Horee, …. Akhirnya Waris Punya Puskesmas Layak Akreditasi Senilai Rp 13 Miliar

Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM ketika menggunting pita peresmian Puskesmas Waris yang di bangun menghabiskan dana sebesar Rp 13 Miliar. (Foto : Alfred / Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, KEEROM– Setelah bertahun-tahun Puskesmas di Distrik Waris kerap terendam banjir, akhirnya Bupati Keerom Muh. Markum, SH, MH, MM meresmikan bangunan baru Puskesmas Waris.

Bangunan yang dibangun dengan anggaran mencapai Rp. 13 Miliar ini merupakan satu-satunya bangunan Puskesmas terbesar di Kabupaten Keerom, untuk itu Bupati berpesan agar masyarakat menjaga asset daerah yang telah dibangun.

“Saya meminta kepada masyarakat semua di Waris untuk menjaga dan merawat Puskesmas ini. karena RSUD Kwaingga bangunannya saja kalah megah dengan Puskesmas Waris ini. Saya juga akan berusaha maksimal mungkin ditahun 2019 untuk membuat suatu perencanaan yang matang”, kata Muh. Markum, dalam sambutannya saat meresmikan Puskesmas Waris sebagai salah satu kegiatan kunjungan kerja Bupati selama dua hari di Distrik Waris, Jumat (11/5/2018).

Baca Juga:  Kemendagri ‘Pending’ Proses Pelantikan Bupati Tolikara Terpilih ?

Dalam sambutannya, Bupati juga bercerita bagaimana dirinya merasa sedih dengan kondisi bangunan lama Puskesmas Waris yang sering sekali dilanda banjir. Karena membuat masyarakat tidak dapat berobat, pasien yang ada harus mengungsi dalam kondisi sakit, dan peralatan kesehatan mengalami kerusakan.

“Saya teringat bagaimana bangunan baru ini bisa berdiri, berawal dari 2014 saya kesini dan mendapati laporan dan melihat sendiri bangunan Puskesmas yang lama terkena banjir. Salah satunya ada alat yang sangat mahal harganya belum juga digunakan sudah rusak kena banjir, ketika saya bicarakan dengan para Ondoafi disini meminta tanah untuk merelokasi Puskesmas, dan direspon sangat baik, maka hari ini kita sudah punya Puskesmas yang layak dan megah ini”, kata Bupati dengan air muka berkaca – kaca di sambut tepuk tangan seluruh warga yang hadir.

Baca Juga:  4 Bulan Insentif Tra’ Dibayar, Sudah 4 Hari Dokter se- Kabupaten Sarmi Mogok Kerja

Untuk itu tahun depan, kata Bupati, Pemkab Keerom akan mendaftarkan Puskesmas Waris untuk mengikuti akreditasi, sedangkan untuk pimpinan Puskesmas, akan ditentukan berdasarkan syarat-syarat akreditas yang harus dipenuhi. Namun pihaknya akan mempertimbangkan dan mengutamakan ASN asal Waris jika memang memenuhi syarat.

“Dalam aturan akreditasi itu salah satunya pimpinannya (Puskesmas) harus memenuhi kualifikasi, minimal harus Sarjana, kepangkatan juga harus memenuhi syarat. Nanti saya lihat kalau dari Waris ada yang memenuhi syarat akan saya pertimbangkan (jadi Kepala Puskesmas-Red),” kata Bupati di sambut teouk tangan warga lagi.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan kepada masyarakat Waris untuk menghindari dan menghentikan peredaran ganja yang sangat meresahkan dan mengancam masa depan generasi muda.

Baca Juga:  Melirik Peluang Usaha Pangkas Rambut

“Saya mengharapkan secara arif dan bijak bahwa anak-anak kita, pemuda kita ini adalah penerus Waris, Papua bahkan Indonesia, untuk itu masalah tanaman yang merugikan kita semua yaitu ganja, dihentikan, jauhi dan jangan ada yang tanam-tanam. Dari tahun ke tahun penduduk kita bukannya bertambah malah berkuarang, salah satu penyebabnya karena narkoba ini. Kita sadar, sudahi itu semua merugikan kita,” jelas Bupati. (***)

Reporter         : Alfred Kaempe
Editor             : Walhamri Wahid

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*