Lantik 28 Advokat Baru Peradi, Ketua Pengadilan Tinggi Ingatkan Jangan Sampai Ada Yang Kena OTT

Ketua DPC Peradi Papua, Anton Raharusun di dampingi pengurus lainnya ketika memberikan keterangan pers usai acara pelantikan 28 Advokat baru anggota Peradi. (Foto : Titie / Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA– Sebanyak 28 orang advokad dibawah naungan DPC Peradi Papua diangkat dan diambil sumpah oleh Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura, Setyawan Hartono, SH, MH.

Pengambilan sumpah tersebut dikemas dalam sidang yang disaksikan Pahatar Simarmata, SH, M.Hum dan Supriyono, SH, M.Hum, Senin (13/5/2018) di Kantor Pengadilan Tinggi Papua, Pasir Dua, Jayapura.

Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura, Setyawan Hartono, SH, MH mengatkan para Advokat yang baru mengucapkan sumpah dapat memulai legal menjalankan profesi Advokad. Kendati demikian, profesi tersebut, kata Setyawan jangan hanya sekedar untuk mata pencaharian, melainkan profesi yang didalamnya mengandung kemuliaan.

“Dalam profesi, dituntut suatu keahlian, integritas itu perlu disadari, karena ketika dalam awal karir memandang sebagai pekerjaan atau mata pencaharian, tapi itu memulai perjalanan dari jalur yang salah, karena nanti orientasinya dalam melakukan tugas profesi, saudara akan berorientasi pada materi penghasilan. Padahal, dalam profesi Advokat itu tentu tidak bisa dinafikan,“ katanya sekaligus mengingatkan ada beberapa kasus terhadap peradilan seperti OTT (Operasi Tangkap Tangan) selalu disitu ada unsur Advokatnya.

Baca Juga:  Nikmatnya Sensasi Ngebul Dengan ‘Rokok Elektrik’ di 180 Djj Vaporizer Kotaraja

“Ini adalah pengabdian di dalamnya dan didalam Undang-Undang, Advokat berstatus sebagai penegak hukum sama seperti Hakim, Jaksa dan Polisi dalam konteks penegakan hukum,“ jelasnya.

Ia mengatakan, Advokat yang menjalankan litigasi, martabat dan kehormatan Advokat tidak lepas dari martabat, kehormatan dan citra lembaga peradilan. Nah, Ketika lembaga peradilan jatuh, pasti akan terbawa juga kehormatan Advokat juga ikut jatuh.

“Untuk itu, dalam menjalankan tugas profesi nanti, saya mohon saya titipkan supaya saudara bisa menjaga citra dan wibawa peradilan ini dengan sebaik-baiknya, jangan sampai ada yang kena OTT dan terjebak dengan mafia peradilan“ katanya

Sementara itu, Ketua DPC Peradi Papua, DR Anton Raharusun, SH menambahkan, dengan dilantiknya 28 advokat dimasa kepengurusannya pada tahun 2018 ini, tentu menambah jumlah Advokat di Papua.

Baca Juga:  Kenali Tubuhmu, Pilih Busanamu

“Kita harapkan Advokat yang baru dilantik ini, dapat menjaga harkat dan martabat dari para Advokat dalam menjalankan tugasnya sebagai profesi yang terhormat dan memiliki integritas,“ ujarnya.

Ia berharap Advokat baru ini bisa belajar di kantor-kantor pengacara senior yang ada di Papua dan Papua Barat. Sebab, profesi ini tidak bisa langsung menjalankan tugas-tugas profesional, sehingga diharapkan mereka dapat meningkatkan kualitas dan kemampuan dalam menjalankan tugas profesi.

Anton mengingatkan agar Advokat baru ini, tidak tersentuh dengan mafia-mafia peradilan, karena akan menurunkan harkat dan martabat Advokat, juga menurunkan citra lembaga peradilan itu sendiri.

Terkait OTT yang dilakukan KPK terkadang melibatkan oknum pengacara atau Advokat, Anton mengakui jika Advokat dalam menjalankan tugas profesinya sangat rentan untuk bersentuhan dengan hal-hal seperti itu.

Baca Juga:  Websitenya Minim Informasi, KPU Papua Dinilai Tertutup Soal Informasi Publik

“Jika banyak pengacara ditangkap, berarti di dalam pembinaan organisasi itu kurang bagus. Tapi, saya berharap di Papua tidak ada Advokat yang terkena OTT. Mudah-mudahan dia terhindar dari OTT, tidak seperti di daerah lain. Peradi akan terus melakukan pembinaan,“ katanya.

Ditambahkan, saat ini jumlah anggota Peradi di Jayapura terdapat 170 orang. Untuk Papua saja, sekitar 275 orang.

“Kita harap pengacara di Papua semakin bertambah banyak dalam melakukan pelayanan yang merata di seluruh daerah, “ imbuhnya.

Wakil Ketua DPN Peradi, Zul Armain Azis, SH mengakui jika animo masyarakat untuk menjadi pengacara cukup tinggi, karena menganggap profesi Advokat sangat menjanjikan bagi mereka.

“Untuk itu, Peradi mendidik dulu agar menjadi Advokat profesional. Setiap tahun, melakukan pengangkatan sekitar 2.000 advokat setiap tahun,“ tandasnya. (***)

Reporter              : Titie
Editor                    : Walhamri Wahid

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*