Habis “Diner’ Beberapa Ekor Ayam, Macan Tutul Ini Ngumpet di Kolong Rumah Goci

SUKABUMI

LINGKARPAPUA.COM, NUSANTARA— Penduduk  Kampung Perbawati, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat di buat heboh dengan insiden yang terjadi di rumah Hendi alias Goci, seorang warga yang tinggal dekat dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) pada Kamis (17/5/2018) dini hari kemarin.

Seekor macan tutul kedapatan ngumpet di kolong rumah Goci setelah usai memakan beberapa ekor ayam di belakang rumahnya, bahkan saat di temui Goci dan beberapa warga lainnya di kolong rumah, si macan tutul tengah menikmati santapan makan malamnya (diner-Red) berupa seekor ayam dari kandang Goci.

Seperti di lansir detik.com, Kamis (17/5/2018) hingga siang hari, si Macan Tutul masih tetap ngumpet di kolong rumah dan tidak bisa keluar, karena petugas Badan Koservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan kepolisian setempat telah memasang jaring di sekeliling rumah agar si macan tidak keluar dan menyerang warga sekitar yang berkerumun ingin menyaksikan tontonan gratis itu.

Kemunculan macan tutul ini terungkap saat Goci curiga suara mencurigakan. Dia terbangun saat mendengar ayam peliharaannya berbunyi keras malam hari, sekitar pukul 23.30 WIB.

Baca Juga:  Empat Belas Tahun Kabupaten Keerom, Ketimpangan Itu Masih Nyata

“Malam tadi ayam bunyi, saya lihat bulu awur-awuran (berserakan) di samping rumah. Saya ngikut ceceran bulu ayam. Saya bawa senter, pas senterin ke bawah kolong rumah, saya lihat macan tutul,” kata Goci.

Kepada Republika.co.id, Kamis (17/5/2018), Hendi alias Goci juga menuturkan bahwa ia juga melihat bekas cakaran dan bulu ayam hingga ke kolong rumah. Selanjutnya, Goci melihat ke kolong rumah dan menemukan ada seekot macan tutul yang tengah makan seekor ayam.

Temuan ini, kata Goci, disampaikan ke istrinya yang akhirnya memastikan hewan yang ada di kolong rumah adalah macan tutul. Namun, Goci masih belum yakin dan meminta tetangganya untuk melihat hewan tersebut.

“Pada saat dicek oleh tetangga setelah sahur ternyata benar macan tutul,” kata Goci, dikutiip dari Republika.co.id

Kemudian ia melaporkan ke Polsek Sukabumi, Polres Sukabumi Kota. Setelah itu anggota kepolisian pun langsung mendatangi rumah panggung tersebut. Goci menuturkan, ia kini terpaksa mengungsi dari rumahnya. Bahkan, sejak Rabu malam hingga Kamis dia belum tidur.

Baca Juga:  Pangdam Minta Maaf, Satu Orang Ditetapkan Tersangka Dalam Kasus Dugaan Terbakarnya Alkitab

Polsek Sukabumi berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat dan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) untuk mengevakuasi macan tutul. Bripka Amir Hamdani, anggota piket Polsek Sukabumi, mengatakan, polisi sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan evakuasi macan tutul.

Kepada JabarNews.com, sejumlah warga mengatakan penampakan macan tutul di perkampungan jarang terjadi. “Terakhir tahun 96-97, dulu yang dimakan domba. Setelah itu jarang muncul, keluar lagi sekarang-sekarang,” tutur Jajat warga setempat.

Sekitar tengah hari, akhirnya petugas berhasil membius macan tutul tersebut dan berhasil di evakuasi ke Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), dan sedinya bila sudah sadar dari obat bius dan bila diperiksa tidak ada penyakit barulah akan di bebaskan kea lam bebas.

Seperti di lansir Medanbisnisdily.com, macan tutul tersebut ternyata masih belia, satwa liar tersebut diperkirakan berusia 1,5 tahun.

“Dari perhitungan ukuran gigi, usia macan tutul ini 1 hingga 1,5 tahun. Masih muda tapi sudah lepas susu dari induknya,” kata Bongot Huaso Mulia, dokter hewan dari Taman Safari Indonesia, saat ditemui di lokasi penyelamatan macan tutul tersebut, Kamis (17/5/2018), dikutip dari Medanbisnisdaily.com.

Baca Juga:  Nilai Demo Kader Golkar ‘By Design’, Giliran Aziz Samual Tebar Ancaman Sanksi

Menurutnya pasca pembiusan kondisi macan tutul perlahan sudah mulai pulih. Macan sempat mengalami dehidrasi, namun sudah mampu menegakkan kepalanya dan selanjutnya di pindahkan ke kandang yang lebih besar, dan sore harinya diberi makan ati ayam, dan juga diberikan cairan tubuh agar cepat pulih karena saat di bius sempat mengalami dehidrasi.

Kabid Tekhnis Balai Besar TNGGP Mimi Murdiah membenarkan bahawa kondisi macan tutul belia itu belum bisa dilepas. Pihaknya menunggu hasil observasi benar-benar pulih.

“Tadi sudah diambil sampel darahnya, kita menunggu satu sampai dua hari, mengikuti advice dari dokter dan menunggu cek lab darahnya. Kalau memang ada indikasi kesehatan kurang bagus ya kita bawa ke ICU, karena macan tutul ini sudah stres selama belasan jam di kolong rumah warga,” tutur Mimi, dikutip dari Medanbisnisdaily.com (***)

Penulis     : Nugroho
Editor       : Walhamri Wahid

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*