11 Kunci Rahasia Untuk Jadi Orang Sukses dan Kaya !

ilustrasi. (Foto : ireztia.com)

LINGKARPAPUA.COM, INSPIRASI— Menjadi kaya dan berkecukupan bukanlah takdir, tetapi pilihan, pada dasarnya semua orang bisa menjadi kaya namun kembali ke masing – masing individu seberapa kuat impian tersebut bisa di wujudkan pada sikap dan perilaku atau kebiasaan sehari – hari, karena setiap kisah orang yang sukses pasti mempunyai kebiasaan – kebiasaan yang berbeda dengan orang miskin.

Jadi bila ingin menjadi kaya, sekaranglah saatnya kita mempersiapkan diri dan mulai menata serta merubah kebiasaan – kebiasaan hidup kita sehingga apa yang kita cita – citakan bisa segera terwujud.

Berikut ini 11 kebiasaan yang dilakukan dan tidak dilakukan oleh orang sukses dan kaya di dunia yang di rangkum Lingkar Papua dari berbagai sumber :

1. Jangan Boros , Harus Hemat
Kita terkadang tidak pernah menghitung berapa banyak uang yang sudah kita keluarkan atau habiskan, semuanya mengalir begitu saja.

Kita mungkin memiliki ide bagus tentang berapa banyak uang yang masuk setiap bulan, tetapi berapa banyak uang yang keluar untuk segala jenis pembayaran Anda tidak mengingatnya. Ini adalah salah satu petaka karena kemungkinan besar Anda tidak akan menemukan cara untuk mengurangi pengeluaran.

Untuk mengetahui dengan tepat di mana Anda menghabiskan lebih banyak uang daripada kebutuhan, catatlah pembelian selama beberapa bulan. Anda dapat mencoba menulis biaya di buku catatan atau menggunakan aplikasi yang melacak pengeluaran Anda, seperti Mint atau Personal Capital.

Kebiasaan berhemat bukan berarti kita harus jadi pelit, namun harus ada takaran dan memilah antara kebutuhan dan keinginan, bila kita terlalu mengikuti keinginan (nafsu), maka kita tergolong boros.

Mulailah dengan membuat catatan pengeluaran kita sehari ini, maka kita akan terkejut betapa begitu banyak pengeluaran yang semestinya tidak perlu tapi tanda sadar kita sudah mengeluarkannya.

2. Menabung Itu Wajib Bukan Pilihan
Banyak kebiasaan diantara kita menabung dilakukan hanya sebagai pilihan saat kita ada kelebihan atau sisa dari kebutuhan pokok, orang kaya di dunia menjadikan menabung sebagai sebuah kewajiban, dari setiap pemasukan yang kita terima, kita wajib menyisihkan terlebih dahulu berapa persennya yang akan kita tabung.

Setelah di keluarkan untuk menabung barulah sisa penghasilan kita itu kita sesuaikan dengan kebutuhan kita, berbeda dengan kebanyakan dari kita, setiap habis gajian atau ada terima pemasukan kita habiskan dahulu untuk makan minum, shopping, ada sisanya barulah kita menabung.

Mulailah dengan menyisihkan 10% dari setiap penghasilan yang kita terima hari ini, sisanya barulah untuk memenuhi kebutuhan kita sehari – hari.

3. Berinvestasilah !
Bila kita memiliki dana cukup, atau hasil tabungan kita sudah memadai, berinvestasilah ke sector riil, dalam berinvestasi juga mesti selektif dan benar – benar mempertimbangkan aspek resikonya.

Dengan kita tetap bekerja dan dana yang kita miliki kita investasikan ke usaha lain dan di kelola oleh orang lain misalnya, itu artinya ‘uang bekerja untuk kita’, bukan sebaliknya, ‘kita bekerja siang malam untuk cari uang’.

Tentu ada resiko dalam setiap investasi, untuk itu sebisa mungkin lakukan diversifikasi investasi, artinya kalau memungkinkan seluruh dana yang kita miliki jangan hanya di nvestasikan di satu sector usaha saja, bisa beberapa usaha, sehingga bila terjadi sesuatu dengan investasi lainnya kita masih ada investasi di sector lainnya yang menutupi kerugian kita.

Baca Juga:  Dua Kali Pilkada, Dua Kali Kantor Dibakar, Ini Tanggapan Ketua KPUD Mamberamo Tengah

4. Cari Penghasilan Tambahan
Gunakan waktu kita sebaik – baiknya, sekiranya kita sebagai orang gajian pada sebuah perusahaan, apabila dari 24 jam masih ada waktu tersisa gunakan untuk mencari penghasilan tambahan sesuaikan dengan kondisi dan keahlian yang kita miliki tentunya.

Tengoklah diri kita saat ini kalau lebih banyak waktu kita habiskan nongkrong di kafe tanpa kegiatan apa – apa, atau hanya sekedar duduk bermain game, maka jangan pernah bermimpi kita akan menjadi kaya, karena orang kaya tidak ada yang menghabiskan waktunya hanya duduk berjam – jam untuk bermain game, kalaupun harus nongkrong lebih ditujukan kepada membangun relasi dan perluas jaringan pertemanan yang positif dan saling menguntungkan tentunya, atau sambil melakukan pekerjaan yang menghasilkan, karena saat ini begitu banyak ‘pekerjaan sambilan’ yang bisa dilakukan sambil nongkrong di kafe depan laptop, seperti bisnis online dan sebagainya.

5. Hijrah Atau Pindah Kuadran
Bila Anda merasa sudah bertahun – tahun menekuni suatu pekerjaan atau menjalankan sebuah usaha, tetapi ternyata tidak ada perubahan atau peningkatan sama sekali, padahal Anda sudah berusaha menabung, sudah berusaha menghemat, tapi keadaan Anda tetap begitu – begitu saja, mungkin Anda harus mempertimbangkan untuk segera berhijrah dan pindah kuadran.

Hijrah bukan semata – mata dalam artian pindah dari satu daerah ke daerah lainnya, namun bisa juga pindah pekerjaan dengan mencari pekerjaan baru, atau mencoba lahan usaha baru yang masih sedikit kompetitornya.

Jadi kalau saat ini Anda sedang menjalankan usaha bengkel motor dan Anda tinggal di pedalamana Papua dan tidak ada motor, atau ada motor tetapi usaha bengkel juga banyak, artinya Anda harus mempertimbangkan untun berhijrah ke daerah lain bisa dengan pertimbangan ke daerah yang tidak terlalu banyak pengguna motor, tetapi hanya Anda yang jalankan usaha tersebut, atau sekalian pindah ke daerah yang padat kendaraan bermotornya tetapi Anda hijrah dari kebiasaan yang lama dalam operasional usaha Anda, bila kebanyakan usaha bengkel buka hanya sampai sore, Anda harus bisa buka sampai 24 jam tentunya.

Hijrah juga bermakna pindah lokasi usaha, bahkan bila perlu mempertimbangkan daerah Anda bermukim saat ini ke daerah baru untuk memulai kebiasaan – kebiasaan baru yang lebih positif tentunya.

6. Luaskan Pergaulan dan Cari Teman Baru
Pada dasarnya rejeki kita dari Tuhan hanya melalui perantaraan teman, coba kita duduk merenung dan pikirkan siapa saja teman – teman kita selama ini, dan sudah berapa lama kita berteman.

Pasti kita tersadar bahwa teman kita hanya itu – itu saja, dan tidak ada sesuatu yang bisa kita petik dari pertemanan tersebut baik dari aspek bisnis atau aspek social lainnya.

Artinya kita harus melebarkan pergaulan kita dengan berbagai macam orang dari daerah mana, dengan berbagai bidang, sehingga kita juga memiliki peluang lebih luas untuk mendapatkan rejeki baru dari teman yang baru entah dalam bentuk pekerjaan, order, ataupun lainnya.

Baca Juga:  Di Papua, Ada Calon Wakil Bupati Diduga Masih Berstatus PNS ?

Dengan zaman social media, mencari teman dari belahan dunia mana saja bukanlah hal susah bukan, tetapi kebanyakan kita menjadikan social media hanya sebagai alat pamer belaka, kita tidak pernah berusaha menjajaki latar belakang usaha teman – teman kita di social media.

Mulai sekarang pilihlah teman Anda, carilah yang memiliki beckground jelas dan positif, bertemanlah dengan niat tulus dan bukan bertujuan memanfaatkan teman untuk jangka pendek tetapi untuk membangun relasi panjang dan menjajaki peluang – peluang bisnis dengan teman tersebut.

7. Jangan Banyak Mengeluh, Banyak Bersyukur
Kebanyakan orang sukses dan kaya di dunia ini menjauhi sikap pengeluh, bila ada masalah menghampiri, mereka selalu berpikir dan mencari solusi bukan duduk mengeluh, lebay atau curhat di social media, tetapi dia mencari jalan keluarnya.

Karena kebanyakan dari kita juga ogah berteman dan dekat dengan seorang pengeluh, seolah – olah hidupnya yang paling malang di dunia.

Belajarlah selalu bersyukur dalam suka maupun susah, karena di balik masalah selalu ada hikmahnya, selalu melihat ke bawah, jangan selalu melihat ke atas, sehingga suasana hati kita selalu di liputi rasa syukur dan berkecukupan.

8. Luangkan Membaca dan Inovasi
Kebanyakan orang sukses dan kaya di dunia adalah orang – orang yang senang untuk belajar, tidak ada kata sudah pintar atau sudah tamat dalam kamus hidup mereka, dan mereka selalu meluangkan waktu untuk membaca, dan sudah pasti bacaan mereka adalah buku atau artikel yang membuka alam pikiran, memotivasi.

Dengan banyak membaca, punya pergaulan luas dan banyak teman, maka akan memacu otak kita untuk lebih berinovasi dalam pekerjaan, usaha ataupun dalam mengatasi masalah hidup yang sedang kita hadapi.

9. Dedikasi Tinggi dan Jangan Melulu Orientasi Uang
Kebanyakan orang sukses di dunia memberikan lebih dari apa yang diminta oleh pekerjaan mereka, artinya mereka semuanya berdedikasi tinggi, dan tidak bekerja standar – standar saja, bila kita sebagai pegawai diberikan beban pekerjaan lima dengan waktu 5 jam, maka sebisa mungkin kita mengerjakan pekerjaan itu dalam 3 jam saja, atau kalau memungkinkan target kita 5 dari perusahaan, tetapi kita mengerjakan 7 pekerjaan.

Dengan dasar itulah maka pimpinan kita bisa menilai dan mengukur dedikasi dan kompetensi kita sehingga akan dipercayakan untuk tanggung jawab dan pekerjaan yang lebih besar.

Demikian juga bila kita seorang wirausaha, bila orang lain bukadan tutup toko jam 8 sampai jam 5 sore, maka lihatlah peluang pasar di waktu itu, dengan cara membuka usaha kita lebh awal dan menutupnya lebih akhir, sehingga bisa menjaring pelanggan di luar waktu – waktu normal tersebut.

Dalam bekerja janganlah kita hanya selalu berorientasi uang, sebagai pekerja kadang kita berpikir, “Ah, saya kan di gaji hanya untuk lima pekerjaan, ngapain saya harus selesaikan 7 pekerjaan ?, kerja sesuai gaji sajalah !”, atau “ngapain saya harus kerja cepat – cepat waktu saya 5 jam kok, santai aja kerjanya sesuai gaji kan ?”.

Baca Juga:  Perhatikan Kualitas Rem Kendaraan

Orang – orang sukses tidak pernah melakukan itu, bekerja bagi mereka adalah sebuah proses belajar, membangun attitude, dedikasi dan kompetensi, sehingga mereka terpacu untuk memberikan lebih dan tidak berpatokan kepada berapa banyak uang yang mereka dapat.

Demikian juga dalam berusaha, mereka tidak hanya berfokus bagaimana mendapatkan pembayaran dalam satu transaksi dengan seorang pelanggan, tapi orang sukses berpikir bagaimana membangun relasi sehingga pelanggan tersebut mau datang kembali untuk bertransaksi lagi dan lagi.

10. Sukses Butuh Pengorbanan
Bila hari ini kita melihat teman atau rekan yang sukses dan berhasil dari sisi ekonomi dan finansial, jangan tanya berapa banyak yang sudah mereka dapatkan selama ini, tapi tanyakanlah berapa banyak kesenangan yang sudah mereka korbankan untuk bisa ada di posisi saat ini.

Itulah sebabnya orang sukses tidak menyia – nyiakan waktunya, semasa muda mereka bekerja keras, mengorbankan begitu banyak kesenangan yang senang di lakukan oleh kebanyakan orang seperti kita, semisal menghambur – hamburkan uang di dunia malam setiap hari, nongkrong berjam – jam bermain game di kafe tanpa hasil yang jelas, atau shopping menghabiskan harta orang tua.

Orang sukses saat ini pasti menghabiskan masa muda mereka dengan bekerja, mereka berkorban banyak hal, baik waktu, tenaga, pikiran dan kesenangan, karena mereka focus pada impian dan tujuan jangka panjang, karena mereka yakin bahwa pengorbanan mereka saat ini akan tertebus di masa tuanya, mereka bisa duduk tenang menghabiskan masa pension, tanpa di hantui kemelaratan.

Jadi kalau kita mau jadi orang sukses saat ini harus siap berkorban, jauh dari keluarga, waktu yang kurang bersama anak – anak, tetapi harus ada batas waktu, tidak mungkin seumur hidup melakukan pengorbanan itu semua, kalau begitu untuk apa kesuksesan dan kekayaan yang kita miliki.

Tanamkan dalam diri kita, bahwa saya akan bekerja keras dalam 5 – 10 tahun, setelah itu saya akan pension dan menikmati hasil kerja keras saya selama ini. Karena tidak mungkin kita sukses bila jam kerja dan pengorbanan kita sama dengan yang dilakukan oleh orang kebanyakan.

11.Bekerja dan Berdoa Untuk Beramal
Bekerja adalah ibadah, bila itu yang menjadi pegangan kita dalam melakukan apa saja, tentunya kita tidak akan pernah merasa putus asa, karena sekeras apapun kita bekerja sekali lagi rejeki itu datagnya hanya dari Allah SWT, Sang Maha Pencipta, selalu niatkan dalam hati apa yang kita kerjakan adalah ibadah, sehingga bila kita tidak mendapatkan manfaat yang memadai sesuai keinginan kita di dunia, paling tidak masih ada ganjaran dari Allah SWT di akhirat nanti.

Dan bila kita sudah berhasil jangan pernah lupa untuk beramal, karena di dalam sebagian rejeki yang kita peroleh itu sesungguhnya ada rejeki orang lain yang di titipkan Allah SWT kepada kita, jangan pernah takut jatuh miskin karena sering bersedekah (***)

Penulis            : Nugroho
Editor             : Walhamri Wahid
Sumber           : berbagai sumber

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*