Dua Kali Pilkada, Dua Kali Kantor Dibakar, Ini Tanggapan Ketua KPUD Mamberamo Tengah

Kondisi Graha Pemilu Mamberamo Tengah pasca pembakaran oleh sejumlah massa, Rabu (18/4/2018) kemarin. (Foto : ist/ Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA— Sejak Kabupaten Mamberamo Tengah berdiri, sudah dua kali menggelar Pilkada secara langsung, yang pertama saat Pilkada periode 2013 – 2018 yang menghantar pasangan calon R. Ham Pagawak – Yonas Kenelak, dan Pilkada periode 2018 – 2023 tahun ini.

Dalam dua kali Pilkada di Kabupaten Mamaberamo, dua kali pula terjadi pembakaran kantor KPUD Mamberamo Tengah, yang pertama pada Rabu, 30 Januari 2013 pada dini hari pukul 02.00 WIT, dimana pembakaran dilakukan oleh orang yang tidak dikenal, tetapi di duga kuat terkait dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan pasangan calon Eremen – Leonard ketika itu, dan MK memenangkan pasangan calon R. Ham Pagawak – Yonas Kenelak.

Dimana setelah R. Ham Pagawak – Yonas Kenelak menjabat sebagai Bupati, ia membangun Graha Pemilu Mamteng yang merupakan sebuah kompleks bersama antara Panwas dan KPUD Mamberamo Tengah yang rupanya adalah Graha Pemilu pertama di Indonesia sebagaimana program KPU Pusat selama ini, bahkan Graha Pemilu Mamteng mendapatkan apresiasi dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Graha Pemilu Pertama di Indonesia.

Baca Juga:  Pilgub Papua 2018 Terancam Molor ?

Sayangnya, Graha Pemilu yang menurut keterangan Bupati Mamberamo Tengah saat peresmian, satu unit bangunan lengkap dengan isinya menghabiskan dana sebesar Rp. 17 miliar itu, Rabu (18/4/2018) kembali di bakar oleh sejumlah kelompok massa yang dugaan sementara kecewa dengan putusan Mahkamah Agung yang menolak gugatan salah satu pasangan calon untuk ikut berlaga sebagai kontestan pada Pilkada 2018 – 2023 ini.

Terkait pembakaran Graha Pemilu Kabupaten Mamberamo Tengah, Ketua KPUD Mamberamo Tengah, Steven Payokwa mengaku sejumlah dokumen beserta file data KPUD ludes terbakar. Kepastian itu menyusul kondisi kantor pasca insiden pembakaran, ludes dilalap api bahkan sebagian besar inventaris kantor KPUD tidak dapat terselamatkan.

“Untuk dokumen di dalam ruangan kerja saya habis terbakar, itu belum ditambah dengan dokumen lainnya yang ada di ruang kerja Sekretaris, Staf Sekretariat bahkan ruangan anggota KPUD lainnya,” kata Steven kepada wartawan, Kamis (19/4/2018) malam.

Meski demikian, ungkapnya, ada beberapa dokumen yang berupa software data dari komputer dapat terselamatkan, terlebih data dan dokumen terkait proses Pilkada Kabupaten Mamberamo Tengah yang saat ini sedang berjalan.

“Kami memang ada kantongi softcopy beberapa dokumen, cuma mungkin dokumen lama kemungkinan besar hangus terbakar termasuk peralatan kantor,” kata Steven yang juga mengakui insiden pembakaran itu merupakan kali kedua untuk kantor KPUD Mamberamo yang berbeda lokasi lima tahun lalu.

Baca Juga:  Gara – Gara Kaos #2019GantiPresiden, Debat Cagub Jabar Ricuh

Menyangkut kerugian yang dialami, Steven mengaku belum tahu pasti, sebab Graha Pemilu Kabupaten Mamberamo Tengah didanai dari APBD Kabupaten Mamberamo.

“kerugiannya saya tidak tahu jelas berapa, ya nanti bisa dikoordinasikan dengan Pemerintah Daerah karena pembangunannya didanai Pemda”, katanya.

Pihak KPUD sendiri, lanjut Steven sudah melakukan koordinasi terkait kebakaran tersebut kepada KPU Provinsi Papua secara lisan, melalui selular setelah mengetahui insiden kebakaran itu.

“secara resminya tadi saya sudah coba ke kantor KPU Papua, tapi pak Ketua sudah pulang karena sudah malam, namun saya sudah sampaikan secara lisan, dan Pak Ketua meminta agar kami menyampaikannya secara detail terkait kronologi kebakaran termasuk penyebabnya”, jelasnya sembari meminta pihak keamanan untuk menambah pasukan pengamanan untuk mengawal pelaksanaan Pilkada di Mamberamo Tengah.

Intinya kata Steven, kinerja KPUD Mamberamo tidak akan terkendala dengan adanya pembakaran Graha Pemilu. Sebab KPUD sudah melekat dengan aturan, dimana tahapan dan jadwal yang dilakukan tetap harus mengacu pada tahapan nasional.

“kami tetap kerja, dan kemungkinan untuk sementara kami akan berkantor di Kabupaten Jayawijaya karena itu akses yang paling dekat, selain itu juga dukungan seperti internet dan lainnya mendukung,” jelasnya

Baca Juga:  Waspada Flakka, Narkoba Jenis Baru Sudah Menjamah Papua ?

Kata Steven, KPUD meminta aparat keamanan untuk mengusut tuntas Pelaku serta aktor dibalik pembakaran kantornya tersebut. ” jadi ini kami serahkan kepada pihak kepolisian untuk usut tuntas, pelaku dan aktor-aktor dibelakangnya,” kata Steven yang juga mengakui bahwa pihak kepolisian dalam hal ini Kapolda Papua sudah meninjau langsung lokasi graha Pemilu di Mamberamo Tengah.

Steven sendiri, hingga saat ini tidak mengetahui secara pasti apa alasan massa melakukan pembakaran kantor tersebut, Ia menduga pemicu utamanya adalah ketidak puasan massa pendukung salah satu calon yang tidak lolos sebagai peserta Pilkada Kabupaten Mamberamo Tengah.

“ya secara jelasnya saya tidak tau, dugaan saya, mungkin karna putusan PT TUN terkait penolakan gugatan calon independen yang tidak lolos sebagai peserta Pilkada Mamberamo”, jelasnya.

Intinya kata Steven, KPUD sudah melakukan kewajiban sebagaimana aturan KPU, soal langkah hukum yang diambil oleh pihak yang merasa dirugikan, tentunya sudah ada jalur hukum yang diberikan oleh KPUD.

“kan kita sudah sarankan langkah-langkah hukum, soal putusannya seperti apa itukan bukan KPUD yang menentukan”, tegasnya. (***)

Reporter        : Titie
Editor             : Walhamri Wahid

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*