Hidupkan Pasar Aividjan, SKPD di Keerom Sepakat ‘Keroyokan’

Agus Salim, Kepala Bappeda Kabupaten Keerom. (Foto : Alfred / Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, KEEROM—Sejumlah upaya terus dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom untuk menghidupkan Pasar Aividjan yang sudah beberapa tahun ini terasa mati karena sepi pengunjung sehingga para pedagang juga ogah untuk berjualan dan menempati los – los di Pasar Aividjan yang telah dibangun sejak tahun 2006 dengan menelan anggaran milyaran rupiah itu.

“kita target tahun 2019 mendatang aktifitas di Pasar Aividjan sudah aktif dan hidup, makanya tahun ini beberapa program seluruh SKPD yang ada kita akan coba giring dan arahkan untuk hidupkan pasar tersebut, kita keroyokan lah, karena selama ini hanya Perhubungan yang sudah terlihat aksifitas di Terminal, yang lain belum ada koordinasinya”, kata Agus Salim, Kepala Bada Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Keerom kepada Lingkar Papua belum lama ini.

Baca Juga:  50 Tahun Bercokol, FPM – TF Tuding Freeport “Dalang” Pelanggaran HAM di Papua, Kapolda Nilai Demo FPM – TF Bias

Menurut Kepala Bappeda, sesuai instruksi Bupati Keerom agar di tahun depan Pasar Avidjan harus sudah beroperasi, makanya dalam Musrenbangda 2019 telah disiapkan kegiatan lintas sektoral SKPD untuk mewujudkan hal tersebut.

“Selama ini SKPD kerjanya masih ego sektoral makanya pasar tidak pernah bisa operasional karena gak pernah ada arahan SKPD untuk mengeroyok sama-sama ini. Tahun depan. Jadi tahun 2019 itu pasar dihidupkan. Langkah awal kita semua SKPD harus memberikan dukungan. Yaitu kegiatan yang bisa menyokong kegiatan pasar itu,” ujar Agus Salim.

Selama ini, kata Agus, baru Dinas Perhubungan yang mengaktifkan terminal, namun belum efektif karena tidak ada aktifitas pasar. Sehingga diharapkan setelah dikerjakan oleh banyak SKPD pasar sudah bisa ada aktifitas.

Baca Juga:  Empat Pelaku Ganja di Tangkap, Satu Pelaku dalam Pengejaran

“Dinas Perhubungan sampai berikan subsidi angkutan tapi ketika penumpang dibawa ke terminal mau apa disana? Kan kosong tidak ada apa-apa, ini yang harus diperbaiki,” ujar Agus yang juga menjelaskan sedikitnya lima dinas yang akan mengeroyok Pasar Kwaingga agar bisa aktif.

Langkah awal yang akan dilakukan Pemkab Keerom, ungkap Kepala BAPPEDA, pengoperasian rumah potong hewan dan pasar hewan. Nantinya disana akan bergerak Dinas Pertanian dan Dinas Perindagkop. Sedangkan Dinas Perhubungan akan tetap berkutat pada penyediaan transportasi untuk masyarakat.

Sedangkan masalah jalan, dibebankan kepada Dinas Pekerjaan Umum. Begitu juga masalah penerangan Dinas Perumahan yang akan menangani.

“Inikan pasti ada limbahnya, nanti Dinas Lingkungan Hidup yang akan buat sarana dan prasarananya untuk pengolahan limbah,” papar Agus.

Baca Juga:  Konsumsi Premium Menurun Pertalite di Tambah, Kebutuhan Avtur Naik Pertamina Jamin Aman

Diaktifkannya rumah potong hewan agar kedepan tidak ada lagi hewan ternak yang dibawa keluar dari Kabupaten Keerom secara utuh.

“Kinerja dinas sektoral ini kita upayakan untuk cepat terealisasi. Tentunya harus ada aturan mainnya, seperti sapi-sapi ini tidak boleh dipotong dibawah, jadi harus ada perdananya,” papar Agus Salim. (***)

Reporter         : Alfred Kaempe
Editor             : Walhamri Wahid

RALAT: Permohonan maaf telah terjadi kesalahan penulisan sebelumnya tertulis Pasar Kwaingga seharusnya yang benar Pasar Aividjan. Demikian kesalahan telah diperbaiki, atas kesalahan tersebut redaksi memohon maaf. Terima Kasih

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*