Kini Makan di Kaki Lima Bisa Bayar Tanpa Uang Tunai, ‘Cashless’, Cukup Scan QR Code Aja !

Cashless, membayar tanpa uang tunai, cukup scan QR Code aja, kini di Jakarta sudah bisa di lakukan di warung kaki lima pinggir jalan. (Foto : kompas.com)

LINGKARPAPUA.COM, JAKARTA— Anda sering harus berlama – lama antri bayar makanan di warung kaki lima di tepi jalan atau Anda pasti pernah harus menanti lama karena pemilik warung keliling ke sesama pedagang kaki lima mencari tukaran uang kecil untuk pengembalian pembayaran Anda ?

Kini hal tersebut sudah tidak perlu Anda lakukan lagi, karena beberapa warung tenda pinggir jalan (warteg) dan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggunakan gerobak sekalipun di beberapa sudut Kota Jakarta telah memberlakukan pembayaran tanpa mengeluarkan uang tunai atau akrab di sebut Cashless. Caranya cukup melakukan scan pada selembar stiker yang tertempel di gerobak pedagang kaki lima, namun sudah pasti Anda harus pastikan bahwa saldo Go – Pay Anda tersedia yah !

Seperti di lansir kompas.com, Selasa (8/5/2018) metode pembayaran QR Code pada layanan dompet digital Go-Pay milik Go-Jek akhirnya beroperasi, beberapa warung makan pinggir jalan di Jalan Kebon Sirih, Jakarta, sudah mengimplementasikan metode pembayaran ini.

Syaratnya adalah memiliki saldo Go-Pay pada aplikasi Go-Jek, serta terhubung dengan jaringan internet seluler. Menurut Chief Corporate Affairs Go-Jek, Nila Marita, metode pembayaran dengan QR Code via Gopay bertujuan merangkul lebih banyak lapisan masyarakat. Di antaranya termasuk pengusaha mikro seperti pedagang kaki lima.

“Hal ini sejalan dengan semangat pemerintah untuk mewujudkan cashless society,” kata dia via pesan singkat, dikutip dari kompas.com.

Lantas, seperti apa tahapan melakukan pembayaran makanan di warung pinggir jalan via Go-Pay?

Baca Juga:  Baku Tembak Dengan Kelompok Sipil Bersenjata, Anggota TNI Selamatkan Seorang Bayi Di Puing Bangunan Rubuh

Pertama, pastikan Anda memiliki saldo Go-Pay yang cukup di aplikasi Go-Jek untuk Android maupun iOS. Selanjutnya, pilih opsi “Scan QR” di sisi atas aplikasi untuk membuka kamera pemindaian. Arahkan kamera tersebut ke QR Code yang tertempel di warung atau outlet yang mendukung pembayaran dengan Go-Pay. Aplikasi Go-Jek akan mengidentifikasi warung atau outlet tersebut. Silakan masukkan nominal pembayaran makanan Anda, lalu tekan “Confirm”. Layar akan memunculkan sekali lagi nilai transaksi dan tekan “Pay” jika sudah benar.

Aplikasi Go-Jek akan meminta Anda memasukkan password akun untuk memastikan identitas. Terakhir, Anda akan diberi tahu bahwa transaksi berhasil. Bersamaan dengan itu, penjual akan menerima pesan dari Go-Jek bahwa transaksi sukses. Hal ini untuk meyakinkan penjual, sekaligus mempermudah catatan pemasukan.

Selain Go-Jek yang sudah mengoperasikan pembayaran system Cashless ini, beberapa perbankan dan perusahaan aplikasi juga sudah membangun aplikasi teknologi keuangan atau financial technology (fintech) serupa.

Salah satunya adalah Digital Artha Media (DAM) Corporation sebagai salah satu startup di Indonesia yang tengah mengembangkan aplikasi Warung Goes Online (Wagon).

Dalam lansiran beritasatu.com, Managing Director DAM Corporation, Fanny Verona menyampaikan, Wagon merupakan platform yang dihadirkan untuk menjembatani online dan offline retail, yang ditujukan terutama bagi pedagang warung atau siapa saja yang tertarik untuk menjadi digital entrepreneur mandiri.

“Kita membangun aplikasi fintech ini untuk mengajak para pedagang warung menjadi digital entrepreneur. Aplikasi ini sudah kita hadirkan sejak satu bulan lalu, dan sekarang penggunanya sudah hampir 2.000 pedagang warung,” kata Fanny Verona, di Jakarta, baru-baru ini, dikutip dari beritasatu.com.

Baca Juga:  Satgas Yon 121/ Macan Kumbang Serahkan Bantuan Alkitab ke Gereja Santo Petrus Wembi

Fanny menambahkan, setelah penggunanya mencapai 5.000 – 10.000, rencananya aplikasi Wagon baru akan diluncurkan secara resmi. Tahun depan, program sosialisasi untuk aplikasi tersebut juga akan semakin gencar dilakukan, bahkan hingga ke kota “tier-3”.

Beberapa transaksi yang bisa dilayani menggunakan aplikasi Wagon antara lain transfer uang, pembayaran tagihan pembiayaan, pulsa, paket data internet, token listrik, TV berlangganan, belanja online, asuransi, iuran jaminan kesehatan, game voucher, bahkan untuk tiket perjalanan.

Saat ini produk-produk yang dikelola oleh DAM Corp seperti Mandiri e-cash dan Line Pay e-cash. Selain mengembangkan aplikasi Wagon, tahun depan DAM juga akan meluncurkan beberapa produk fintech lainnya seperti Indiepay untuk solusi dompet elektronik dan Indieprint untuk memudahkan proses mencetak dokumen berbasis cloud.

Tak mau kalah, PT. Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) juga telah meluncurkan produk pembayaran serupa yang diberi nama Yap !.

Dilansir detikFinance.com, Jumat (2/3/2018), produk ini merupakan dompet elektronik sebagai media untuk pembayaran elektronik menggunakan QR Code.

Produk yang telah diluncurkan sejak akhir Januari yang lalu ini, akan menjadi produk andalan BNI ke depannya. Perseroan akan memperbanyak merchant yang bisa digandeng untuk menerima pembayaran via Yap!.

Sementara untuk saat ini sudah ada 15 ribu merchant, ditargetkan hingga akhir tahun BNI bisa menambah hingga mencapai 500 ribu merchant. Salah satu caranya dengan memanfaatkan merchant-merchant yang selama ini sudah menerima pembayaran kartu kredit dan debit BNI yang berjumlah 150 ribu merchant.

Tak hanya toko ritel dan restoran ternama saja yang akan dibidik tapi juga para pengusaha mikro seperti warteg dan pedagang-pedagang kaki lima.

“Sekarang kita targetkan tukang ketoprak, warung padang, sampai warteg bisa menggunakan Yap!,” kata General Manager BNI Divisi Elektronik Banking, Anang Fauzie di BNI Java Jazz Festival 2018, Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (2/3/2018), dikutip dari detikFinance.com.

Baca Juga:  Rekayasa Ekonomi dari Pasar Mama-Mama Papua

Untuk merchant mikro ini sudah diterapkan di kantin dekat Menara BNI. Ke depannya BNI akan menggandeng warung-warung makan di setiap gedung perkantoran dan kampus.

Yap! sendiri merupakan dompet elektronik yang mampu menampung semua jenis alat pembayaran seperti uang elektronik, kartu debit hingga kartu kredit. Melalui aplikasi yang kini sudah bisa didownload di Playstore dan Appstore, nasabah bisa bertransaksi dengan hanya melakukan scan ke QR code yang tersedia di merchant-merchant yang sudah bekerjasama dengan BNI.

QR Code Yap! ada dua jenis, pertama QR Code statis. Di jenis ini setiap transaksi ketika di-scan di aplikasi sudah muncul nominal pembayarannya. Sehingga pengguna hanya cukup memasukan pin.

“Sementara yang kedua QR Code dinamis. Ketika ditembak masukan dulu nominal pembayaran baru masukan pin,” tambah Anang.

Untuk pembayaran menggunakan QR Code proses statis transaksinya hanya membutuhkan waktu 2 detik saja. Sebab pengguna maupun merchant tak perlu lagi mengkonfirmasi nilai transaksi hingga gesek kartu di EDC.

Yap! juga akan dikembang untuk pembayaran transaksi online yang akan bekerjasama dengan para e-commerce. Bahkan jika sudah mendapatkan izin dari Bank Indonesia untuk mekanisme perpindahan uang person to person aplikasi ini akan bisa digunakan untuk transfer antar pengguna.

“Jadi seperti dompet biasa, kita menggunakan dompet untuk menyimpan kartu kredit, kartu debit sampai uang, tapi ini uang elektronik,” kata General Manager BNI Divisi Elektronik Banking, Anang Fauzie di BNI Java Jazz Festival 2018, Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (2/3/2018). (***)

Penulis                       : Nugroho
Editor                         : Walhamri Wahid

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*