Terkait 5.211 Pemilih di Keerom Hilang Hak Pilih, Ini Penyebab dan Solusinya

Blasius Waluyo Sejati, Sekda Keerom. (Foto : Alfred / Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, KEEROM—Bila sebelumnya KPUD melansir bahwa sekitar 5.211 pemilih di Kabupaten Keerom dipastikan kehilangan hak pilihnya karena tidak memiliki e-KTP, Pemerintah Kabupaten Keerom akan segera mengambil langkah kongkrit untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Sekretaris Daerah Keerom, Blasius Waluyo Sejati mengungkapkan, telah ada laporan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil terkait penyebab belum dimilikinya e-KTP sebanyak 5.211 penduduk.

“Akan diambil langkah kongkrit terkait hal itu. Instansi terkait sebenarnya sudah turun langsung ke masyarakat untuk lakukan perekaman, tapi kesadaran masyarakat juga yang kurang, Pas dinas disana, masyarakatnya tidak ada, mereka lebih memilih ke ladang atau mencari nafkah, sehingga mereka tidak di rekam”, kata Sekda Keerom di ruang kerjanya, Rabu (9/5/2018).

Baca Juga:  Jelang Laga Besok Malam, Sriwijaya FC ‘Bolong’ di Pertahanan, PSMS Medan Bisa Minus Bomber

Jumlah 5.211 penduduk yang belum ber e-KTP, kata Sekda, merupakan jumlah yang sangat besar bagi Kabupaten Keerom, untuk itu Pemkab Keerom akan mengambil langkah strategis agar jumlah penduduk tersebut bisa memiliki e-KTP.

Hal itu dilakukan agar jumlah pemilih tersebut bisa menggunakan hak pilihnya nanti dalam Pemilihan Legislatif maupun Pemilihan Presiden.

” kondisi ini tidak bisa kita salahkan satu pihak saja, kondisi real yang terjadi di lapangan, kalau mengundang masyarakat hanya untuk perekaman saja, saya kira masalah ini tidak akan terjadi, jadi harus ada pendekatan social ekonomi juga agar mereka yang belum punya e-KTP mau datang dan hadir untuk merekam”, papar Sekda yang memastikan pihaknya akan bekerja keras mengatasi hal tersebut.

Baca Juga:  Demokrat Terganjal Ketidakhadiran Lukas Enembe, Hanura Terhambat KTA Hengky Kayame

Untuk itu menurut Sekda Keerom, agar perekaman e-KTP menjadi menarik bagi masyarakat untuk hadir, maka Pemkab Keerom akan menggabungkan perekaman dengan acara pemberian bantuan sosial maupun acara lainnya. Sehingga masyarakat yang hadir belum memiliki e-KTP bisa langsung melakukan perekaman.

“Itu agar memancing saja dan itu nanti terjadi kerja lintas sektoral antar SKPD. Semoga semua berjalan dengan baik,” kata  Blasius Waluyo Sejati. (***)

Reporter         : Alfred Kaempe
Editor             : Walhamri Wahid

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*