Apes, Baru Pertama Kali Beraksi, Mahasiswa Asal Sarmi Ini Ketangkap Curanmor di Keerom

Terduga pelaku curanmor yang tertangkap saat beraksi di Keerom, ketika di amankan oleh anggota Satgas YPR 501/ Kostrad di Pos Koamndo Utama Km 31, Disrtrik Arso. (Foto : PendamXVII/Cen)

LINGKARPAPUA.COM, KEEROM—Hanya penyesalan yang tergambar di wajah seorang mahasiswa berinisial MI yang mengaku berasal dari Distrik Pantai Timur, Kabupaten Sarmi saat diserahkan ke Mapolres Keerom beserta barang bukti berupa satu unit kendaraan bermotor jenis Supra X 125.

Impiannya menikmati hasil penjualan sepeda motor hasil curanmornya di Kabupaten Keerom gagal total setelah upayanya membawa kabur hasil curian di maksud ke Kota Jayapura terhalang di depan Pos Kmando Utama Utama (Kout) KM 31, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Sabtu (9/6/2018).

Baca Juga:  Pemasangan Bentang Tengah Jembatan Holtekamp Jadi Yang Pertama Lolos Moratorium Infrastruktur

Dalam release yang diterima Lingkar Papua dari Dansatgas Yonif Para Raider (YPR) 501/ Kostrad semalam, aksi curanmor yang dilakukan oleh MI berhasil di gagalkan oleh anggota Satgas YPR 501/ Kostrad saat terjadi keributan antara pemilik motor dengan inisial SB dengan si tersangka pelaku curanmor, IM di depan Pos Kout di KM 31.

“jadi rupanya tersangka mau bawa motor hasil curiannya ke Kota Jayapura, katanya sih belum tahu mau jual kemana, karena katanya baru kali itu melakukan aksi curanmor, tapi rupanya si pemilik motor itu mengetahui aksi pelaku dan berusaha mengejar dengan pinjam motor temannya, pas depan Pos Kout di Km 31, pemilik motor sengaja memepet pelaku sehingga berhenti di depan Pos Satgas, karena lihat keributan makanya anggota mendatangi keduanya, bermaksud menengahi, setelah tahu pelaku criminal, akhirnya anggota kami serahkan ke Polres Keerom”, jelas Letkol (Inf) Eko Antoni Chandra L, Dansatgas YPR 501/ Kostrad dalam releasenya semalam.

Baca Juga:  Bupati Keerom Singgung Hasil dari Pelatihan Keuangan

Akibat tindakannya, MI terancam hukuman 5 (lima) tahun penjara karena di duga telah melanggar pasal 362 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP), dijelaskan bahwa barang siapa mengambil sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun.

Secara terpisah, Kapolres Kabupaten Keerom, AKBP Muji Windi Harto SIK, MH membenarkan insiden tersebut dan mengucapkan terima kasih atas kesigapan anggota Satgas YPR 501/ Kostrad yang mengamankan tersangka beserta barang bukti untuk diserahkan ke Polres Keerom guna menjalani proses hukum. (***)

Penulis            : Walhamri Wahid
Editor             : Walhamri Wahid
Sumber           : Release Pendam XVII/Cen

Baca Juga:  DPRP Minta Gubernur Copot Djuli Mambaya Dari Kadinas PU

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*