Ganja, Antara Bahaya dan Faedah !

Daun ganja basah dan daun ganja yang sudah di rajang dan keringkan. (Foto : BNN)

LINGKARPAPUA.COM, HIDUP SEHAT—Peredaran ganja di Kota Jayapura dan sekitarnya sepanjang tahun 2018 ini kian marak, dan salah satu pemasoknya adalah negara sahabat, Papua Neuw Guinea (PNG), dan begitu mendengar kata ‘ganja’ pasti pikiran kita mengarah kepada hal – hal negative, terlarang, melanggar hukum, dan sebagainya.

Selama ini ganja memiliki reputasi yang cukup buruk, terutama dalam masalah kesehatan, penggunaan ganja dalam takaran yang tidak tepat dan sembarangan bisa menyebabkan banyak masalah kesehatan, seperti kecanduan, rasa cemas, atau kerusakan otak yang berkaitan dengan ingatan, termasuk juga berisiko menyebabkan serangan jantung.

Seperti di lansir Merdeka.com yang mengutip Care2, meski berdampak buruk, ganja juga memiliki sisi baik dan bisa dimanfaatkan dalam hal kesehatan jika digunakan dengan tepat. Berikut adalah beberapa manfaat mengejutkan yang bisa diberikan ganja untuk kesehatan, berdasarkan penelitian oleh Scripps Research Institute, ganja diketahui bisa memperlambat penyakit Alzheimer yang menyerang otak. Hasil ini juga telah diterbitkan dalam jurnal Molecular Pharmaceutics.

Peneliti dari Harvard Medical School menemukan bahwa ganja memiliki efek yang bisa membantu menenangkan kecemasan seseorang, tentu saja hal itu bila penggunaan dalam dosis yang tepat, karena bila konsumsi ganja melebihi dosis efek yang timbul justru sebaliknya, meningkatkan kecemasan dan paranoid atau biasa di sebut parno.

Ganja juga diketahui bisa meredakan rasa sakit dan nyeri, serta peradangan yang berkaitan dengan penyakit Arthritis.

Bahkan sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Cancer Therapeutics menemukan bahwa zat cannabidiol yang terdapat dalam ganja bisa ‘mematikan’ gen bernama “Id-1” yang digunakan sel kanker untuk menyebar ke seluruh tubuh.

Baca Juga:  Hari Ini, MK ‘Toki Palu’ Untuk Tiga Gugatan Pilkada Yapen 2017

Bahkan dalam sebuah penelitian di Virginia Commonwealth University, ditemukan bahwa ganja bisa digunakan juga untuk menghentikan serangan epilepsy, namun penelitian ini baru di uji cobakan pada hewan, sedangkan ke manusia belum.

Anda pernah mendengar glaucoma, yaitu kondisi meningkatnya tekanan pada bola mata yang memicu terjadinya kehilangan kemampuan penglihatan ? saat ini sejumlah peneliti telah mengembangkan obat baru untuk penyakit glaucoma, dan bahan dasarnya adalah ganja loh.

Penelitian dalam Journal of the American Medical Association menemukan bahwa ganja bisa meningkatkan kapasitas paru-paru, tentu saja hal ini bertentangan dengan kepercayaan banyak orang bahwa ganja bisa menurunkan kapasitas dan kemampuan paru-paru, bahkan penyakit Multiple Sclerosis (MS) sebuah penyakit yang menyerang saraf-saraf pusat seperti saraf otak, sumsum tulang belakang, dan saraf optic, berdasarkan sebuah penelitian di Canadian Medical Association Journal bahwa cannabinoids, kandungan dalam ganja bisa menurunkan gejala dan rasa sakit yang disebabkan oleh MS.

Ganja mengandung minimal 60 zat kimia yang disebut cannabinoids serta THC yang bisa memberikan efek ‘melayang’ pada penggunanya, tetapi dalam takaran dan cara yang tepat, THC juga bisa digunakan untuk mengatasi rasa mual.

Bahkan penyakit yang di derita oleh petinju legendaris, Muhammad Ali yakni Parkinson sesuai penelitian dari medPage Today sebenarnya dapat diatasi dengan ganja untuk mengatasi tremor dan meningkatkan kemampuan motorik penderita Parkinson.

Bahkan sebagaimana dilansir suara.com, empat kandungan lain dari kanabinoid dalam ganja, yakni cannabidiol (CBD), cannabichromene (CBC), cannabigerol (CBG), dan cannabinol (CBN) sebenarnya tidak membuat pengkonsumsi ganja menjadi mabuk justru dapat membantu mengatasi berbagai kondisi medis, termasuk dermatitis atopik atau eksim.

Baca Juga:  Ini Trik Pertamina “Paksa” Rakyat Papua Pake’ BBM Non Subsidi

Eksim adalah suatu kondisi yang menyebabkan kulit menjadi gatal, merah, kering, dan pecah-pecah, bahkan menurut National Eczema Association (NEA), cannabinoid memiliki kualitas anti-inflamasi, antimikroba dan anti-gatal, sehingga ganja sebenarnya dapat digunakan untuk merawat kondisi kulit.

Tapi itu semua bila penggunaan ganja di bawah pengawasan dalam dosis yang sudah ditentukan loh, lantas bagaimana bila mengkonsumsi ganja dalam takaran yang tidak terpantau apalagi berlebihan ?

Seperti di lasnir DokterSehat.com, ganja (cannabis) merupakan obat depresan, zat yang ditemukan di dalam ganja adalah THC (delta 9 tetrahidrokanibinol), salah satu dari 400 zat kimia yang ditemukan di dalam ganja, yang dapat menyebabkan efek perubahan suasana hati.

Ganja itu sendiri berasal dari tumbuh-tumbuhan sejenis rumput, walaupun ganja adalah sejenis obat tapi tidak dikenal sebagai obat. Ganja merupakan sejenis narkotika, bagi yang mengkonsumsinya dapat menimbulkan efek tidak sadar, dalam penggunaannya sebagai barang narkotika, ganja biasanya dikonsumsi dalam bentuk rokok atau dimakan. Dalam mengkonsumsi ganja biasanya dicampur dengan jenis minuman keras dan jenis narkotika lainnya.

Sejak jaman dulu ganja sudah digunakan, di India sendiri sering disebut dengan bhang, charas, atau Ghana, di Mesir disebut dengan hasish, di Afrika menyebutnya kef dan di negara maju menyebutnya marijuana.

Baca Juga:  Kiper Ini Diduga Pura – Pura Cedera Saat Pertandingan, Biar Rekan Setim Bisa Batal Puasa

Pusat sistem syaraf manusia dapat terpengaruh oleh konsumsi ganja. Yang sering menjadi pecandu ganja adalah mereka yang emosinya tidak stabil atau terlibat kejahatan.

Dikutip dari Encyclopedia Britanica konsumsi ganja akan timbul ilusi atau hal-hal aneh dalam pikiran untuk mereka yang mengisap ganja, biasanya orang yang menghisap ganja akan merasa, lapar, haus dan inginnya makanan yang manis.

Ciri orang sedang menggunakan ganja terlihat bermata sayu, merasa dirinya paling hebat, mengantuk, dan bahkan merasa sedang disiksa. Kecelakaan di jalan raya banyak sekali terjadi karena pengaruh konsumsi ganja.

Sedangkan efek dari mengkonsumsi ganja bagi para pecandu, bisa menyebabkan kehilangan kendali, halusinasi ,amnesia, peningkatan sensasi, eurofia.

Bisa juga menimbulkan masalah paru-paru terutama pernapasan, dengan mengkonsumsi ganja 3-4 puntung ganja sama bahayanya dengan mengkonsumsi rokok 20 puntung. Selain masalah pernapasan akan muncul berbagai masalah lain pada paru-paru.

Ganja memiliki kadar bahan adiktif sehingga dapat menyebabkan ketergantungan dan yang berbahaya ialah pengguna ganja dari hari kehari akan mengkonsumsi ganja lebih banyak karena ketergantungan, oleh karena itu dapat menyebabkan berbagai efek negatif hingga overdosis, juga kemandulan.

Dan bila anda sudah kecanduan sehingga menjadi pecandu bisa menyebabkan pengguna sakit jiwa, bahkan terjerumus melakukan kejahatan dan kriminalitas dan akhirnya berujung pada penjara. (***)

Penulis       : Nugroho
Editor         : Walhamri Wahid

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*