menyampaikan undangan kepada Saly itu dalam rangka interview, untuk kumpulkan bukti keterangan petunjuk, nanti dari bahan yang ada  itu semua selanjutnya dilakukan gelar perkara,” katanya

Baca Juga:  Dapat Dukungan Penuh di Mimika, Ini Makna Kemandirian Versi Klemen Tinal

Sebagaimana agendanya, kata Direskrimsus, pihaknya berencana akan menggelar perkara kasus tersebut dalam pekan ini. Itu dilakukan kata, Kompol Edy, setelah pihak penyidik menyakini bahwasanya kasus itu sudah mengacu pada pasal 184 KUHAP, memenuhi bukti permulaan yang cukup untuk ditingkatkan ke tahapan penyidikan.

“‘Nah itu sekarang lagi berposes, kita masih dalam tahapan mengumpulkan keterangan, bukti termasuk pihak yang terlibat dalam kasus ini, setelah semua itu lengkap maka kita akan lakukan gelar perkara,” jelasnya.

Terkait dengan undangan, Saly Maskat mengaku sudah menerima undangan dari Mapolda Papua. Undangan dengan nomor B/20/IV/2018/Direskrimsus tertanggal 11 April 2018 tersebut di tujukan kepada Saly Maskat, dengan perihal Undangan Klarifikasi pada 13 April 2018.

Baca Juga:  Freeport Bisa Ekspor Lagi

“undangan dikirim Jumat lalu, tapi saya sudah koodinasi lagi saya hadir pada 18 April,” kata Saly kepada Lingkar Papua kemarin. (***)

Reporter              : Titie
Editor                   : Walhamri Wahid

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*