Debat Pilgub II, KPU Harap Cagub – Cawagub Tidak Saling Serang Tapi Adu Argumen Sesuai Visi Misi dan Program Kerja

Tarwinto, komisioner KPU Papua. (Foto : Titie/ Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA– KPU Papua minta dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua agar tidak saling serang saat pelaksanaan Debat Kandidat Tahap II sepeti saat Debat kandidat tahap I sebelumnya.

Sesuai rencana Debat Kandidat Tahap II diagendakan Selasa (22/5/2018) hari ini. Peringatan ini, menyusul pelaksanaan debat kandidat pertama, yang mana terjadi saling serang antar pasangan calon.

“Ya kami harap dari pengalaman sebelumnya, kandidat tidak boleh saling menyerang. Apalagi PKPU kan jelas, tidak boleh saling menyerang. Mestinya, ketika pertanyaan dari panelis maupun calon yang lain, itu dijawab sesuai dengan program. Bukan balik menyerang, seperti pada debat pertama. Itu yang tidak boleh,“ kata Tarwinto, anggota KPU Papua, yang ditemui Lingkar Papua, diruang kerjanya, Senin (21/5/2018) sore.

Baca Juga:  Tidak Lolos Seleksi, Ada ‘Nama Porno’ Yang Lolos, Ngadu Ke DPRP, Calon Pendamping Desa Minta Kepala BPMK Bertanggung Jawab

Menurut Tarwinto, pasangan calon bisa berdebat tapi bukan saling menyerang. Berdebat dalam arti, sambung Tarwinto, adalah mempertahankan argumentasi melalui program-program kerja masing-masing sebagaimana visi dan misi pasangan calon.

“boleh saja berdebat, mempertahankan argumentasi, tapi bukam saling serang,” katanya.

Untuk pelaksanaan debat kandidat Pilkada Papua Tahun 2018, lanjut Tarwinto, mengambil tema tentang penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih. KPU Papua juga sudah menyiapkan panelis dengan background ilmu pemerintahan.

Ditanyakan, dugaan selintingan bocornya pertanyaan pada soal debat? Tarwinto mengatakan jika dirinya tidak yakin soal bocor.

“Jadi, debat kedua ini tidak ada soal bocor. Saya menyakini seperti itu. Ya mudah-mudahan panelisnya masih punya integritas. Kalau bocornya dari panelis, ya mudah-mudahan tidak. Karena panelis diberi kesempatan dan dibayar oleh negara, sehingga tidak boleh membocorkan soal dalam debat itu,“ pungkasnya.

Baca Juga:  Apa Itu Jurnalis Warga ???

Ia menambahkan, untuk pelaksanaan debat kandidat tersebut, KPU Papua memberi batasan jumlah pengunjung atau penonton yang akan menyaksikan debat tersebut. (***)

Reporter          : Titie
Editor               : Walhamri Wahid

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*