Keerom Tetap WDP, Bupati Janji Lakukan Perbaikan, Ketua DPRD Minta Inspektorat Tegas dan TAPD Tidak Toleransi Penyimpangan

Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM (kiri) dan Ketua DPRD Keerom Syahabuddin, SP (kanan)

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA— Meski target Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ditetapkan Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom belum tercapai tahun ini, namun Bupati Keerom tetap bersyukur atas raihan prestasi Wajar Dengan Pengecualian (WDP) yang di berikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Papua atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK Tahun 2017.

“Kita masih tetap bersyukur, memang masih ada beberapa poin yang buat kita masih bertahan di WDP, dan akan kita perbaiki terus untuk mendapatkan WTP di tahun mendatang” kata Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM saat ditemui usai membuka Rapat Konsultasi PKK Keerom di Balai Sosial Tanah Hitam, Kamis (10/5/2018).

Menurutnya beberapa kekurangan yang perlu di perbaiki adalah terkait kepemilikan asset – asset Pemda Keerom dan pelaporan keuangan, dan Bupati Markum berjanji akan menindaklanjuti beberapa catatan yang diberikan BPK atas LHP Pemda Keerom Tahun 2017, sehingga bisa meraih WTP di tahun mendatang.

Baca Juga:  Rame Soal DPT Fiktif 20 Persen, KPU Papua Akan Buktikan Lewat Pemutakhiran DPT

Menanggapi predikat WDP yang diperoleh Pemda Keerom sama dengan tahun sebelumnya, Syahabuddin, SP Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Keerom menegaskan ke depan Pemda Keerom harus lebih serius menyikapi pemeriksaan oleh BPK bila ingin meraih predikat WTP.

Menurutnya juga kehadiran BPK bertujuan agar menuntun Pemda Keerom bisa melaksanakan dan mengelola keuangan daerah dengan baik dan benar.

Menurut Ketua DPRD Keerom, Bupati dan jajarannya harus lebih tegas lagi dalam memberdayakan Inspektorat Daerah untuk selalu memantau dan mengawasi setiap pengelolaan keuangan.

“Inspektorat harus tegas, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) juga tidak boleh mentoleransi bila ada penyimpangan yang disengaja, karena akan jadi momok bagi Pemda nantinya, peringatan dan pembinaan perlu dilakukan tapi kalau tetap terjadi harus di proses hukum lah”, kata Syahabuddin, SP lagi.

Baca Juga:  Kasus Postingan di Facebook, Polda Papua Akan Hadirkan 3 Saksi Ahli, Saly Maskat Ngaku Diundang Klarifikasi

Menurutnya dengan pengawasan melekat dan terus menerus diharapkan tata kelola keuangan semakin disiplin, jadi optimalisasi penggunaan anggaran bisa tercapai

Sedangkan masalah aset yang selalu menjadi batu sandungan Pemkab Keerom mendapatkan WTP, Syahabudin menilai menelusuri aset bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah, apalagi aset yang telah ada sebelum Kabupaten Keerom terbentuk. Namun selama ini DPRD memandang, Pemkab Keerom sangat konsisten untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“pencatatan aset ini soal juga, ada yang tumpang tindih, ada banyak hal masalah aset ini, tapi kami terus dorong Pemerintah untuk terus serius menyelesaikan persoalan ini,” kata Syahabudin, Ketua DPRD Keerom.

Keinginan Pemerintah Kabupaten Keerom untuk tahun ini memperoleh penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) harus pupus, setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan penilaian Wajar Dengan Pengecualian (WDP) untuk pengelolaan keuangan tahun 2017.

Baca Juga:  ‘OAP Harus Dapat Kesempatan Seluasnya Kuliah di Uncen !’

Opini WDP yang diperoleh Pemkab Keerom tersebut menegaskan dalam pengelolaan keuangan daerah Pemkab Keerom belum mengalami peningkatan dari tahun lalu yang juga mendapatkan opini yang sama dari BPK.

Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK yang diterima Pemkab Keerom, kata Bupati, aset merupakan salah satu penyebab pihaknya masih mendapatkan opini WDP. Untuk itu dirinya telah mempersiapkan sejumlah langkah untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Yang paling disorot aset dan pengelolaan keuangan,” ujar Bupati buka-bukaan tentang LHP BPK kepada Pemkab Keerom.

Disinggung soal besaran nilai aset yang masih bermasalah, Bupati belum bisa menjawabnya dengan alasan belum membuka semua LHP BPK.

“Saya belum baca semuanya (LHP BPK) nanti saya kasih tau berapa nilainya ya,” kata Bupati Markum. (***)

Reporter         : Alfred Kaempe
Editor              : Walhamri Wahid

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*