Tiga Bulan Menuju Asian Games 2018, Dihantui Ancaman Bom ?

Wapres Jusuf Kalla (kiri), Menpora Imam Nahrowi (tengah) dan Ketua INASGOC, Erick Thohir (kanan). (sumber : goggle)

LINGKARPAPUA.COM, JAKARTA—Ramerame soal bom di beberapa tempat di Provinsi Jawa Timur, Surabaya dan Sidoarjo  jelang 3 bulan hajatan Asian Games 2018, sedikit banyak menimbulkan kekhawatiran banyak pihak bagi kelangsungan pelaksanaan Asian Games 2018, apalagi hajatan tersebut akan dihadiri sekitar 12.000 atlet dari sedikitnya 45 negara di kawasan benua Asia.

Kekhawatiran tersebut juga di lontarkan Wakil Presiden, Jusuf Kalla, seperti di lansir tempo.co, Selasa (15/5/2018), Wapres mengaktakan bom Surabay dan Sidoarjo kemungkinan berdampak pada penyelenggaraan Asian Games 2018, karena orang asing akan takut berkunjung ke Indonesia.

“Karena orang asing sama dengan kita, misalnya kalau terjadi sesuatu di Pakistan, langsung kita takut masuk Pakistan, Padahal mungkin kejadiannya di ujung utara Pakistan”, kata Wapres saat memberikan sambutan di Hotel Atlet Century Park, Jakarta Pusat, Selasa 15 Mei 2018, dikutip dari tempo.co.

Jusuf Kalla mengatakan meskipun kegiatan Asian Games 2018 akan dilakukan di Jakarta dan Palembang yang cukup jauh dari Surabaya dan Sidoarjo, tetap saja kemungkinan orang asing ada rasa takut ke Indonesia.

“Kadang-kadang orang asing tidak bisa membedakan hal tersebut,” kata Wapres Jusuf Kalla lagi

Terkait sejumlah persiapan jelang Asian Games 2018, dalam Diskusi Global Asia Forum yang di laksanakan di Hotel Atlet Century, Senayan, Selasa (15/5/2018), Jusuf Kalla juga menyoroti masalah transportasi dan lalu lintas di Jakarta sebagai salah satu tuan rumah bersama Palembang.

Sebagaimana dilansir detik.com, Selasa (15/5/2018), dalam kegiatan diskusi yang juga di hadiri Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrowi dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, JK mengapresiasi persiapan dan kesiapan panitia pelaksana dan stakeholder dalam menyukseskan Asian Games, dalam hal penyelesaian venue, namun wapres belum melihat adanya solusi terkait masalah transportasi dan lalu lintas.

Baca Juga:  John Tabo : Ini “Sinyal Tuhan” Untuk Kemenangan JOSUA !

“Ada tiga pokok yang saya sampaikan. Pertama infrastruktur, lalu penyelenggaraan, kemudian transportasi. Khusus transportasi, bagaimana mengangkat 15 ribu orang per hari ke berbagai tempat dengan tepat waktu. Tapi saya yakin ini bisa dicapai,” ucap Jusuf Kalla lagi, dikutip dari detik.com.

Menurutnya aturan Olympic Council of Asia (OCA) atau Dewan Olimpiade Asia, paling laman 34 menit, dan menurut Wapres dia sudah mencoba melalui aplikasi waze untuk mengetahui berapa lama waktu dari Kemayoran ke Senayan dengan jarak 13 Km, pada pagi hari butuh 43 menit, sehingga masih dibutuhkan upaya dari kepolisian untuk mempercepat 9 menit dalam keadaan normal.

Sehingga menurut Wapres dibutuhkan traffic manajemen yang baik sehingga dari 43 menit menjadi 34 menit, karena jika tidak semua program bisa kacau karena ada 15 pertandingan di Senayan.

“Untuk diketahui kita akan ada 40 cabang olahraga dan 463 nomor event yang dipertandingkan dalam waktu 14 hari. Itu pun ada pertandingan yang dilakukan sebelum Asian Games,”, kata Wapres menjelaskan, dikutip dari detik.com.

Khusus Palembang, Jusuf Kalla mengatakan tak akan menjadi masalah besar. Sebab, berada di dalam satu kawasan.

Kekhawatiran Wapres terkait terror bom, dalam lansiran tempo.co di jawab langsung Ketua Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC) atau Panitia Penyelenggara Asian Games, Erick Tohir, dan Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC) atau Panitia Penyelenggara Para Games, Raja Sapta Oktohari.

“Kami dari Panitia Pelaksana Asian Games 2018 menyampaikan rasa belasungkawa kami kepada korban aksi teror bom Surabaya yang baru saja terjadi. Kami percaya, pemerintah dan kepolisian akan terus berupaya menjaga keamanan dan perdamaian di Indonesia,” kata Erick dalam pernyataan resminya, Senin, 14 Mei 2018, dikutip dari tempo.co

Baca Juga:  Akhirnya DPRP Provinsi Papua Peduli Juga Dengan Wabah Campak dan Gizi Buruk di Asmat

Keduanya berharap momentum Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018 justru menjadi momentum untuk menunjukkan kepada dunia bahwa olahraga adalah alat pemersatu dan pendamai.

“Ketika Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games tahun 1962, Presiden Sukarno berhasil menunjukkan bahwa kita bisa bersatu dan menjadi negara yang diperhitungkan di dunia meski baru 17 tahun merdeka. Dan semua itu tentu tidak bisa lepas dari partisipasi masyarakat,” tutur Erick kepada tempo.co.

Raja Sapta Oktohari menyatakan pihaknya bersama pemerintah dan masyarakat siap menjadikan Indonesia tuan rumah yang baik bagi atlet-atlet difabel. Sebab, kata Raja, Asian Para Games 2018 bukan tentang menang atau kalah, tapi bagaimana menyulam nilai-nilai kemanusiaan.

“Mari kita sampaikan kepada dunia (bahwa) Indonesia adalah negara yang ramah terhadap para difabel,” katanya, dikutip dari tempo.co.

Hal senada juga disampaikan Menpora Imam Nahrowi yang optimis penyelenggaraan Asian Games pada 18 Agustus – 2 September 2018 mendatang akan berjalan aman dan lancar.

“Kami percaya dengan semua persiapan yang sudah dilakukan, baik oleh pemerintah, Inasgoc (Panitia Pelaksana Asian Games 2018), dan Inapgoc (Panitia Pelaksana Asian Para Games 2018), Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018 berlangsung dengan sukses,” ujar Imam Nahrowi, dalam konferensi pers di gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, Senin, 14 Mei 2018, dikutip dari tempo.co.

Imam menegaskan tindakan-tindakan teror tidak akan menghambat semua persiapan menuju Asian Games dan Asian Para Games 2018. Namun pemerintah, INASGOC, dan INAPGOC tetap tak akan mengendurkan kewaspadaan.

Dia menyebut pemerintah, INASGOC, dan INAPGOC akan bekerja sama dengan semua pihak terkait, terutama keamanan, untuk melakukan pengamanan.

Dalam lansiran tirto.id, sejumlah persiapan telah dilakukan oleh panitia jelang hitungan bulan hajatan dimaksud, sejumlah proyek ‘permak’ wajah dan fasilitas penunjang sudah dilakukan pemerintah jauh – jauh hari untuk acara akbar yang digadang-gadang bisa membawa nama baik sekaligus dampak ekonomi yang bagus bagi Indonesia.

Baca Juga:  Banyak Proyek Belum Dibayar, Pengusaha Mengeluh

Bicara biaya yang sudah di keluarkan juga tidak tanggung – tanggung, dalam lanasiran tirto.id, disebutkan biaya untuk mendandani Stadion Gelora Bung Karno (GBK) sesuai dengan standar internasional menurut Kusworo Darpito, penanggung jawab proyek renovasi GBK, total dana yang di habiskan sebesar Rp. 2,6 triliun, dimana stadion utama yang paling banyak menelan biaya sebesar Rp 769 miliar.

Permak wajah kota juga berlangsung di Palembang, yang ditunjuk Dewan Olimpiade Asia (OCA) sebagai tuan rumah pendukung. Palembang akan menggelar 11 dari total 40 cabang olahraga Asian Games 2018.

Persiapan di dua kota tersebut, menurut panitia Asian Games yang disebut INASGOC membutuhkan anggaran sekitar Rp 8,5 triliuN, sudah termasuk untuk merenovasi sejumlah arena pertandingan lain, transportasi, dan wisma atlet, hingga sosialisasi, namun  pemerintah hanya menyediakan Rp 4,5 triliun setelah ada penghitungan ulang.

Seperti dilansir tirto.id, Wakil Presiden Jusuf Kalla, selaku Ketua Dewan Pengarah INASGOC, menjelaskan bahwa pengurangan anggaran ini setelah sejumlah item yang “dibeli” diganti menjadi “disewa” saja.

Kalla juga menghitung sponsor yang bisa mengurangi beban anggaran. Meski tak mencapai target Rp1,5 triliun yang diinginkan, setidaknya INASGOC sudah mengantongi sekitar Rp 1 triliun dari swasta, namun pada Februari lalu, INASGOC yang di ketuai Erick Thohir sempat mengajukan permintaan tambahan dana sebesar Rp1,1 triliun.

Sekretaris Jenderal INASGOC, Eris Herryanto, berharap bahwa 94 arena pertandingan dan non-pertandingan sudah selesai pada H-100 pada 5 Mei mendatang.

“Kalaupun ada yang belum selesai, mungkin hanya satu atau dua arena,” katanya saat konferensi pers Internasional Asian Games, Senin lalu, dikutip dari tirto.id. (***)

Penulis            : Nugroho
Editor             : Walhamri Wahid

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*