Mau Jadi Caleg Golkar, Salah Satu Syaratnya Harus Menangkan LUKMEN di Lingkungannya

Baharuddin, Ketua Penjaringan Bacaleg Golkar untuk DPRP Papua. (Foto : Titie / Lingkar Papua)

LINGKARPAPAPUA.COM, JAYAPURA— Sejak pembukaan pendaftaran Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) dari Partai Golkar untuk Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) yang dibuka sejak 11 Mei hingga 25 Mei mendatang, per Jumat (18/5/2018) sebanyak 67 bacaleg telah mendaftar di DPD Golkar Provinsi Papua.

“sudah ada 67 orang Caleg untuk DPRP yang mendaftar baik dari kader maupun yang non kader, kita buka pendaftaran sejak 11 Mei lalu hingga 25 Mei mendatang, tapi yang kembalikan formulir baru 14 orang, ada 5 bacaleg diantaranya adalah non kader”, kata Baharuddin, Ketua Penjaringan Bacaleg DPRP, DPRD Kabupaten / Kota saat ditemui Lingkar Papua di kantor DPD Partai Golkar Provinsi Papua, Jumat (18/5/2018).

Baca Juga:  Pemerintahan Pegubin Lumpuh, Bandara dan Kantor KPUD di Palang, Warga Minta Mendagri Copot Bupati

Untuk standar syarat khusus Caleg sendiri, kata Bahar, Golkar akan memprioritaskan Caleg yang memenangkan LUKMEN. Jika ada Caleg yang bisa memenangkan LUKMEN dari lingkungannya sendiri, maka sudah barang tentu Caleg tersebut akan di prioritaskan oleh Golkar.

“Simpelnya gini, jangan pernah lu’ bawa diri jadi calon kalau untuk TPS tempat tinggal yu’ tidak menangkan LUKMEN, jadi syarat khusus calon itu, harus menangkan LUKMEN”, kata Bahar dengan sedikit berlogat Jakarta.

Soal maraknya permintaan mahar atau semacam kompensasi bagi non kader parpol yang berkeinginan menjadi caleg, menurut Bahar Golkar tidak memberlakukan mahar atau pembayaran apapun dalam proses penjaringan ini, entah itu yang akan menjadi calon adalah bukan dari kader Golkar.

Baca Juga:  Hari Pers Nasional, ‘Presiden Yusri’ Dapat Sepeda dari Presiden Jokowi

“Kita akan melihat pengalamannya seperti apa? Elektabilitasnya, intinya ketokohan dan kapasitasnya itu seperti apa” kata Bahar soal klasifikasi bacaleg non kader.

Bahkan Golkar memastikan akan mengusung caleg-caleg yang berkualitas pada Pemilu 2019 mendatang, sebab caleg yang akan di usung Golkar nantinya adalah mereka yang sudah dibekali dengan orientasi fungsionaris.

“Jadi Caleg Golkar adalah mereka yang sudah mendapat pendidikan politik, sehingga saat mereka menjadi perwakilan masyarakat, mereka tidak keluar dari aturan organisasi,” kata Bahar menambahkan dalam orientasi tersebut pra caleg dibekali pendidikan organisasi, larangan korupsi, dan pemaparan tentang visi dan misi Partai.

Sementara untuk caleg dari kabupaten/kota, kata Bahar proses rekrutmen juga sedang berjalan di setiap DPD II. Untuk selanjutnya pada 25 Mei mendatang untuk selanjutnya di serahkan ke DPD I dan disahkan oleh Ketua dan Sekretaris

Baca Juga:  Banyak Jejak Karya LUKMEN di Waropen, Tim Yakin Menang 80 Persen

“Jadi calon yang sudah terdaftar ini tentunya akan di seleksi oleh Timsel apakah sudah sesuai atau belum,” kata Bahar yang mengaku untuk Golkar tetap membuka ruang bagi umum yang ingin menjadi caleg dengan standarisasi pengalaman serta kapasitas si calon juga menjadi penilaian penting Golkar. (***)

Reporter              : Titie
Editor                  : Walhamri Wahid

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*