Baru Kantongi IUP Eksplorasi, PT. Pasific Mining Jaya Diduga Sudah Produksi Emas di Sungai Mosairo ?

Camp dan alat berat salah satu kontraktor yang di duga kepanjangan tangan dari PT. Pasific Mining Jaya yang sudah melakukan operasi pertambangan di Sungai Mosairo, Kampung Nifasi, Distrik Makimi, Nabie, padahal di duga PT Pasific Mining Jaya baru mengantongi IUP Eskplorasi belum IUP Produksi. (Foto : dok. John NR. Gobay/ Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA—Meski berkali – kali sepak terjang PT. Pacific Mining Jaya yang di duga baru mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi namun pada faktanya diduga telah melakukan produksi emas secara illegal di Kampung Nifasi, Distrik Makimi Kabupaten Nabire, Papua.

Dan parahnya baik Pemerintah Provinsi Papua dan juga Polres Nabire ataupun Polda Papua terkesan tidak mengambil upaya – upaya hukum untuk menghentikan aksi tersebut atau melakukan pemeriksaan apakah operasi produksi tersebut legal atau ilegal, justru dalam kasus lainnya malah aduan dan laporan PT Pasific Mining Jaya milik Beny Ang Jaya yang mengadukan PT. KSP malah di tindak lanjuti oleh Polda Papua.

Baca Juga:  Pilih Mana, Adipura Atau Bebas Banjir ?

“yang kami sesalkan adalah tindakan Tipiter Polda Papua yang memproses LP dari Benny Ang terhadap PT KPS, sementara itu tindakan penyalaggunaan ijin oleh Benny Ang tidak di proses oleh Tipiter Polda Papua, ini tidak adil, jika begini kondisinya kami mohon agar proses hukum untuk PT.KPS dihentikan”, kata John NR Gobay, anggota DPRP kepada Lingkar Papua melalui release yang di terima Lingkar Papua, Rabu (18/4/2018).

Menurut John NR. Gobay hasil pantauannya langsung di lokasi Sungai Mosairo, Kampung Nifasi, Distrik Makimi Kabupaten Nabire belum lama ini PT. Pacific Mining Jaya milik Beny Ang Jaya di duga kuat sedang melakukan operasi produksi emas dengan menggunakan kontraktor yang di duga belum memiliki izin, padahal izin yang di kantongi PT. Pasific Mining Jaya sendiri masih IUP Eksplorasi, sehingga belum bisa berproduksi.

Baca Juga:  Persib Datangkan Essien, Bagaimana Dengan Persipura?

“Saya baru saja kembali dari Nabire dan saya telah mendapat info dan sesuai dengan pantauan saya beberapa waktu lalu, jadi Beny Ang di duga menggunakan kontraktor lain untuk berproduksi, ini tindakan pidana sesuai UU No 4 Tahun 2009 kami mohon agar Kapolres Nabire, Kapolda Papua, Penjabat Gubernur dan Ketua DPRP juga melihat kondisi ini, dan segera menghentikan kegiatan dan memproses oknum pemilik ijin dan kontraktor tersebut, sesuai dengan ketentuan yg berlaku, karena ini illegal dan merugikan negara pastinya”, kata John NR. Gobay dalam relasenya.

Untuk menertibkan dan menata ulang operasional perusahaan tambang emas yang menjamur di Kabupaten Nabire dan sekitarnya, anggota DPRP yang masuk lewat jalur pengangkatan adat tersebut mendesak agar Penjabat Gubernur segera membentuk Tim Monitoring dan Penatalaksanaan Tambang Provinsi Papua, guna melakukan verifikasi faktual di lapangan terhadap aktifitas pertambangan di beberapa kabupaten di Provinsi Papua saat ini karena selain merugikan masyarakat adat setempat sudah pasti juga merugikan pemerintah daerah.

Baca Juga:  JWW Komitmen Kembangkan Dermaga Logpond Yahukimo Jadi Urat Nadi Ekonomi Kawasan Pegunungan Tengah

“pihak Polda Papua bersama Pemprov Papua dan DPR Papua harus segera membuat Tim Monitoring dan Penataan Tambang, melakukan verifikasi secara faktual mana IUP yang punya ijin baik provinsi dan kabupaten, yang sedang kerja dan yang punya tapi tidak kerja, serta mana yang sama sekali tidak punya ijin, ini penting untuk kegiatan penataan dan demi PAD Provinsi Papua”, kata John NR. Gobay lagi. (***)

Reporter         : Walhamri Wahid
Editor             : Walhamri Wahid

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*