Awaitouw : Ini Pilgub Terbaik, Klemen Bilang Ini Kemenangan Rakyat Papua

Calon Wagub Papua terpilih, Klemen Tinal dengan Ketua Tim KPB II, Mathias Awaitouw saat memberikan keterangan pers usai Pleno KPU Papua, Senin (9/7/2018). (Foto : Titie/ Lingkar Papua)
Calon Wagub Papua terpilih, Klemen Tinal dengan Ketua Tim KPB II, Mathias Awaitouw saat memberikan keterangan pers usai Pleno KPU Papua, Senin (9/7/2018). (Foto : Titie/ Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA— Mathias Awaitouw, Ketua Tim Koalisi Papua Bangkit (KPB) II mengatakan bahwa Pilgub Papua 2018 ini adalah Pilkada terbaik dalam sejarah pelaksanaan Pilkada di Tanah Papua, sedangkan Calon Wakil Gubernur nomor urut 1, Klemen Tinal, SE, MM menegaskan bahwa kemenangan paslon LUKMEN adalah kemenangan rakyat Papua seluruhnya, baik yang memilih LUKMEN maupun yang memilih JHOSUA.

Menurut Klemen Tinal hasil perolehan suara yang telah disahkan KPU Papua, sebagai bukti bahwa demokrasi di Papua baik, atas nama paslon LUKMEN ia memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Papua baik yang memilih LUKMEN maupun yang tidak, tanpa terkecuali.

“dengan hasil yang telah disahkan KPU Papua, adalah contoh pesta demokrasi paling baik untuk seluruh masyarakat Indonesia,” kata Klemen Tinal didampingi Tim Koalisi Papua Bangkit II, saat konfrensi pers usai ditetapkannya LUKMEN sebagai pemenang PIlgub Papua dengan perolehan suara terbanyak, Senin (10/7/2018) malam

Baca Juga:  Kwarda Papua Target Masuk Sepuluh Besar Lomba Regu Pramuka Penggalang Nasional

Menurut Klemen, dikatakan sebagai demokrasi yang baik, sebab partisipsi masyarakat sangat tinggi, hal itu terlihat dari perolehan angka secara keseluruhan.

“80-90 persen pertisipasi masyarakat, menentukan pilihannya, artinya masyarakat memilih dan memberikan rasa percayanya kepada pasangan calon yang dianggap mampu membawa Papua kearah yang lebih baik sebagaimana ekspetasinya masyarakat”, kata Klemen Tinal.

Menurutnya, kemenangan yang diraih LUKMEN adalah kemenangan masyarakat, karena masyarakat sebagai subjek pembangunan, dan ia bersama Cagub Lukas Enembe hanya sebagai perwakilan secara official di kantor Gubernur Papua.

“hari ini, bersama LUKMEN, yang menang adalah masyarakat Papua, siapapun itu, keriting, lurus, botak. Hari ini loe orang menang!!!, Puji Tuhan,” kata Klemen dengan gaya khasnya menambahkan LUKMEN sebagai perwakilan untuk bagaimana kehendak semua rakyat di Papua tentang kemandirian terpenuhinya hal-hal penting yang dirindukan masyarakat.

Mathius Awoitauw selaku Ketua Tim Koalisi Papua Bangkit II,  menambahkan Lukas Enembe dan Klemen Tinal telah memberikan pendidikan politik terbaik untuk masyarakat Papua.

Baca Juga:  Jangan Sampai Ada 'Atlit Bayaran' Lagi di PON XX Papua

“ini juga merupakan salah satu hasil yang sudah dilakukan LUKMEN selama lima tahun sebelumnya, dan tidak bisa dipungkiri lagi keduanya pantas lanjutkan periode kedua,” kata Mathias Awaitouw yang juga adalah Bupati Kabupaten Jayapura itu.

Atas nama pasangan calon, kata Ketua KPB II memberikan apresiasi dan terima kasih atas partisipasi masyarakat yang sudah menjaga dan mengawal proses demokrasi yang telah berjalan di Papua.

“apa yang dicapai hari ini, adalah kemenangan seluruh masyarakat Papua,” kata Awaitouw sekaligus mengucapkan terima kasih kepada pasangan JHOSUA, sebab dalam kompetisi Pilgub Papua, masing-masing paslon bisa menjaga kedamaian, proses dan tahan Pilgub dengan baik, tanpa ada konflik dan gesekan.

“Artinya kedewasaan politik kita di Papua sudah luar biasa dan mari pertahankan untuk Papua yang lebih baik. Apapun hasil dari KPU itu adalah hasil bersama,” katanya

Baca Juga:  ADA JEJAK BOY RAFLI AMAR DI POLDA PAPUA

Mathius Awaitouw mengatakan jumlah perolehan suara yang sudah di putuskan oleh KPU Papua, tanpa kesalahan yang berarti, tanpa masalah berarti, sebab baik Panwas maupun Bawaslu tidak memberikan catatan apapun.

“dengan demikian, maka Pilgub Papua tahun ini adalah Pilkada terbaik selama sejarah Pilkada di Papua,” katanya.

Menyoal tentang aksi walkout dan aksi penolakan dari pihak JHOSUA saat pleno rekapitulasi, menurut Mathius, aksi itu adalah pilihan mereka dengan alasannya. Dan bisa dilihat pleno tetap berlangsung, ada ataupun tanpa saksi dan itu ada aturannya.

Demikian soal tudingan pelaksanaan pemungutan suara yang dinilai tidak demokratis, menurut Mathius tudingan adalah hal biasa, dalam persaingan pastinya ada catatan dengan penafsirannya sendiri.

“jadi yang kita tahu, semua proses mulai dari TPS hingga tingkat KPUD kabupaten semuanya punya mekanisme dalam menyalurkan keberatan, bahkan sistem juga telah mendukung format keberatan untuk diselesaikan ditiap tingkatan,” jelasnya menegaskan bagi Tim KPB II hal itu wajar jikapun ada proses hukum lebih lanjut, tentunya telah ada tempatnya dan mereka siap menghadapi. (***)

Reporter        : Titie
Editor             : Walhamri Wahid

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*